Sukses

Ini 5 Alasan Berat Badan Tak Kunjung Turun Meski Sudah Diet

Liputan6.com, Atlanta - Diet untuk menurunkan berat badan masih dianggap sebagai hal yang sulit bagi banyak orang. Hal itu dibuktikan dengan masih meningkatnya angka obesitas di seluruh dunia.

Menurut statistik terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setiap dua dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kelebihan berat badan (overweight) -- didasarkan pada indeks massa tubuh (BMI). Sementara itu 36,5 persen orang dewasa mengalami obesitas, atau mereka yang memiliki BMI lebih dari 30.

Berdasarkan laporan Journal of the American Maedical Association, sekitar setengah orang dewasa yang overweight dan obesitas berusaha diet untuk menurunkan berat badan.

Namun lagi-lagi, banyak dari mereka yang sulit menurunkan berat badan. Dr. Melina Jampolis mencoba menjawab penyebab di balik hal itu, setelah hampir dua dekade membimbing para pasiennya untuk menurunkan berat badan, dan juga kerja sama dengan pakar nutrisi dan pengobatan untuk obesitas.

Jampolis membuat daftar beberapa alasan yang membuat seseorang kesulitan menurunkan berat badan, meskipun mereka menganggap telah diet dengan benar. Dikutip dari CNN, Rabu (13/12/2017), berikut 4 penyebabnya:

1 dari 3 halaman

'Amnesia' Kalori

1. 'Amnesia' Kalori

Orang-orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, terkadang 'amnesia' atau lupa dengan jumlah kalori yang telah mereka asup. Menurut Jampolis, itu merupakan kesalahan paling umum dan sebenarnya mudah untuk diubah.

Jumlah kalori yang diasup menjadi hal penting untuk menurunkan berat badan, terlepas dari beberapa klaim diet populer.

Orang sering lupa bahwa makanan yang mereka konsumsi di jeda waktu makan, dapat berpengaruh terhadap berat badan secara signifikan jika makanan itu mengandung kalori tinggi atau sering dikonsumsi.

2. Lupa Diet Saat Akhir Pekan

Merupakan masalah yang sangat umum dan sedikit lebih menantang untuk diperbaiki bahwa selama akhir pekan, mereka yang sedang diet jam dan porsi makannya jadi kurang terstruktur.

Makan dan minum yang terlalu bebas saat akhir pekan, membuat diet yang telah Anda lakukan selama hari kerja bisa sia-sia.

Meski demikian, Jampolis tak berharap bahwa seseorang diet secara sempurna sepanjang waktu. Cheating atau keluar dari jadwal diet secara ringan juga diperlukan.

National Weight Control Registry menyebut, mereka yang berhasil menurunkan berat badannya mempertahankan diet yang cukup konsisten, tak hanya dilakukan pada hari kerja.

3. Obat yang Dikonsumsi Tak Mendukung Tubuh untuk Menurunkan Bobot

Sebagian besar dokter tak mendapatkan pelatihan yang memadai mengenai gizi dan pengobatan obesitas. Banyak yang tak sadar bahwa obat yang mereka resepkan dapat membuat bobot tubuh bertambah atau membuat upaya menurunkan berat badan jadi lebih sulit.

Menurut Presiden Obesity Society, Dr Caroline Apovian, obat-obatan yang sering diresepkan dapat menyebabkan penambahan berat badan. Beberapa di antaranya adalah sejumlah obat anti-depresan, darah tinggi, dan kontrasepsi.

2 dari 3 halaman

Resisten Insulin

4. Terlalu Banyak Makan Makanan Baik

Rekomendasi mengenai lemak yang harus dikonsumsi saat diet menurunkan berat badan telah berubah dalam beberapa dekade terakhir. Sejumlah ilmuwan pun menemukan bahwa lemak tak jenuh, termasuk kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan minyak zaitun memainkan peran penting dalam diet sehat.

Namun, Anda bisa dengan mudah mengonsumsi terlalu banyak lemak sehat serta makanan sehat lain, termasuk whole grain.

Lemak memiliki lebih dari dua kali lipat kalori dibanding karbohidrat atau protein, meski tergolong makanan sehat, sehingga berat badan akan bertambah dengan cepat.

5. Tubuh Resisten Terhadap Insulin

Tubuh yang resisten terhadap insulin merupakan masalah juga dihadapi Jampolis dan rekannya yang merupakan Presiden National Board of Physician Nutrition Specialists, Dr Michael Rothkopf. Mereka menegaskan, hal tersebut menjadi alasan yang sering diabaikan mengapa seseorang sulit menurunkan berat badan.

Menurut CDC, sekitar 30 persen orang dewasa dan hampir 70 persen orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan memiliki sindrom metabolik, yakni kumpulan kelainan yang sangat terkait dengan resistensi insulin dan produksi insulin berlebih.

Insulin menekan pelepasan lemak yang tersimpan dan mendorong pembentukan lemak dari gula. Metabolisme seseorang yang memiliki resistensi atau kelebihan insulin justru akan cenderung menyimpan lemak, bukan melepaskannya.