Sukses

Korban Tewas Badai Irene Jadi 14 Orang

Liputan6.com, Washington DC: Jumlah korban meninggal dalam topan Irene telah meningkat menjadi 14 orang di seluruh lima negara bagian di wilayah timur Amerika Serikat. Demikian diungkapkan para pejabat pusat darurat, Ahad (28/8). Sementara, topan itu berkurang kecepatannya menjadi badai tropis, yang melewati Kota New York [baca: Badai Irene Hantam New York].

Setengah dari mereka yang meninggal berada di Carolina Utara, tempat Irene terjadi Sabtu pagi, dengan kecepatan angin 140 kilometer per jam sebelum bergerak menuju kawasan pantai di bagian timur dan menimpa New York.

Jumlah korban tewas bertambah dari delapan pada Sabtu malam dengan korban baru termasuk seorang pria terkena pohon tumbang di Carolina Utara, seorang wanita di Maryland terkena reruntuhan cerobong asap dan seorang pria meninggal akibat kebakaran yang terkait badai di Connecticut.

Juru bicara Manajemen Bencana Carolina Utara Brad Deen mengatakan satu di antara enam korban yang meninggal di negara bagiannya adalah seorang pria yang terkena serangan jantung pada Jumat silam. Ketika itu korban sedang memaku tripleks di jendelanya sebagai persiapan menghadapi topan itu.

Dua orang juga meninggal di negara bagian itu dalam kecelakaan terpisah saat mengemudi. Seorang lagi meninggal di Carolina Utara, adalah seorang pria yang tertimpa pohon jatuh. Saat itu dia sedang memberi makan binatang-binatang peliharaannya di luar rumah.

Seorang peselancar juga dilaporkan tewas digulung ombak besar ketika berselancar di lepas pantai Florida pada Jumat. "Kami telah mengeluarkan peringatan agar waspada sebelum masuk ke air," William Booher, seorang pejabat pusat darurat.

Topan Irene terus bergerak ke kawasan pesisir timur di negara-negara bagian Connecticut, Rhode Island dan Massachusets, Minggu.

Para pejabat memperingatkan kerusakan akibat banjir dari hujan deras Irene mungkin dirasakan berhari-hari, dan jutaan orang akan hidup tanpa aliran listrik.

Sementara di New York, badai tropis itu melanda kota terbesar di AS tersebut pada Ahad dan menimbulkan kerusakan. Banjir terjadi di beberapa lokasi di bagian selatan dan timur Manhattan, dengan insiden lebih serius di Brooklyn, tempat pusat hiburan Coney Island tergenang banjir

Banjir besar terjadi khususnya di kawasan rendah di bagian selatan Long Island. Angin kencang diperkirakan terjadi di New York hingga Minggu malam dan kecepatannya berkurang ketika ke arah Boston. Tapi topan pertama yang melanda "Big Apple" untuk satu generasi sejauh ini tampaknya telah menimbulkan ketakutan.

Wali Kota Michael Bloomberg, yang pernah dikritik karena tanggapan lamban kota itu atas badai salju musim dingin lalu, telah mengeluarkan instruksi antara lain penutupan seluruh sistem transportasi massal pada sabtu dan memerintahkan 370 ribu orang dievakuasi dari rumah-rumah mereka.

Di New Jersey, Gubernur Chris Christie memerintahkan evakuasi satu juta penduduk dari kawasan di tepi pantai. Kereta api bawah tanah di New York, bus dan feri Staten Island ditutup. Begitu juga semua bandar udara, yang melumpuhkan kawasan itu. The Holland Tunnel dan sebagian the George Washington Bridge, yang menghubungkan New York ke New Jersey, ditutup sebentar pada Minggu.

Bursa Saham New York menyatakan pihaknya akan buka kembali pada Senin. Namun, para pejabat kota itu memperingatkan bahwa alat transportasi ke New York bisa menjadi suatu mimpi buruk karena belum ada indikasi segera kapan alat transportasi publik kembali berjalan normal.(ANS/Ant/AFP)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.