Sukses

Hindari Tragedi Rasisme Starbucks, China Buka Banyak Toilet Umum

Liputan6.com, Beijing - Belum lama ini ada pemberitaan seputar dua pria kulit hitam ditangkap ketika sedang menunggu teman di salah satu gerai Starbucks di Philadelphia, AS. Insiden itu terekam kamera amatir yang kemudian beredar di media sosial dan viral.

Sementara itu, ada juga tiga wanita kulit hitam yang diusir dan ditangkap karena menggunakan toilet di sebuah restoran.

Namun, saat masalah rasisme muncul dan jadi bahan perbincangan, pemerintah China malah membuat kebijakan baru soal toilet.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Rabu (30/5/2018), pemerintah China berinisiatif melakukan gerakan sosial dengan membuat sejumlah toilet di tempat umum, sehingga siapa saja bisa buang air pada tempatnya.

Gerakan ini dinamai sebagai 'revolusi toilet' dan telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Kampanye ini sendiri diluncurkan oleh Presiden China Xi Jinping pada tahun 2015 dan sejak saat itu telah ada sejumlah toilet umum baru yang dibuat dan sedikitnya 70 ribu toilet umum yang diperbaiki.

Dalam beberapa minggu terakhir, pihak berwenang di lima kota telah mengumumkan rencana untuk membuat ribuan lebih toilet di tempatnya masing-masing.

Sementara itu, pemerintah Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China Timur telah menandatangani kesepakatan dengan 64 toko, hotel dan gedung pemerintahan untuk membuka fasilitas toilet mereka pada publik.

Lewat kesepakatan ini, bangunan-bangunan di China akan memasang papan iklan yang menuliskan bahwa di tempat mereka terdapat toilet yang terbuka untuk umum.

Tak hanya dibuka saja, toilet-toilet ini juga dirawat sebaik mungkin sehingga pengguna juga akan merasa nyaman saat buang air.

Dina Lin (30), seorang penduduk di Hangzhou menyambut baik kebijakan program toilet umum sehingga banyak orang yang tidak kebingungan apabila ingin buang air.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

3 Wanita Kulit Hitam di AS Ditangkap

Sebelumnya, tiga orang wanita kulit hitam di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat mengklaim bahwa dirinya mendapat perlakuan tidak wajar dari petugas keamanan di sebuah restoran.

Ketiga wanita tersebut mengaku telah ditangkap dan ditahan di kantor polisi gara-gara menggunakan toilet terlalu lama.

Dikutip dari laman Indy100.com, atas perlakuan tersebut, Brittany Lucio, Asia'h Sharrell Epperson dan Erica Walker sedang mengajukan banding ke pengadilan Georgia, Amerika Serikat.

Menurut pengakuan tiga wanita itu, mereka tiba di restoran sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat karena salah satu dari mereka ingin menggunakan toilet. Sementara yang lain menunggu di tempat makan.

Tak lama, ada seorang petugas yang datang dan marah-marah sambil mengusir ketiganya.

"Aku sempat berteriak ketika salah seorang petugas memegang erat pergelangan tanganku," ujar Lucio.

Karena tidak mau pergi, Lucio kemudian memukul tepat di bagian mulut petugas itu. Namun, semakin dipukul petugas keamanan itu semakin menjadi. Petugas pun akhirnya menangkap tiga wanita itu dan dibawa ke kantor polisi.

Kasus ini menyita perhatian publik setelah rekaman pertengkaran di restoran tersebut beredar di media sosial.

Banyak netizen di Amerika Serikat yang mengecam penangkapan tanpa alasan yang jelas tersebut. Kini, masalah itu terus bergulir dan belum diketahui siapa yang harus bertanggung jawab atas masalah ini.

  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • Toilet
Loading
Artikel Selanjutnya
Maija Xian, Tren Perut Langsing Berotot yang Tengah Digemari Wanita di China
Artikel Selanjutnya
Jendela Retak, Pesawat China Putar Balik