Sukses

Bangkai Kapal Jepang Era Perang Dunia II Ditemukan di Samudera Pasifik

Liputan6.com, Solomon Island- Salah satu kapal perang Jepang pertama yang ditenggelamkan oleh pasukan AS selama Perang Dunia II telah ditemukan di Kepulauan Solomon, Pasifik Selatan oleh sebuah organisasi penelitian yang didirikan oleh mendiang miliarder Paul Allen.

Co-founder Microsoft Paul Allen meninggal pada Oktober 2018 karena gangguan limfoma non-Hodgkin.

Kapal Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, Hiei, dari era Perang Dunia II itu tenggelam pada 14 November 1942, ditemukan di dasar laut oleh para ahli dari kapal penelitian RV Petrel.

"Hiei lumpuh oleh peluru dari USS San Francisco pada 13 November yang melumpuhkan perangkat kemudi," jelas para ahli dari RV Petrel, dalam sebuah unggahan Facebook, seperti dikutip dari News.com.au, Senin (11/2/2019).

"Selama 24 jam ke depan bahtera itu diserang oleh beberapa serangan mendadak dari torpedo dan bomber B-17. Hiei tenggelam pada suatu malam dan kehilangan 188 krunya."

 

Kapal Jepang dari era Perang Dunia II itu ditemukan tergeletak dan terbalik di dasar laut barat laut Pulau Savo, menurut tim RV Petrel. Gambar-gambar mengerikan yang diunggah di Facebook, menunjukkan senjata Hiei setinggi 13 cm dan lubang intip kaca utuh di lambung kapal yang dilapisi teritip.

RV Petrel juga memposting gambar kapal perang dan bidang puingnya di dasar laut.

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Temuan Kapal Bersejarah Lainnya

Organisasi riset yang didirikan oleh Allen telah menemukan sejumlah bangkai kapal militer bersejarah, seperti bangkai kapal USS Helena, USS Lexington dan USS Juneau.

Namun penemuan terbesar kelompok itu terjadi pada tahun 2017, ketika Allen dan timnya menemukan bangkai kapal USS Indianapolis yang telah lama hilang di Laut Filipina.

Para peneliti di seluruh dunia bekerja untuk menemukan lokasi reruntuhan Perang Dunia II. Puing-puing bomber B-24 AS, misalnya, ditemukan di Papua Nugini, dalam proyek terpisah. Bangkai pesawat itu ditemukan pada 2018, 74 tahun setelah ditembak selama pertempuran sengit dengan pasukan Jepang.

Musim panas lalu sebuah tim ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography di University of California San Diego dan University of Delaware menemukan buritan kapal perusak USS Abner Read, yang dihancurkan oleh tambang Jepang di Kepulauan Aleutian yang terpencil.

Tujuh puluh satu nyawa melayang setelah insiden pada 18 Agustus 1943, meskipun kepahlawanan para kru membuat Abner Read tetap bertahan. Para pelaut bekerja dengan cepat untuk menopang kerusakan dan menjaga bagian utama lambung Abner Read kedap air. Dua kapal Angkatan Laut AS di dekatnya menarik perusak kembali ke pelabuhan.

Juga tahun lalu, misteri tentang nasib kapal yang hilang selama misi penyelamatan Perang Dunia II akhirnya terpecahkan.

Bangkai Empire Wold armada Angkatan Laut Kerajaan, ditemukan oleh penjaga pantai di lepas pantai Islandia. Kapal itu tenggelam pada 10 November 1944, bersama 16 awaknya.

Sebuah pesawat tempur Spitfire Perang Dunia II yang sangat langka diterbangkan oleh seorang pilot yang kemudian mengambil bagian dalam "Great Escape" juga ditemukan dari lereng gunung Norwegia yang terpencil tahun lalu.

Warga Arizona Bersiap Hadapi Badai Musim Dingin

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Kemenhub Gratiskan Pengukuran Kapal Nelayan
Artikel Selanjutnya
100 Kapal hingga Gerai Maritim Dukung Tol Laut pada 2019