Sukses

22-1-2003: Hispanik Resmi Jadi Kelompok Minoritas Terbesar di AS

Liputan6.com, Jakarta - Pada 22 Januari 2003, Biro Sensus AS merilis statistik rinci tentang ras dan etnis. Itu merupakan kali pertama di mana angka tersebut dirilis sejak sensus 2000. 

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa populasi Hispanik di Amerika Serikat telah meningkat 4,7 persen sejak penghitungan terakhir, hingga secara resmi menjadikan Hispanik sebagai kelompok minoritas terbesar di negara tersebut. Demikian seperti mengutip history.com, Kamis (21/1/2021). 

Tren beberapa dekade terakhir telah menunjukkan bahwa tonggak sejarah ini semakin dekat. 

Populasi kelahiran warga asing di Amerika Serikat telah meningkat secara eksponensial, dari hanya 9,6 juta pada tahun 1970 menjadi 31,1 juta pada tahun 2000. Imigran dari Amerika Latin merupakan persentase besar dari pendatang baru tersebut. 

Sensus tahun 2000 menunjukkan bahwa 29 persen imigran di AS berasal dari Meksiko saja, sementara imigran dari negara Amerika Latin lainnya mencapai 22 persen. 

Tingkat kelahiran di komunitas Hispanik-Amerika juga termasuk yang tertinggi di negara ini.

2 dari 2 halaman

Ras Hispanik di AS

Pergeseran demografis terjadi secara signifikan karena beberapa alasan.

Robert Puro dari Pew Hispanic Center mengatakan kepada New York Times bahwa itu menantang cara berpikir orang Amerika tentang ras: "Banyak sejarah bangsa ini terbungkus dalam interaksi antara hitam dan putih," katanya.

"Ini berfungsi sebagai pengumuman resmi bahwa kami sebagai orang Amerika tidak dapat lagi memikirkan ras dengan cara seperti itu." 

Pengumuman tersebut menandai salah satu momen untuk menghasut arus bawah rasisme yang telah berkembang di Amerika sejak itu, karena beberapa orang kulit putih semakin meningkat.

Hal tersebut memunculkan gagasan bahwa suatu hari Amerika tidak akan lagi menjadi mayoritas kulit putih.

Orang Hispanik-Amerika yang diwakili oleh data sensus memiliki pengaruh besar pada masyarakat Amerika. Di banyak bagian negara, Spanyol sekarang setidaknya sejajar dengan bahasa Inggris, dan musik serta budaya Amerika tidak akan dapat dikenali tanpa kontribusi dari kelompok minoritas terbesarnya.