Sukses

Donald Trump Akan Jadi Tamu Asing Pertama bagi Kaisar Baru Jepang

Liputan6.com, Tokyo - Kaisar baru Jepang baru akan naik takhta pada awal Mei nanti, tetapi ia sudah memiliki tamu asing pertamanya yang mengantre untuk bertemu, yakni Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kaisar Jepang saat ini, Kaisar Akihito (85), akan mengundurkan diri pada akhir April, demikian sebagaimana dikutip dari CNN pada Jumat (19/4/2019).

Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah modern, kaisar Jepang memutuskan untuk undur diri atas keinginan pribadi. Dia akan digantikan oleh putranya, Putra Mahkota Naruhito (59).

Trump dan istrinya, Melania Trump, akan menghadiri perjamuan yang diselenggarakan oleh Naruhito dan istrinya, Permaisuri Masako, dan juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Kunjungan ini akan menandai dua kali pertemuan kedua petinggi negara, setelah rencana PM Abe melawat ke Gedung Putih pada pekan depan.

 

2 dari 3 halaman

Memperdalam Ikatan Kuat Kedua Negara

Dalam sebuah pernyataan oleh Gedung Putih, seorang juru bicara setempat mengatakan bahwa rencana kunjungan Trump ke Jepang akan "memperdalam ikatan kuat" antara rakyat Jepang dan AS.

Selain itu, agenda kunjungan tersebut juga akan "menyoroti pentingnya aliansi dan kemitraan kedua negara yang terus berlanjut".

Presiden AS akan menjamu Abe dan istrinya Akie Abe di Gedung Putih pada 26 dan 27 April, di mana kedua pemimpin akan membahas perkembangan di Korea Utara, termasuk upaya untuk mencapai denuklirisasi, tulis Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Kedua pemimpin negara telah mengadakan 38 pertemuan puncak --termasuk pembicaraan melalui telepon-- sejak Trump menjabat presiden AS pada 2017.

Trump juga pernah bertemu dengan Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko pada tahun 2017.

3 dari 3 halaman

Tamu Asing Pertama dalam Era Reiwa

Kunjungan dan Melania ke Tokyo pada akhir Mei mendatang, akan menjadi kunjungan kenegeraan pertama dari seorang pemimpin asing dalam era baru Kekaisaran Jepang, Reiwa.

Dalam tradisi Jepang, perubahan nama era merupakan tanda pergantian kaisar, yang akan membentuk dasar untuk sistem kalender tradsional setempat.

Akihito memimpin era Heisei, yang akan berakhir pada 30 April, hari ketika dia turun takhta.

Era Reiwa, yang akan dimulai setelah Kaisar baru dimahkotai pada 1 Mei, menggunakan karakter huruf bermakna "harmoni", yang diambil dari referensi sastra Jepang klasik.

Loading
Artikel Selanjutnya
Jokowi-Ma'ruf Unggul dalam Perolehan Suara Pemilu 2019 di TPS Tokyo
Artikel Selanjutnya
Hidangan Khas yang Menggugah Selera, dari Jepang hingga Prancis