Sukses

Soal Negosiasi dengan Taliban, AS Kembali Isyaratkan Ada Kemajuan Penting

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat kembali memberikan isyarat baik soal usaha pencapaian perdamaian dengan Taliban. Gedung Putih pada Jumat 16 Agustus 2019 memberikan sinyal adanya "kemajuan penting" dalam penghentian perang yang telah berlangsung selama hampir dua dekade itu.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan, pembicaraan yang diadakan Presiden Trump dengan para pembantu utamanya berjalan "sangat baik," seperti dilansir dari VOA Indonesia pada Minggu (18/8/2019).

Trump bertemu dengan Menteri Pertahanan Mark Esper, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Ketua Kepala Staf gabungan, Jenderal Joseph Dunford di Bedminster, New Jersey, tempat peristirahatan Trump.

Juga hadir dalam pertemuan itu utusan khusus Amerika Serikat soal Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

Pembicaraan dipusatkan pada perundingan yang sedang berjalan untuk mencapai perdamaian dan rekonsiliasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

"Pertemuan berjalan sangat baik dan perundingan dengan Taliban akan terus dilanjutkan," kata wakil juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley.

Kalau dicapai perjanjian damai itu, Amerika Serikat akan bisa mulai menarik pasukannya dari Afghanistan, yang kini berjumlah 14 ribu orang.

Amerika telah menghabiskan dana lebih dari satu trilyun dolar dalam perang di Afghanistan, dan Trump mengatakan sejak menjadi Presiden bahwa ia akan menarik pulang pasukan itu.

2 dari 3 halaman

Wakil Pemimpin Taliban Sempat Kunjungi Indonesia

Sementara itu, delegasi Taliban sempat mengunjungi Indonesia. Delegasi yang dipimpin Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar itu dikabarkan menghadiri Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim di Jakarta.

Baredar yang merupakan salah satu pendiri Taliban memimpin delegasi beranggotakan delapan orang. Mereka berangkat dari Qatar pada Jumat 26 Juli dan tiba di Jakarta pada Sabtu 27 Juli.

Selain itu, Delegasi Taliban juga disinyalir membicarakan proses perdamaian dengan Afghanistan yang terus mendapat dukungan dari pemerintah dan para cendekiawan Islam dari Indonesia.

"Selama perjalanan ini pembicaraan... (berfokus) pada hubungan politik yang baik antara kedua negara, perdamaian dan pentingnya kerja sama masa depan dengan Afghanistan", kata juru bicara Taliban, Zabihulllah Mujahed seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu 28 Juli 2019.

3 dari 3 halaman

Simak pula video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Terkait RUU Pro-Demokrasi Hong Kong, China Minta AS Tak Ikut Campur
Artikel Selanjutnya
Kongres AS Loloskan RUU Hong Kong, Bakal Disahkan Donald Trump?