Sukses

Viral, Aktivis Gusdurian Bersalaman dengan Paus Fransiskus di Vatikan

Liputan6.com, Roma - Sebuah foto yang menangkap momen ketika seorang wanita berhijab bersalaman dengan Paus Fransiskus di Vatikan ketika berlangsung audiensi umum, viral di media sosial.

Gambar tersebut menampilkan aktivis Gusdurian Jawa Tengah, Dewi Praswida, yang secara tak terduga bisa bersalaman langsung dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Potret wanita muda asal Semarang itu dan Bapa Suci kemudian di-posting oleh Fadjroel Rachman, pengamat ilmu sosial dan politik Universitas Indonesia, di akun Instagram dan Twitter pribadinya.

Kepada warganet, Fadjroel bermaksud untuk menyampaikan tentang persatuan umat beragama di dunia, meski berbeda keyakinan --yang direpresentasikan lewat pakaian: Dewi mengenakan jilbab, sedangkan Paus Fransiskus identik dengan jubah.   

 
 
 
View this post on Instagram

☝🏻"Jilbabku dan jubahmu bukanlah sekat untuk tidak bersaudara" - Dewi Praswida, Penerima Beasiswa Nostra Aetate. Foto ini mendadak viral. Perjumpaan sederhana yang tak biasa. Sebab tak seperti foto antar umat Katolik dan pemimpinnya, foto ini jadi terlihat istimewa. Foto seorang muslimah dari negeri dengan mayoritas berpenduduk muslim dan pemimpin milyaran umat Katolik dunia. Penegasan Dewi soal identitasnya adalah wujud penegasan akan harmoni kehidupan antar umat beragama meski secara iman berbeda. Dewi yang merupakan aktivis Gusdurian dari Jawa Tengah membawa wajah rahmat semesta alam pada Bapa Suci dan begitu sebaliknya ia mendapatkan senyum kasih untuk uluran tangan persaudaraannya. Betapa indah ..💝💝💝

A post shared by Fadjroel Rachman (@fadjroelrachman) on

Foto ini mendadak viral. Perjumpaan sederhana yang tak biasa. Sebab tak seperti foto antar umat Katolik dan pemimpinnya, foto ini jadi terlihat istimewa. Foto seorang muslimah dari negeri dengan mayoritas berpenduduk muslim dan pemimpin milyaran umat Katolik dunia. Penegasan Dewi soal identitasnya adalah wujud penegasan akan harmoni kehidupan antar umat beragama meski secara iman berbeda. Dewi yang merupakan aktivis Gusdurian dari Jawa Tengah membawa wajah rahmat semesta alam pada Bapa Suci dan begitu sebaliknya ia mendapatkan senyum kasih untuk uluran tangan persaudaraannya.

Demikian petikan yang ditulis oleh peneliti itu lewat akun Instagramr26s @fadjroelrachman pada Sabtu, 29 Juni 2019. Demikian halnya dengan Twitter miliknya dengan nama pengguna serupa.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh sesawi.net, ini adalah kesekian kalinya Dewi, penerima beasiswa Nostra Aetate (pernyataan tentang Hubungan Gereja dengan Agama-Agama Bukan Kristen), bersua langsung dengan Paus Fransiskus.

Perjumpaan pertama terjadi pada Maret 2018, dalam kegiatan Pra-Sinode Orang Muda Katolik (OMK) Sedunia di Vatikan. Perempuan bernama lengkap Dewi Kartika Maharani Praswida itu ikut serta dalam rombongan delegasi Orang Muda Katolik (OMK) Indonesia utusan resmi Komisi Kepemudaan Konferensi Wali-gereja Indonesia (KWI).

Kala itu, Dewi datang bersama dua perwakilan WNI yang beragama Katolik. Dewi juga ditunjuk oleh Komisi Kepemudaan KWI untuk ikut serta dalam pertemuan OMK Sedunia bersama Paus Fransiskus.

Di sana, hanya Dewi seoranglah yang menjadi satu-satunya perempuan Muslim berjilbab, di samping wanita muda lain dari Lebanon yang juga beragama Islam tapi tidak mengenakan kerudung.

2 dari 2 halaman

Dihormati Lantaran Berbeda

"Saya seorang Muslimah dari Indonesia," demikian kalimat yang terucap secara spontan dari mulut Dewi saat berhadapan dengan Paus Fransiskus.

Paus merespns: "Oh... Baik. Saya ingin mendoakan Anda," ucap Dewi menirukan Paus, kepada sesawi.net.

Sementara itu, dalam forum Pra-Sinode Orang Muda Sedunia di Vatikan pada ahun lalu, Dewi sempat mempertanyakan penunjukkannya untuk mengikuti kegiatan bergengsi tersebut: Mengapa dia yang bukan Katolik dari Indonesia justru diundang ke diskusi itu?

Jawab Vatikan: "Justru karena itulah, Muslim dan dari Indonesia yang menjadi negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, maka kehadiranmu sangat signifikan di forum ini."

Selama berada di sana, Dewi merasakan atmosfer pergaulan yang hangat, dihargai dan dihormati keberadaannya, meski berbeda soal iman. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Tak Lapor Bawa Uang Rp 3,8 M ke Singapura, WNI Ini Didenda Rp 82 Juta
Artikel Selanjutnya
Bangga, Mahasiswa Asal Papua Pimpin Upacara Bendera di Toronto Kanada