Sukses

Margarin... 9 Bahan Makanan Ini Dilarang Beredar di Negara Tertentu

Liputan6.com, Jakarta - Tahukah Anda bahwa ada sejumlah bahan makanan yang dinyatakan berbahaya di beberapa negara? Karena inilah, unsur tersebut tidak dilarang diperjual-belikan di wilayah tertentu di dunia ini.

Produk-produk tersebut umumnya bisa dijumpai di rak-rak di toko grosir atau swalayan setempat, termasuk di lingkungan tempat tinggal kita. Anehnya, itu semua adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi setiap hari.

Berikut adalah 9 bahan makanan sehari-hari yang tidak diperbolehkan beredar atau digunakan di negara-negara tertentu, mengutip Bright Side, Selasa (15/10/2019). 

2 dari 10 halaman

1. Daging Ayam

Di Eropa dan Inggris, menjual daging ayam berklorin (zat pemutih dan pembunuh kuman dalam air) sudah dilarang sejak 1997.

Klorin umumnya digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan paparan salmonella dan infeksi bakteri lain.

Di Eropa, metode ini dicap sebagai tindakan berbahaya, karena kandungan klorin tinggi mungkin bisa merusak kesehatan kita.

Pada 2010, aturan yang sama diterapkan di Rusia.

3 dari 10 halaman

2. Sereal Batangan

Bagi sebagian besar orang yang hidup di negara-negara maju, bahan makanan seperti sereal batangan, oatmeal, dan produk serupa lainnya dianggap menyehatkan, karena mengandung vitamin esensial dan mineral penting bagi tubuh.

Namun di Denmark, menurut Danish Veterinary and Food Administration, produk ini telah dilarang sejak ditemukannya substansi racun berlebih, yang berdampak merugikan pada hati dan ginjal anak bila dikonsumsi setiap hari.

4 dari 10 halaman

3. Kecap Kedelai

Delapan puluh dua persen (82%) biji kedelai untuk memproduksi kecap merupakan organisme yang dimodifikasi secara genetik (genetically modified organism atau GMO).

Dampak pengonsumsian GMO pada tubuh manusia belum sepenuhnya dipelajari, tetapi GMO dilarang di sejumlah negara di Eropa, Rusia, kawsan Teluk Persia dan lain-lain.

Pemerintah setempat menilai bahwa kecap kedelai mengandung ethyl carbamate, sebuah senyawa berbahaya yang menyebabkan kanker.

5 dari 10 halaman

4. Daging Merah

Produksi daging sapi, domba, kambing, babi, dan kalkun sering menggunakam ractopamine (aditif pakan untuk menambah bobot tubuh hewan dengan instan).

Para ilmuwan percaya, daging ini membahayakan kesehatan manusia dan menyebabkan penyakit kardiovaskular. Daging yang disiapkan dengan ractopamine dilarang di 160 negara, termasuk Eropa, China, dan Rusia.

6 dari 10 halaman

5. Keripik

Keripik kentang dan keripik yang mengandung olestra (pengganti lemak sintetis) dilarang di Kanada dan Eropa. Suplemen ini mencegah tubuh menyerap zat dan vitamin yang bermanfaat dan dapat menyebabkan masalah perut.

Olestra sering digunakan dalam produksi keripik kentang yang ditandai dengan kata "ringan." Juga disarankan agar Anda memperhatikan komposisi keju, margarin, micin, dan produk lainnya.

7 dari 10 halaman

6. Apel

Selama inspeksi yang dilakukan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, ditemukan bahwa 80% apel mengandung diphenylamine (DPA) yang membantu buah ini segar lebih lama, sehingga dapat diekspor ke seluruh dunia.

Di Eropa, DPA dianggap sebagai zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker. Itulah sebabnya, apel dilarang di beberapa negara di Eropa dan AS sejak 2012.

8 dari 10 halaman

7. Roti Gandum

Roti yang mengandung azodicarbonamide (ADA, E927) dilarang di Eropa dan Australia. ADA digunakan untuk membuat tepung terlihat putih dan membantu menjaga produk agar segar lebih lama. Suplemen ini dapat menyebabkan alergi dan asma.

9 dari 10 halaman

8. Kentang Tumbuk Instan

Untuk menghasilkan kentang tumbuk instan, produsen kerap memakai butylhydroxyanisole (ВНА, Е320). National Institutes of Health melakukan beberapa penelitian dan menyimpulkan bahwa pengawet ini berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

ВНА juga dapat ditemukan di produk lain seperti: makanan beku, sup, dan mayones. Zat ini dilarang di Jepang dan beberapa negara Eropa.

10 dari 10 halaman

9. Margarin

Mengkonsumsi lemak trans dapat menyebabkan masalah pada metabolisme, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular.

Persentase lemak trans tertinggi ditemukan dalam margarin: sekitar 15% dari total berat produk. Makanan trans-lemak dilarang di Kanada, Denmark, dan Swiss.

Selain itu, di banyak negara, ada undang-undang yang membatasi jumlah standar margarin dalam makanan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sewaktu Kecil, Panglima TNI Hadi Konsumsi Makanan Bergizi Ini
Artikel Selanjutnya
5 Makanan Enak yang Bisa Perbaiki Mood