Sukses

Penembakan Terjadi di Kamp Palestina di Lebanon, 4 Orang Tewas

Liputan6.com, Kairo - Empat orang tewas dan lainnya terluka dalam penembakan pada Minggu (12/12) di kamp Palestina Burj al-Shemali di Lebanon. Hal ini disampaikan oleh dua pejabat kelompok Palestina Hamas kepada Reuters, dan mereka menyalahkan gerakan saingannya Fatah untuk pertumpahan darah yang terjadi.

Fatah mengutuk insiden itu, menolak tuduhan Hamas dan mendesak semua pihak untuk menunggu hasil penyelidikan.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Senin (13/12/2021), penembakan itu terjadi saat pemakaman seorang pendukung Hamas yang tewas dalam ledakan pada Jumat malam di kamp di kota pelabuhan Tirus, Lebanon selatan.

"Orang-orang bersenjata Fatah sengaja melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang ambil bagian dalam pawai pemakaman," kata seorang pejabat Hamas, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Berbicara kepada Reuters di Ramallah melalui telepon dari Beirut, duta besar Palestina untuk Lebanon, Ashraf Dabour, menolak tuduhan Hamas.

"Ini adalah tindakan yang ditolak dan dikutuk ... Komite investigasi akan mengungkapkan siapa yang berdiri di belakangnya," kata Dabour. 

"Kami telah melakukan kontak dengan para pemimpin Hamas dan meminta mereka menunggu hasil investigasi."

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Konflik Hamas dan Fatah

Fatah mengendalikan Otoritas Palestina yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pejabat Otoritas Palestina di Tepi Barat, yang dihubungi untuk dimintai komentar oleh Reuters, mengatakan mereka sedang memeriksa laporan tersebut.

Sebelumnya pada hari Minggu, media pemerintah Lebanon mengatakan dua orang tewas dan tujuh terluka dalam perselisihan yang meletus di kamp Burj al-Shemali.

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa ledakan pada Jumat malam itu disebabkan oleh gangguan listrik di gudang yang berisi tabung oksigen dan gas untuk pasien COVID-19, serta deterjen dan desinfektan.

Sejumlah faksi Palestina bersenjata, termasuk Hamas dan gerakan Fatah, memegang kendali efektif atas sekitar selusin kamp Palestina di negara itu, yang tidak boleh dimasuki oleh otoritas Lebanon.

3 dari 3 halaman

Infografis Dahsyatnya Ledakan di Beirut Lebanon: