Sukses

Sebelum Gempur Palestina, Israel Beli Senjata Senilai Rp 10,5 Triliun ke Joe Biden

Liputan6.com, Washington D.C - Sebelum penyerangan terhadap Palestina terjadi, pemerintahan Joe Biden dikabarkan telah menjual senjata ke Israel dengan nilai transaksi mencapai US$ 735 juta atau setara Rp 10,5 triliun.

Pemerintahan Joe Biden memberi tahu Kongres tentang usulan penjualan senjata AS ke Israel awal Mei 2021, menurut dua sumber yang mengetahui pemberitahuan itu.

Penjualan senjata yang disetujui pemerintah sebelum pecahnya kekerasan terbaru antara Hamas dan pemerintah Israel, sekarang sedang ditinjau oleh Kongres karena kekhawatiran tumbuh di antara Demokrat progresif tentang pemerintahan Biden yang tetap bersikukuh bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan roket dari Hamas.

Israel telah menjadi penerima bantuan luar negeri AS terbesar sejak Perang Dunia II dan penjualan ini merupakan satu bagian kecil dari dukungan militer AS secara keseluruhan. AS berjanji untuk memberikan US$ 38 miliar bantuan militer ke Israel dari 2019 hingga 2028 dalam perjanjian antara kedua negara pada 2016, demikian dikutip dari laman CNN, Selasa (18/5/2021).

Kongres memiliki waktu 15 hari untuk meninjau penjualan yang telah diusulkan oleh pemerintahan Joe Biden sebelum akhirnya sah dijual. The Washington Post adalah media pertama melaporkan bahwa Gedung Putih telah memberi tahu usulan penjualan senjata kepada Kongres.

Penjualan tersebut tidak mungkin dihentikan oleh Kongres, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut. Sebab, Israel termasuk di antara segelintir negara dengan proses pembelian senjata dari AS yang dipercepat.

Bahkan masa untuk mengajukan penolakan Kongres akan ditutup sebelum mereka menerbitkan resolusi penolakan menjual senjata ke Israel.

2 dari 3 halaman

Minta Hamas Setop Serang Israel

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghubungi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, terkait konflik di Yerusalem dan Tepi Barat. Ia menegaskan agar Hamas berhenti menembakan roket ke Israel.

Biden menelepon Abbas via telepon pada Sabtu (15/5). Berdasarkan pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Yerusalem, Joe Biden berharap Yerusalem agar bisa menjadi tempat yang damai bagai semua penganut agama. 

Selain menelepon Presiden Abbas, Presiden Biden juga berbicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu malam. Pada percakapan dengan dua pemimpin itu, Joe Biden menyampaikan simpati atas kematian warga sipil yang tak bersalah, serta anak-anak.

Joe Biden berkata akan terus membantu rakyat Palestina dalam bidang kemanusiaan dan ekonomi agar menguntungkan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, serta mendukung solusi dua negara (two-state solution) agar konflik berakhir.

Saat menelepon Netanyahu, Biden berjanji akan terus berkomunikasi dalam hari-hari ke depan. Namun, hal yang sama tidak disampaikan Biden kepada Abbas.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: