Sukses

Alasan Kenapa Orang Jepang Tidak Minum Air Saat Makan

Liputan6.com, Jakarta Jika pergi ke restoran di negara Barat, pada umumnya Anda akan menerima segelas besar air dengan es dan irisan lemon. Tetapi di Jepang, Anda mungkin hanya akan mendapatkan secangkir air yang sangat kecil.

Hal ini dikarenakan masyarakat di negeri Sakura percaya bahwa air dapat mengganggu "api pencernaan", sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk mencerna makanan.

Meskipun terhidrasi dengan baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, namun meminum segelas air bersama dengan makanan mungkin lebih berbahaya.

Dilansir dari Bright Side, berikut beberapa alasan mengapa orang Jepang, yang merupakan bagian dari salah satu negara paling sehat di dunia, memilih untuk tidak melakukannya, seperti dikutip dari Bright Side, Selasa (16/3/2021):

2 dari 8 halaman

Membuat Mulut Menjadi Kering

Walaupun terdengar kontradiktif, meminum segelas air saat makan dapat mengeringkan air liur Anda.

Beberapa orang suka menambahkan irisan lemon ke air mereka, yang menjadikannya minuman asam yang memengaruhi sekresi air liur Anda. Karena air liur berfungsi sebagai minuman sehat untuk lingkungan mulut Anda, mulut kering dapat menyebabkan beberapa gejala yang tidak menyenangkan, termasuk bau mulut.

Air lemon juga dapat memperburuk kondisi kesehatan tertentu, seperti refluks asam, dan dapat merusak enamel gigi.

3 dari 8 halaman

Merusak Pencernaan Anda

Saat Anda minum air saat makan, air liur Anda akan encer. Ini, pada gilirannya, memengaruhi pelepasan cairan lambung yang bertanggung jawab untuk mencerna makanan.

Akibatnya, perut Anda mendapat sinyal yang lebih lemah untuk memecah makanan, yang bisa menyebabkan kembung.

4 dari 8 halaman

Memperlambat Penyerapan Nutrisi

Karena meminum air selama makan mengencerkan cairan pencernaan Anda, hal itu memengaruhi tingkat keasaman alami perut Anda. Ini berdampak negatif pada sistem pencernaan Anda dan menyebabkan tubuh Anda menyerap lebih sedikit vitamin dan nutrisi.

5 dari 8 halaman

Membuat Anda Mulas

Minum air putih saat makan menambah volume pada perut Anda dan meningkatkan tekanan padanya, seperti halnya makan besar. Ini, pada gilirannya, dapat memperburuk kondisi kesehatan tertentu dan meningkatkan risiko naiknya asam lambung.

Karena minum air selama makan menyebabkan tubuh Anda mengeluarkan lebih sedikit enzim pencernaan, ini dapat menyebabkan reaksi berantai dari efek samping, termasuk mulas.

6 dari 8 halaman

Menyebabkan Penambahan Berat Badan

Minum air putih saat Anda makan juga dapat menyebabkan Anda menambah berat badan. Ketika tubuh Anda tidak dapat mencerna makanan dengan cukup baik, itu mengubahnya menjadi lemak, membuat Anda bertambah gemuk.

Minum air putih saat makan juga dapat menyebabkan tubuh melepaskan lebih banyak insulin ke dalam darah, yang meningkatkan peluang Anda untuk menyimpan lemak di tubuh.

7 dari 8 halaman

Solusi Bagaimana Menghindari Air Minum Saat Makan?

Meskipun sulit menahan keinginan untuk minum air di sela-sela gigitan, berikut beberapa tip yang dapat membantu Anda mengatasinya.

  • Kurangi makanan asin. Karena garam cenderung membuat Anda haus, lebih baik memilih makanan yang mengandung lebih sedikit natrium.
  • Luangkan waktu untuk mengunyah makanan Anda. Makanan yang dikunyah dengan baik lebih mudah dicerna oleh perut Anda, dan saat Anda mengunyah, tubuh Anda memproduksi lebih banyak air liur, sehingga mengurangi keinginan Anda untuk minum air.
  • Minumlah air 30 menit sebelum makan. Minum air setengah jam sebelum makan adalah salah satu cara paling efektif untuk tetap terhidrasi. Ini juga bisa membuat Anda merasa lebih kenyang sehingga Anda akhirnya makan lebih sedikit kalori.
  • Jangan makan terburu-buru. Jika Anda akan makan camilan sebentar dalam perjalanan ke kantor, kemungkinan besar hal itu akan membuat Anda haus karena Anda akan merasa perlu mencuci makanan dengan air.

 

 

Reporter: Lianna Leticia

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: