Sukses

18-10-1976: Bos Tertinggi Mafia AS Dikubur Dalam Peti Seharga Hampir Rp 1 M

Liputan6.com, New York - Hari ini 43 tahun lalu, sebuah pemakaman untuk Carlo Gambino digelar. Prosesi penguburan bos dari para bos mafia di New York.

Gambino, yang dianggap sebagai pemimpin mafia Amerika paling kuat, meninggal dalam tidurnya di rumah pada hari Jumat. Diperkirakan dia mengalami serangan jantung.

Menurut BBC on This Day yang dikutip untuk Today in History, hanya para pelayat dengan undangan yang bisa menghadiri prosesi pemakaman di Gereja Our Lady of Grace, di daerah perumahan yang tenang di Brooklyn.

Polisi berpakaian preman dan agen-agen FBI ada di antara kerumunan di luar gereja.

Tidak ada kendala saat prosesi pemakaman dilangsungkan. Keluarga mafia dikenal memiliki sejarah menghormati pemakaman.

Meski begitu, FBI mencari tahu pengganti Gambino sebagai bos dari para bos mafia di AS.

Carlo Gambino, dalam peti mati perunggu seharga US$ 7.000 atau hampir Rp 1 miliar, dimakamkan di sebelah istrinya Catherine yang meninggal pada tahun 1971.

Kematian Gambino telah lama diduga karena sering terdengar kabar dirinya mengalami serangkaian masalah pada jantung.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 4 halaman

Paling Berpengaruh

Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menangkap dan mendeportasi Carlo Gambino, atas keterlibatannya dalam pembajakan sebuah mobil lapis baja di Sisilia. Kendati demikian kondisinya dianggap tak memungkinkan -- terlalu sakit -- untuk melakukan perjalanan kembali.

Dia diizinkan untuk tetap di negara itu dan meninggal di rumahnya di Massapepequa, New York.

Dilahirkan di Sisilia pada tahun 1902, Gambino pindah ke Amerika pada tahun 1921 dan mulai bergerak di dunia mafia. Ia menjadi petinggi Mafia pada tahun 1957.

Pada puncak kekuatannya, keluarganya dianggap sebagai yang paling berpengaruh di seluruh Amerika.

3 dari 4 halaman

Spekulasi Liar Sang Penerus Bos Mafia

Sepeninggalnya, spekulasi liar tentang siapa yang akan mengisi kursi kepemimpinannya sebagai bos mafia pun mengemuka.

Anielio Dellacroce, yang pernah menantang Gambino untuk kepemimpinan, dan Carmino Galente, salah satu bos mafia di New York telah diajukan.

Siapa pun yang mengambil alih akan mengendalikan 1.000 anak buah di jaringan yang kuat yang dipekerjakan untuk menjalankan kerajaan berjudi jutaan dolar, perjudian, narkotika, dan rentenir.

4 dari 4 halaman

Sang Penerus...

Paul Castellano mengambil alih kekuasaan Carlo Gambino sebagai kepala keluarga. Bos dari para bos mafia di Amerika Serikat.

Ia adalah sepupu Gambino.

Karakter Don Vito Corleone yang diperankan oleh Marlon Brando dalam 'The Godfather' karya Mario Puzo diyakini terinspirasi Carlo Gambino.

Selain menjadi kepala dari lima keluarga New York, Carlo Gambino juga berada di Komisi Mafia Nasional yang mengatur urusan 26 keluarga Amerika. Ia dianggap sangat berpengaruh dalam peran ini.

Keluarga itu digunakan untuk merujuk pada cara pembedaan kelompok. Sistem hierarki masing-masing memiliki jabatan 'bos', 'underboss', 'letnan' dan 'tentara' yang bersama-sama menjalankan bisnis keluarga.

Loading
Artikel Selanjutnya
18-11-1978: Bunuh Diri Massal di Kota Sekte Maut Guyana, 909 Orang Tewas
Artikel Selanjutnya
16-11-1945: Atas Nama Pendidikan... UNESCO Didirikan