Sukses

Ingin Melihat Supermoon Darah atau Super Blood Wolf Moon via Online? Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta - Gerhana Bulan Total masih menjadi peristiwa alam yang menakjubkan untuk ditonton umat manusia. Pada Januari tahun ini, Supermoon akan kembali menyapa penduduk Bumi pada tanggal 20 dan 21 waktu setempat.

Supermoon yang kini dikenal sebagai Super Blood Wolf Moon atau Supermoon Darah, bisa disaksikan jelas oleh orang-orang yang berada di Amerika Utara dan Selatan, jika cuacanya juga memungkinkan.

Tetapi, jika Pertiwi belum memberikan Anda kesempatan untuk menatap fenomena langit ini, jangan khawatir. Anda dapat melihatnya dengan perangkat digital melalui siaran web (webcast) gratis.

Pada 20 Januari malam waktu lokal, Supermoon Darah dimulai hanya beberapa menit setelah pukul 22.30 EST (10.30 WIB pada 21 Januari), Bulan akan terlihat semakin gelap. Matahari, Bumi, dan Bulan akan menyatu dalam keselarasan kosmik yang sempurna untuk menciptakan Gerhana Bulan Total.

Saat sinar matahari melewati atmosfer Bumi, cahaya itu akan memantul. Sinar biru, yang terlihat pada siang hari, lantas tersebar. Sedangkan warna merah yang menyertai matahari saat terbenam dan terbit, dihempaskan ke ruang angkasa.

Selama fase Bulan purnama, sisi Bulan yang berada dekat mentari, sepenuhnya diterangi oleh pusat Tata Surya ini, karena Bulan melewati atau berada di bawah bayangan Bumi. Tetapi kadang-kadang, Bulan melakukan perjalanan --sebagian atau seluruhnya-- melalui bayangan berwarna tembaga dari planet ini.

Untuk mengetahuinya, observatorium daring (online) Slooh, akan membuka webcast gratis di situsnya: Slooh.com. Selain itu, webcast ini juga akan muncul di beranda Space.com.

Layanan teleskop daring Slooh akan memulai cakupannya pada 20 Januari tepat pukul 22.30 EST (10.30 WIB 21 Januari).

"Kami menyiarkannya secara langsung sehingga orang-orang dari seluruh dunia, tidak peduli lokasi geografis mereka, dapat menyaksikan fenomena ini secara bersama-sama," kata salah satu 'astronom' di Slooh, Paige Godfrey, seperti dikutip dari situs Space.com, Minggu (20/1/2019).

Godfrey dan astronom Slooh lain, Paul Cox dan Helen Avery, akan membahas dampak Supermoon terhadap ilmu pengetahuan dan budaya tiap negara.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Cara Lain

Pada dini hari antara Minggu, 20 Januari dan Senin, 21 Januari, Bulan akan melewati bayangan Bumi. Siapa pun yang ada di Amerika Utara dan Selatan --serta sebagian dari Eropa Utara dan pantai barat laut Afrika-- akan dapat melihat gerhana penuh, yang seluruhnya akan menutupi badan satelit alam Bumi ini selama 1 jam 2 menit.

Di sisi lain, The Exploratorium di San Francisco akan memanfaatkan Facebook untuk menyuguhkan seecara langsung Super Blood Wolf Moon. Akan diadakan siaran pada 20 Januari pukul 22.30 EST (21 Januari 10.30 WIB), saat Bulan bergerak ke wilayah gelap bayangan Bumi, yang disebut umbra.

"The Exploratorium akan menyiarkan pemandangan Bulan lewat teleskop kami, secara langsung, dari Pier 15 di Embarcadero, San Francisco," ucap perwakilan museum tersebut melalui situs web mereka. Museum juga akan ditutup selama kegiatan ini.

Sementara itu, The Virtual Telescope Project akan bekerja sama dengan para ahli astrofotografi untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total dari Amerika Serikat dan Panama, agar bisa mengirimkan "umpan" langsung dari peristiwa angkasa tersebut dan turut serta menyiarkannya.

The Virtual Telescope Project adalah proyek layanan pengamatan langit yang dikelola oleh astronom Italia, Gianluca Masi.

Griffith Observatory di Los Angeles, yang terletak di lereng selatan Mount Lee, kawasan Hollywood Hills, Pegunungan Santa Monica, juga bakal menyiarkan fenomena alam Supermoon Darah, yang dimulai ketika Bulan terbit di West Coast, sekitar pukul 20.10 EST pada 20 Januari (08.10 WIB pada 21 Januari).

Anda dapat menemukan peta global, materi interaktif, dan data Gerhana Bulan Total di TimeandDate.com. Situs web ini juga akan menampilkan streaming langsung. Selain itu, periksa aplikasi Weather Channel untuk siaran langsung lainnya.

Loading