Sukses

Punya 2 Warna Mata Berbeda, Gadis Asal Filipina Ini Mendadak Tenar

Liputan6.com, Bacolod - Warna mata manusia bermacam-macam. Tergantung suku dan ras. Warna mata orang Asia tentu berbeda dengan warga Eropa kebanyakan.

Meski punya warna yang berbeda-beda, lazimnya masing-masing orang akan punya satu warna saja. Tetapi, hal berbeda malah dialami oleh seorang gadis berusia 14 tahun asal Bacolod, Filipina.

Dikutip dari laman Kickerdaily.com, Rabu (14/3/2018), gadis berparas cantik itu bernama Julia Ostan.

Ia terlihat spesial karena memiliki pupil coklat sebelah kanan dan biru di sebelah kiri. Dalam dunia medis, kasus ini kelain pada mata ini sering dianggap sebagai heterochromia.

Julia Ostan (Facebook/Julian Ostan)

Orang yang mengidap kelainan ini akan mempunyai warna mata yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Meski kondisi semacam ini dikenal dalam dunia kedokteran, penderitanya tak akan merasa sakit atau mengalami gangguan penglihatan. Semua berjalan dengan normal.

Karena terlalu spesial, Ostan menjadi terkenal hinggal banyak media yang mengangkat kisahnya. Ia pun juga kerap dijadikan sebagai objek foto favorit bagi sejumlah fotographer.

Walaupun penampilannya berbeda dari anak-anak lain, Ostan tetap dikenal apa adanya. Bahkan ia menjuarai berbagai macam kontes bakat. Tak hanya itu, ia juga unggul di bidang akademis.

Para ahli mengatakan bahwa kondisi Ostan (Heterochromia Iridum) biasanya tak menimbukan ancaman kesehatan secara keseluruhan.

Namun disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter mata demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

1 dari 2 halaman

Kisah Perempuan Tak Bervagina yang Ingin Miliki Anak

Kisah wanita lain yang memiliki kelainan pada organ tubunya adalah Devan Merck.

Kehidupan Devan Merck kecil tak sama dengan gadis seusianya. Ia memiliki kondisi fisik aneh, di mana Devan dilahirkan tanpa vagina.

Kondisi tersebut membuat kehidupan masa sekolah perempuan yang kini berusia 23 tahun itu sengsara.

Tak hanya dibully oleh rekan sekolahnya, Devan juga kesulitan untuk mendapatkan pacar. Namun pada saat ia memiliki kekasih, hubungannya tak akan berlangsung lama.

Hal tersebut terjadi karena Devan tak memiliki vagina dan tak bisa berhubungan seks.

Namun semua itu berubah saat Devan lulus sekolah dan mulai bertemu dengan Trent, seorang anggota militer yang 5 tahun lebih tua darinya.

Selama bertahun-tahun aku dibully dan merasa berbeda. Anak-anak akan memanggilku 'laki-laki' dan 'aneh'. Sementara pria akan menjauh ketika tahu aku tak bisa berhubungan seks," ujar Devan.

"Namun semua itu berubah ketika aku bertemu dengan Trent. Baru-baru ini kami juga mendapatkan informasi bahwa aku memiliki kedua ovariumku," sambung Devan, sperti dikutip dari News.com.au.

Trent yang mencintai kekurangan dan kelebihan Devan memilih untuk menikahi gadis itu. Keduanya hidup bahagia.

Suatu hari dokter memberitahu bahwa kedua indung telur Devan masih berfungsi. ia bisa memiliki anak bilogis bersama suaminya.

Dokter mngusulkan untuk melakukan bayi tabung, atau menemukan ibu pengganti untuk mengandung anak mereka.

Devan mengatakan bahwa dia selalu mendambakan menjadi seorang ibu, menjadi wanita seutuhnya.

"Tak ada yang kuinginkan selain memberikan anak kepada suamiku dan memulai kehidupan keluargaku sendiri. Aku mulai melihat harapan itu akan terpenuhi," kata Devan.

Devan kini telah menjalani proses IVF (In Vetro Fertilization), dan diharapkan akan melahirkan anak pertamanya pada Desember 2017.

"Aku sangat bangga memiliki anak seperti Devan. Dia tak pernah menyerah dan merupakan lambang cinta," kata Gina, ibu Devan.

"Aku tak sabar menanti kedatangan cucuku dan melihat bagaimana hubungannya dengan ibunya sendiri," ujar perempuan 45 tahun itu.

Artikel Selanjutnya
Canggih, Obat Tetes Ini Bisa Gantikan Peran Kacamata
Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Temukan Cairan yang Bisa Perbaiki Kornea Mata yang Rusak