Sukses

6 Artis Hollywood Ini Ternyata Punya Masa Lalu Kelam

Liputan6.com, Jakarta - Berpenampilan glamor, terkenal hingga pelosok dunia, dipuja, serta bergelimang harta--kehidupan para artis Hollywood ternyata tak selalu gemerlap.

Seperti halnya manusia lainnya, para selebritas juga bisa punya masa lalu kelam atau pernah mengalami kejadian traumatis yang membekas dalam ingatan mereka.

Ada yang memilih untuk menjaga privasi, menutup rapat-rapat kejadian tersebut sembari memulihkan trauma, lainnya bicara terbuka dan berbagi pengalaman pada dunia.

Siapa saja para artis Hollywood pernah mengalami kejadian traumatis dan berhasil melaluinya, seperti Liputan6.com kutip sebagian dari situs The Richest, Rabu (18/1/2017):

2 dari 7 halaman

1. Lady Gaga

Nama aslinya Stefani Joanne Angelina Germanotta. Namun, dunia lebih mengenalnya sebagai Lady Gaga, penyanyi yang kerap tampil dengan dandanan heboh -- yang membuatnya dianggap jadi ikon fashion.

Siapa sangka, sang bintang menyimpan luka di hatinya. Pada usia 19 tahun, Lady Gaga menjadi korban pemerkosaan.

Karena itulah ia sempat menderita gangguan stres setelah trauma (post-traumatic stress disorder).

"Saya menderita penyakit mental. Saya menderita PTSD. Saya belum pernah menceritakan ini kepada siapapun," kata dia usai mengunjungi mengunjungi panti penampungan tuna wisma LGBT pada November 2016, seperti dikutip dari BBC.

Penyanyi Lady Gaga berbusana serba hitam dan membawa bendera AS berunjuk rasa di depan Trump Tower, New York City, AS (9/11). Sebagai bentuk protesnya, Gaga mengangkat poster bertuliskan “Love Trumps Hate.”( AFP PHOTO/Dominick Reuter)

Baru dua tahun sebelumnya, Lady Gaga membuka diri tentang kejahatan seksual yang pernah dialaminya.

Perempuan yang lahir pada 28 Maret 1986 itu sebelumnya menyimpan rapat-rapat trauma yang ia alami selama 7 tahun. Tak jarang ia yang sejatinya adalah korban menyalahkan dirinya atas kejadian tersebut.

Musik untuk Lady Gaga tak hanya menjadi penyaluran bakat atau mesin penghasil uang, melainkan bagian dari terapi -- selain meditasi.

Tak hanya menjadi seniman, Lady Gaga aktif dalam kegiatan amal dan gerakan pembelaan terhadap kaum LGBT.

Ia juga ikut turun ke jalan memprotes kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS. Poster bertuliskan 'Love Trumps Hate' ia pampang.

Bukan hanya lantaran dia adalah pendukung Hillary Clinton, namun ia menilai, Trump -- yang kerap melontarkan kata-kata tak pantas bahkan menghina kaum hawa -- tak layak jadi presiden.

3 dari 7 halaman

2. Travis Barker

Travis Barker adalah drummer terkenal sekaligus anggota band rock asal Amerika Serikat Blink-182.

Pada 19 September 2008, namanya ada dalam berita utama media masa di seluruh dunia. Bukan soal karier bermusiknya, melainkan ia ada dalam daftar korban kecelakaan pesawa Learjet 60 yang menewaskan empat orang.

Beruntung, Barker menjadi satu dari dua korban selamat dalam musibah tersebut.

Kapal terbang tersebut mengalami kecelakaan sebelum lepas landas dan terbakar di landasan.

"Pesawat terbakar, demikian juga dengan tanganku. Kemudian, aku melepas sabuk pengaman dan melompat keluar," kata Barker seperti dikutip dari ABC News.

Travis Barker (irockphotos.net)

Lalu, tubuhnya yang basah oleh avtur terbakar hebat. "Aku telanjang bulat kala itu...berlari sambil memegangi alat kelaminku, entah mengapa aku tak tahu," tambah Barker.

Pria bertato itu mengaku lari kesetanan karena mengingat keluarganya. "Aku tak peduli pada apapun. Aku hanya ingin lebih lama bersama ayah, adik perempuan, Shanna, juga tiga anakku."

Dalam kondisi setengah sadar, sang drummer kemudian sadar ia berada di luar pesawat yang terbakar. "Kemudian, jet itu meledak."

Barker kemudian menjalani perawatan luka bakar 65 persen selama empat bulan setelah kecelakaan dan menjalani 27 operasi.

Setelah pulih, ia kembali ke dunianya: musik.

4 dari 7 halaman

3. Patrick Stewart

Patrick Stewart adalah aktor asal Inggris yang malang melintang di panggung sandiwara, televisi, juga film di Hollywood.

Atas kiprahnya, ia dijuluki Best Dramatic Television Actor of the 1980. Ratu Inggris Elizabeth II juga menganugerahkan gelar kebangsawanan untuknya: Sir.

Namun, tak banyak yang tahu, pemeran Captain Jean-Luc Picard dalam sejumlah film Star Trek itu punya masa lalu kelam. Meski, berulang kali ia mengemukakan kisah hidupnya itu, tentang kekerasan dalam rumah tangga yang ia saksikan sejak kecil.

