Sukses

Mahasiswa Indonesia di Pinggiran Kairo Cemas

Liputan6.com, Kairo: Evakuasi warga negara Indonesia dari Mesir, terus berlangsung. Kendati demikian, sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang menimba ilmu di Negeri Piramida mengaku cemas. Mereka khawatir menyusul kondisi politik dan keamanan di Mesir yang terus bergolak.

Maulana Yusuf Alamsyah, misalnya. Di tengah sulitnya akses komunikasi dan internet, mahasiswa asal Sukabumi, Jawa Barat ini berhasil mengirim surat elektronik (surel) kepada Liputan6.com, Kamis (3/2). Dalam surelnya, ia mengaku sebagai mahasiswa Universitas Al-Azhar Asy-Syarif tingkat pertama di Fakultas Ushuluddin.

Berikut petikan surel dari Maulana Yusuf Alamsyah:

"Saya tinggal di Mansoura, Daqahliyah, sekitar tiga jam dari Kairo. Saya bersama teman saya belum ada kepastian kapan kami dievakuasi. Menurut berita yang kami dengar dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Kairo, yang di daerah akan dievakuasi terakhir. Kami sudah tidak tahan lagi, kami sudah tidak tahan mendengar suara tembakan setiap malam, suara ambulans, dan tank-tank yang berlalu lalang di depan kami. Saya mohon...untuk membantu evakuasi kami yang di daerah."

Seperti diberitakan sebelumnya, kemarin siang, sebanyak 415 warga Indonesia yang dievakuasi dari Mesir tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kedatangan mereka disambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri [baca: Ratusan Warga Indonesia Tiba dari Mesir].

Adapun data resmi KBRI mencatat, saat ini terdapat 6.149 warga Indonesia di Mesir. Sebagian besar terdiri dari pelajar dan mahasiswa Universitas Al-Azhar. Pemerintah Indonesia pun menempatkan sejumlah pos koordinasi induk untuk evakuasi warga Indonesia di Mesir. Posko induk berada di Distrik Nasr City, Distrik Doski, DiStrik Gargen City, dan di luar kota Kairo, seperti di Kabupaten Tonto dan Zaqoziq [baca: Pemerintah Indonesia Dirikan Posko Induk di Mesir].(ANS)