Sukses

Gelombang Panas di Pantai Timur AS Bikin Suhu Siang Hari Capai 43 Derajat Celsius

Liputan6.com, New York - Dampak gelombang panas disebut mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah Pantai Timur Amerika Serika (AS) pada hari Minggu, di mana jembatan-jembatan penghubung New Jersey dan New York dilanda kemacetan oleh orang-orang yang berebut pergi ke kolam-kolam umum untuk mendinginkan diri.

Seluruh departemen kepolisian dari New York hingga Boston mengimbau penduduk untuk tidak keluar rumah atau bangunan di siang hari.

Polisi bahkan juga meminta para tahanan untuk memainkan peran dalam membantu petugas pemadam kebakaran mengatasi berbagai keluhan terkait gelombang panas, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Senin (22/7/2019).

Dua negara bagian Carolina dan Maine adalah wilayah yang paling terdampak oleh gelombang panas, di mana suhu tertinggi di siang hari bisa mencapai 110 derajat Fahrenheit, atau sekitar 43 derajat Celsius.

Di Boston, pemerintah setempat membuka gratis kolam-kolam umum ketika suhu udara mencapai 90 derajat Fahrenheit (sekitar 32 derajat Celsius) selama tiga hari berturut-turut selama akhir pekan lalu.

Di New York City, semua mata tertuju pada jaringan listrik bahkan sebelum cuaca panas, setelah pemadaman sebagian besar area pula Manhattan pada pekan lalu.

Perusahaan listrik Con Ed melaporkan pemadaman bergilir pada hari Minggu, sebagian besar terjadi di Queens. Kota ini juga mengarahkan gedung perkantoran untuk mengatur termostat tidak lebih rendah dari 78 derajat Fahrenheit (sekitar 26 derajat Celsius), untuk mengurangi ketegangan pada jaringan listrik.

Di Philadelphia, beberapa ratus orang dievakuasi dari komunitas pensiunan pada hari Sabtu, karena pemadaman listrik parsial --yang menurut para pejabat-- kemungkinan dipicu oleh gelombang panas.

Di tempat lain di Pennsylvania, sembilan petugas pemadam kebakaran dirawat karena kelelahan, dan enam lainnya diangkut ke rumah sakit setelah memadamkan kebakaran dalam kondisi terik.

 

 

2 dari 3 halaman

Meski Tergerus, Dampak Gelombang Panas Tetap Berbahaya

Gelombang panas mendorong para pejabat untuk menutup Taman Fort Delaware sampai waktu yang belum ditentukan. Suhu udara dinilai terlalu lembap bagi kegiatan wisata di sana, yang berisiko terhadap keamanan dan keselamatan para staf, sukarelawan, dan juga turis.

Pea Patch Island, bekas penjara yang menjadai atraksi utama di situs wisata tersebut, memiliki pendingin udara dan transportasi yang terbatas, sehingga memicu riisko kesulitan dalam kondisi darurat terkait gelombang panas, kata Departemen Sumber Daya Alam dan Pengendalian Lingkungan Delaware.

NWS melaporkan suhu tinggi selama akhir pekan tercatat stasiun cuaca di Atlantic City, New Jersey, New York City, Westfield, Massachusetts, Manchester, New Hampshire dan Wallops Island, Virginia.

Pada hari Minggu sore, gelombang panas mulai tergerus di bagian utara New England. Hembusan angin dingin Kanada membawa serangkaian badai yang menurunkan suhu di seluruh Vermont utara dan bagian utara New York.

Tetapi peringatan dampak gelombang panas tetap berlaku untuk bagian selatan Vermont, New Hampshire dan Maine, di mana indeks suhunya masih bisa mencapai 100 derajat Fahrenheit, atau sekitar 37 derajat Celsius.

Suhu tinggi juga diperkirakan tetap tinggi pada malam hari, di mana berkisar antara 25-26 derajat Celsius.

Para ahli memperingatkan warga di daerah yang terkena dampak gelombang panas untuk membatasi waktu di luar ruangan. Risiko terbesar menyasar anak-anak, orang tua dan mereka yang sedang sakit.

3 dari 3 halaman

Hembusan Angin Dingin Kanada

Sementara itu, dampak gelombang panas di wilayah tengah AS berangsur-angsur hilang ketika hembusan angin dingin perlahan bergerak ke selatan dan ke timur, menurunkan suhu.

Tetapi, prediksi cuaca yang lebih dingin pada hari Senin dan Selasa ini disebut berpotensi membawa badai dan hujan lebat, yang dapat menyebabkan banjir bandang dan menghasilkan angin merusak, kata National Weather Service (NWS) memperingatkan.

Di daratan AS, angin kencang dan hujan diperkirakan akan bertahan di Midwest, dan hembusan angin dingin yang mencakup antara Central Plains dan wilayah Great Lakes, diperkirakan akan bergerak ke selatan.

Hembusan angin dingin Kanada yang membawa hujan dan badai, diperkirakan dapat menyebabkan hujan deras dan banjir bandang di Midwest.

Gelombang panas membatalkan atau menunda berbagai agenda di seluruh wilayah yang terkena dampak, dari pacuan kuda di Maryland, New Jersey dan New York hingga lari maraton di Taman Grant Chicago.

Di New York City, peringatan 50 tahun pendaratan manusia pertama di Bulan, yang direncakanan berpusat di Times Square, juga ditangguhkan karena gelombang panas.

Loading
Artikel Selanjutnya
Korut Sebut Langkah AS Ini Bisa Picu 'Perang Dingin' Jenis Baru
Artikel Selanjutnya
3 Wilayah Negara Lain yang Dibeli oleh AS