"Saat masih kecil, aku menyaksikan kekerasan berulang yang dialami ibuku," kata dia.

Pelakunya adalah ayahnya sendiri. "Teror dan penderitaan yang ia sebabkan, membuatku berpikir jika aku sukses nanti, aku akan membunuhnya," kata dia menceritakan perasaannya saat kecil.

Patrick Stewart (Pinterest)

Stewart mengisahkan, ia terus berjuang mengatasi perasaannya itu. Sungguh tak menyenangkan bagi sosok belia yang dipaksa hidup di tengah lingkungan yang diwarnai ketidakpastian emosional, bahaya, juga penghinaan tahun demi tahun sejak berusia tujuh tahun.

"Naluriku saat anak-anak adalah untuk melindungi ibuku. Namun, pria yang menyakitinya adalah ayahku sendiri, yang kuhormati, kukagumi, sekaligus kutakui," tambah Stewart.

5 dari 7 halaman

4. Keanu Reeves

Perjalanan hidup Keanu Reeves tak kalah dramatis dari peran yang dimainkannya di layar lebar.

Antara tahun 1999 hingga 2001, aktor yang tenar lewat film Speed itu mengalami kehilangan beruntung.

Bayinya yang baru lahir meninggal dunia pada tahun 1999. Tak berapa lama kemudian, sang kekasih Jennifer Syme tewas dalam kecelakaan lalu lintas.

Meski Reeves dan kekasihnya telah putus kala itu, ia sangat terpengaruh oleh kehilangan tersebut.

Keanu Reeves

"Duka mungkin hadir dalam bentuk berbeda, namun itu tak pernah berakhir," kata dia.

"Orang-orang mungkin salah paham, dengan mengira seseorang bisa mengatasinya dan mengatakan, 'Itu sudah berlalu dan aku baik-baik saja saat ini'. Mereka salah. Saat orang yang kaucintai pergi, kau akan merasa sendirian," kata Reeves.

"Aku merindukan saat-saat aku menjadi bagian dari kehidupan mereka dan mereka yang telah pergi menjadi bagian dari saya."

Keanu Reeves mengaku merindukan banyak hal yang -- sayangnya -- tak mungkin terwujud.

6 dari 7 halaman

5. Charlize Theron

Sejumlah orang mungkin berpendapat, Charlize Theron adalah perwujudan manusia yang sempurna.

Namun, masa kecilnya jauh dari sempurna. Saat berusia 15 tahun, sebuah tragedi terjadi di keluarganya.

Suatu hari di tempat tinggalnya di Afrika Selatan, sang ayah pulang ke rumah dalam kondisi mabuk berat dan kasar.

"Ayahku adalah seorang pria besar, tinggi, kaki ramping, dan perut besar," kata dia.

"Ia bisa terlihat serius tapi juga suka tertawa dan menikmati hidup. Namun, ia punya penyakit, yakni kecanduan alkohol."

Pemain film The Devil's Advocate itu mengisahkan, malam itu ayahnya melepaskan tembakan, dari gerbang yang terkunci di depan rumah mereka dan di dapur.

Charlize theron (Foto: wallpapervortex.com)

Pria yang sedang mabuk itu kemudian menggedor pintu kamar. "Malam ini aku akan membunuh kalian dengan tembakan," teriaknya. Charlize Theron dan ibunya ada di dalam kamar.

Sang ibu, Gerda Aletta meraih pistol dan keluar. Perempuan itu kemudian menembak Charles hingga tewas.

Karena bertindak dengan alasan mempertahankan diri, Aletta tak dihukum karenanya.

"Aku tahu apa yang terjadi. Dan aku paham, ketika putriku dalam situasi yang sama seperti aku duku, aku pasti akan melakukan sesuatu," kata dia seperti dikutip dari International Business Times.

7 dari 7 halaman

6. Oprah Winfrey

Selama acara di Australia bertajuk An Evening with Oprah, Oprah Winfrey membuka diri tentang masa kecilnya yang tragis.

Ia pernah menjadi korban kejahatan seksual sebelum berusia 15 tahun.

"Aku pernah menjadi korban kejahatan seksual pada usia 9 tahun. Pelakunya adalah sepupuku sendiri," kata dia.

Tak hanya itu, sejumlah kerabatnya juga menjadikannya target kejahatan seksual.

"Aku pergi ke kamar dan menangis selama tiga hari. Aku merasa hancur. Terluka. Dikhianati. Kok tega orang-orang itu melakukannya," kata Oprah.

Oprah Winfrey. (Sumber oprah.com)

Ratu talk show tersebut kala itu membayangkan dirinya jadi objek bulan-bulanan orang-orang di jalan. "Bayangkan setiap orang yang kutemui menunjuk ke arahku dan berteriak, 'Hamil di usia 14 tahun, gadis brengsek...usir dia!'," tambah Oprah.

Namun, setelah dewasa, pada satu titik Oprah menyadari dengan membuka diri, berbagi pengalaman buruknya dengan orang lain, ia merasa bebas.

"Yang kupelajari dalam hidup, merahasiakan hal yang memalukan adalah beban terberat yang dirasakan seseorang."