Sukses

Korsel Janji Bantu AS dan Korea Utara Melanjutkan Perundingan yang Tertunda

Liputan6.com, Seoul - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa negaranya akan bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara, untuk membantu mengatasi pembicaraan mereka yang macet.

KTT kedua antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un gagal meraih kesepakatan pada Kamis 28 Februari 2019, karena kedua belah pihak memberikan laporan berbeda tentang apa yang terjadi.

"Saya percaya ini adalah bagian dari proses untuk mencapai tingkat kesepakatan yang lebih tinggi. Sekarang peran kami menjadi lebih penting," kata Moon dalam pidatonya saat memperingati hari libur nasional Korsel, demikian dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (1/3/2019).

"Pemerintahan saya akan berkomunikasi erat dan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Korea Utara untuk membantu pembicaraan mereka mencapai penyelesaian penuh dengan cara apa pun," katanya.

Moon juga mengatakan Korea Selatan akan berkonsultasi dengan AS tentang cara untuk membangkitkan sektor pariwisata di Gunung Kumgang, dan pengoperasian kompleks industri Kaesong, keduanya di Korea Utara.

Korea Selatan menghentikan sementara operasi di pabrik yang dikelola bersama di Kaesong setelah peluncuran roket jarak jauh oleh Pyongyang pada 2016, di mana hal tersebut memotong sumber pendapatan penting bagi Korea Utara yang miskin.

Di lain pihak, Kim Jong-un juga menekankan perlunya meningkatkan pariwisata sebagai bagian dari upayanya untuk mengembangkan ekonomi negara Korea Utara.

Pyongyang mendapat US$ 30 juta (setara Rp 424 miliar) per tahun dari tur Gunung Kumgang antara 1998-2008 sebelum ditangguhkan, lapor kementerian unifikasi Korea Selatan memperkirakan.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Keterkaitan Hubungan Korsel-Jepang

Sementara itu, Moon Jae-in juga mengatakan bahwa penting untuk turut memperkuat kerja sama antara Korea Selatan dan Jepang, demi mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.

"Ketika rasa sakit para korban (invasi Jepang) secara substansial disembuhkan melalui upaya bersama, Korea dan Jepang akan menjadi teman sejati dengan pengertian dari hati ke hati," kata Moon, tanpa memberikan rincian.

Hubungan antara Korea Selatan dan Jepang telah memburuk sejak tahun lalu, ketika Seoul menuntut penyelesaian kompensasi dana dari Tokyo pada para wanita yang dipaksa bekerja di rumah bordil pada masa Perang Dunia II.

Pengadilan tinggi Korea Selatan juga memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi kepada warga Negeri Ginseng atas kerja paksa mereka selama invasi Negeri Sakura ke Semenanjung Korea.

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Cara Ini Bisa Digunakan Untuk Menemukan Situs Nuklir Korea Utara
Artikel Selanjutnya
Menlu Korea Utara: Kami Mengajukan Proposal Realistis, Tapi AS Minta Lebih