Sukses

Israel Kembali Serang Gaza Usai Serangan Balon Api yang Sebabkan Kebakaran

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang sebuah sasaran di Jalur Gaza selatan. Hal ini diumumkan oleh militer Israel pada Senin (26/7) pagi, sambil mengatakan pihaknya menanggapi peluncuran balon-balon pembakar yang menyebabkan setidaknya tiga kebakaran di Israel selatan.

Menurut laporan AP, Senin (26/7/2021), militer mengatakan telah menyerang pangkalan militer Hamas. Dikatakan pangkalan itu dekat daerah sipil yang termasuk sekolah tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Tidak ada laporan segera tentang korban.

Serangan udara itu terjadi beberapa jam setelah balon pembakar diluncurkan ke Israel oleh para aktivis yang terkait dengan kelompok militan Hamas yang berkuasa di Gaza. 

Foto dan video yang diposting di media sosial menunjukkan mereka mengirim balon ke Israel. Di salah satu balon tertulis pesan: "Waktu hampir habis."

Peluncuran itu dilakukan dua bulan setelah perang 11 hari antara Israel dan Hamas. 

Kelompok militan Hamas marah karena Israel tidak berbuat banyak untuk meringankan blokade yang melumpuhkan di wilayah itu sejak pertempuran berakhir, dan atas penundaan negosiasi tidak langsung dengan Israel untuk melanjutkan bantuan keuangan Qatar ke Gaza.

Media Israel melaporkan setidaknya tiga kebakaran terjadi di Israel selatan, memecahkan jeda tiga minggu dalam peluncuran balon.

2 dari 2 halaman

Serangan Israel

Perdana menteri baru Israel, Naftali Bennett, telah membandingkan peluncuran balon dengan tembakan roket dan telah memerintahkan serangan udara mengikuti contoh sebelumnya juga.

Sebagai tanggapan awal, COGAT, badan pertahanan Israel yang mengawasi urusan sipil Palestina, mengumumkan bahwa Israel memotong zona penangkapan ikan untuk nelayan Gaza menjadi dua, dari 12 mil laut menjadi enam mil laut. Mengurangi daerah penangkapan ikan adalah tanggapan umum Israel terhadap api yang berasal dari Gaza.

Israel dan Mesir telah mempertahankan blokade Gaza sejak Hamas, sebuah kelompok bersumpah untuk mencari kehancuran Israel, merebut kekuasaan pada tahun 2007. Blokade tersebut termasuk kontrol Israel atas wilayah pantai dan  udara.