Sukses

24-4-1975: Kedubes Jerman Barat di Swedia Diserbu Kelompok Militan Sayap Kiri

Liputan6.com, Stockholm - Pada hari ini, tepat 43 tahun silam, ketegangan di Kedutaan Jerman Barat di Stockholm, Swedia, berakhir dengan kekerasan. Setidaknya, tiga orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Kejadian yang dimaksud adalah enam anggota Baader-Meinhof menahan 11 orang sandera, termasuk di antaranya Duta Besar Jerman untuk Swedia, Dietrich Stoecher. Mereka ditawan nyaris 12 jam. 

Keenam anggota Baader-Meinhof itu adalah Karl-Heinz Dellwo, Siegfried Hausner, Hanna-Elise Krabbe, Bernhard Rössner, Lutz Taufer dan Ulrich Wessel. 

Baader-Meinhof atau Baader-Meinhof Gang atau The Red Army Faction merupakan organisasi militan sayap kiri Jerman Barat yang didirikan pada 1970. Kelompok itu menuntut pembebasan 26 rekan mereka yang saat itu mendekam di penjara di Jerman.

Empat di antara rekan mereka yang ditahan adalah pendiri kelompok itu, yakni Gudrun Ensslin, Andreas Baader, Ulrike Meinhof dan Jan-Karl Raspe.

Pemerintah Jerman sendiri ingin menghindari "penghinaan" kedua setelah sebelumnya terpaksa melepas lima tahanan Baader-Meinhof sebagai ganti pembebasan pemimpin oposisi, Peter Lorenz.

Lorenz diculik dua bulan sebelumnya. Karenanya, Jerman menolak tuntutan teranyar Baader-Meinhof.

Menteri Kehakiman Swedia, Lennart Gerjer, ditugaskan untuk menyampaikan sikap Jerman tersebut pada para penyandera di kedutaan.

"Sulit bagi mereka memercayainya! Kami sampaikan pada mereka, satu-satunya hal realistis yang bisa mereka lakukan adalah meninggalkan negara ini (Swedia) dan pemerintah Swedia siap membantu mereka terkait itu dengan syarat mereka membebaskan sandera," kata Gerjer. Demikian Today in History 24 April seperti dilansir BBC On This Day.

Para penyandera memperingatkan polisi Swedia untuk mundur atau mereka akan menghabisi nyawa sandera, namun perintah tersebut diabaikan aparat. Akhirnya, Andreas Baron von Mirbach, atase militer Jerman, ditembak mati.

Kemudian, kelompok Baader-Meinhof diberitahu bahwa Kanselir Jerman Helmut Schmidt tidak siap untuk bernegosiasi dengan mereka. Penolakan ini kembali dibalas dengan kematian. Kali kedua yang ditembak adalah atase ekonomi. Ia didor tiga kali. Dan setelahnya para penyerang mengumumkan bahwa mereka akan mengeksekusi satu per satu sandera hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Ketika polisi Swedia bersiap menyerbu gedung kedutaan, serangkaian ledakan dinamit mengguncang bangunan itu. Usut punya usut, ternyata salah seorang penyerang, Ulrich Wessel, tanpa sadar menjatuhkan sebuah granat, memicu serangkaian ledakan lain. Kelak Wessel tewas dirumah sakit akibat menderita luka parah.

Pada akhirnya, para penyerang dideportasi ke Jerman Barat. Mereka dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sementara itu, Siegfried Hausner, meninggal di tahanan akibat luka-luka yang dideritanya.

Adapun persidangan terhadap ke-26 rekan mereka dimulai pada 1976 dan berlangsung selama dua tahun. Itu disebut sebagai sidang terpanjang dan termahal dalam sejarah Jerman Barat.

Geng Baader-Meinhof terus aktif hingga awal 1990-an, ketika akhirnya dibubarkan.

1 dari 2 halaman

Peristiwa Sejarah Lainnya

Peristiwa lainnya yang terjadi pada 24 April, tepatnya tahun 1955 adalah Konferensi Asia Afrika ditutup dengan hasil mendukung kedamaian dan kerja sama dunia, tertuang dalam Dasasila Bandung.

Dan dalam kejadian berpisah, yakni pada 24 April 1967, Vladimir Komarov mengalami kejadian nahas. Kosmonot Rusia itu tewas dalam perjalanan kembali ke Bumi dari angkasa luar. Ia menjadi manusia pertama yang tewas dalam misi antariksa.

Pemerintah Uni Soviet mengumumkan bahwa pesawat ulang-alik yang ditumpangi Komarov mengalami catastrophic failure atau kegagalan katastropik saat baru saja menembus atmosfer Bumi.

Saat kondisi genting tersebut, parasut yang berfungsi untuk memperlambat laju pesawat tak kunjung terbuka. Sehingga pesawat menghantam daratan Siberia. Dan Komarov yang berada di dalamnya tewas seketika.

Artikel Selanjutnya
Dubes AS Berpose dengan Poster Lanskap Kota Yerusalem Tanpa Masjid Al Aqsa
Artikel Selanjutnya
Arab Saudi Klaim Cegat Tembakan Rudal Houthi ke Kamp Militer