Sukses

HEADLINE HARI INI:PERPISAHAN WAPRES, MENGENANG EKSISTENSI JK DI PANGGUNG POLITIK NASIONAL

22-9-1828: Gangguan Mental Picu Pembunuhan Raja Zulu oleh Saudara Tiri

Liputan6.com, Pretoria - Hari ini, pada 1829, Shaka kaSenzangakhona seorang pendiri Kerajaan Zulu di selatan Afrika, dibunuh oleh dua saudara tirinya, Dingane dan Mhlangana. Alasannya karena Shaka yang mengalami gangguan jiwa mengancam akan menghancurkan Suku Zulu.

Shaka adalah seorang raja yang saat itu menjadi orang paling berpengaruh di Kerajaan Zulu. Namun, masalah mentalnya adalah penyebab dari kematiannya di tangan saudara sendiri.

Ketika Shaka menjadi kepala Zulu pada tahun 1816, suku itu berjumlah kurang dari 1.500, termasuk di antara yang lebih kecil dari ratusan suku lainnya di selatan Afrika. Namun, Shaka membuktikan diri sebagai organisator militer yang brilian, membentuk resimen-resimen yang diperintahkan dengan baik dan mempersenjatai para prajuritnya dengan assegais, jenis senjata baru pada masa itu, berbilah panjang, tombak pendek yang mudah digunakan dan mematikan.

Kerajaan Zulu dengan cepat menaklukkan suku-suku tetangga, menggabungkan para penyintas ke dalam barisan mereka.

Pada 1823, Shaka mengendalikan Natal. Penaklukan Zulu sangat mengguncang wilayah tersebut dan menghasilkan gelombang migrasi besar-besaran oleh suku-suku yang tumbang.

2 dari 2 halaman

Gila karena Kehilangan Ibunya

Penyebab gangguan mental yang dialami Shaka ternyata sang ibunda.

Pada tahun 1827, ibu Shaka, Nandi, meninggal, dan pemimpin Zulu tersebut merasakan kesedihan yang amat mendalam. Lalu kehilangan akal sehatnya.

Dalam kesedihannya, Shaka membunuh ratusan anggota Suku Zulu, dan dia melarang penanaman tanaman dan penggunaan susu selama setahun.

Semua wanita yang ditemukan hamil dibunuh bersama dengan suami mereka.

Dia mengirim tentaranya untuk operasi militer yang luas, dan ketika mereka kembali dengan kelelahan, dia segera memerintahkan mereka keluar lagi.

Setelah dua saudara tirinya berhasil membunuh Shaka, salah satu dari mereka, Dingane yang akhirnya melanjutkan tahtah sebagai raja.

Di hari yang sama pada tahun 1980, konflik perbatasan antar-negara tetangga bisa berujung perang. Seperti yang terjadi antara Iran dan Irak pada 34 tahun lalu. Perang yang berlangsung dari tahun 1980-1988 itu menjadi yang terpanjang pada Abad 20. Dibanding Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945).

Dan pada 22 September 1975, Presiden Amerika Serikat ke-38 Gerald Ford menghadapi upaya pembunuhan untuk yang kedua kalinya. Hanya berselang 17 hari dari upaya pembunuhan yang pertama, seorang wanita bernama Sarah Jane Moore diidentifikasi oleh tim penyelidik sebagai pelakunya.

 

Reporter: Windy Febriana

Loading
Artikel Selanjutnya
18-10-1976: Bos Tertinggi Mafia AS Dikubur Dalam Peti Seharga Hampir Rp 1 M
Artikel Selanjutnya
17-10-1906: Kisah Tukang Sepatu Perdaya Pasukan Jerman untuk Merampok Bank