Sukses

AS dan Malaysia Rilis Imbauan Keamanan Pasca-Bom Kampung Melayu

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dikejutkan dengan adanya ledakan bom Kampung Melayu yang terjadi pada 24 Mei 2017 sekitar pukul 21.00. Peristiwa itu menewaskan lima orang, tiga di antaranya polisi dan dua lainnya adalah pelaku bom bunuh diri.

Bom Kampung Melayu juga melukai setidaknya 10 orang. Lima korban luka merupakan anggota kepolisian, sementara lima lainnya warga sipil.

Kejadian itu langsung ditanggapi Pemerintah Inggris dan Australia dengan mengeluarkan travel advice atau imbauan perjalanan bagi warganya yang berada di Indonesia.

Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia juga mengeluarkan imbauan keamanan menyusul terjadi bom Kampung Melayu.

"Seluruh pengunjung atau warga negara AS yang bermukim di Indonesia harus meninjau rencana keamanan pribadi, mengambil langkah yang tepat untuk meningkatkan keamanan pribadi, dan berhati-hati dalam pertemuan besar," ujar Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat dalam situsnya.

"Warga negara AS didorong untuk memantau media dan sumber informasi lokal dan memasukkan informasi terkini ke dalam rencana dan aktivitas perjalanan pribadi."

"Masalah keamanan khusus harus ditujukan kepada otoritas penegak hukum Indonesia yang bertanggung jawab atas keselamatan semua pengunjung ke Indonesia," demikian imbauan keamanan yang dikeluarkan Amerika Serikat.

Dalam imbauan tersebut, Kedubes AS juga menyertakan sejumlah kontak dan alamat yang dapat dihubungi terkait dengan keamanan di Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengonfirmasi tidak ada warga negaranya yang menjadi korban bom Kampung Melayu dan pihaknya terus memantau peristiwa tersebut.

"Kedutaan Malaysia di Jakarta memantau dengan ketat peristiwa. Warga Malaysia yang berada atau bertempat tinggal di dekat tempat kejadian diimbau untuk terus waspada dan melapor ke Kedutaan Malaysia di Jakarta," demikian keterangan yang dikeluarkan Kemenlu Malaysia pada 25 Mei 2017.

Hingga saat ini belum diketahui siapa dalang di balik teror bom Kampung Melayu. Meski sejumlah pihak menuding ISIS sebagai pelakunya, kebenarannya belum dapat diverifikasi.

Loading