Sukses

Kekerasan Berlanjut, Ribuan Etnis Uzbek Mengungsi

Liputan6.com, Taskhent: Ribuan warga dari etnis Uzbek melarikan diri dari negaranya, Kyrgyzstan akibat berlanjutnya aksi kekerasan etnik terhadap mereka. Lebih dari 30.000 pengungsi telah melarikan diri dari Kyrgyzstan dan masuk ke negara tetangga, Uzbekistan, menurut sebuah laporan media setempat pada Minggu (13/6).

Mereka tinggal di sebuah kamp pengungsi yang telah didirikan oleh pemerintah setempat atau di rumah kerabat. Gelombang pengungsian terjadi menyusul terjadinya bentrokan antara warga etnis Kyrgyzstan dan Uzbek, kelompok 2 etnis utama di bagian selatan negara itu.

Kekerasan yang berlangsung pada Minggu (13/6) malam mengakibatkan setidaknya 114 orang tewas dan sedikitnya 1.400 orang terluka. Kementerian luar negeri Uzbekistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa situasi ini sangat memperhatikan. Perwakilan dari etnis Uzbek yang telah melarikan diri meminta dukungan dari Presiden Uzbekistan, Islam Karimov.

Pemerintah Kyrgyzstan telah mengumumkan keadaan darurat dan pemberlakuan jam malam di kota-kota selatan Jalalabad dan Osh. Di sebelah selatan kota osh, dilaporkan tidak ada bentrokan baru setelah tentara Kyrgyz mendirikan pos-pos pemeriksaan dan menghentikan gerakan kelompok bersenjata. Namun tembak-menembak dan aksi pembakaran terus berlangsung di banyak negara bagian selatan Jalalabad.

Pemerintah Rusia telah mengirim pesawat berisi suplai medis ke daerah yang sedang terjadi konflik. Presiden Rusia juga berencana untuk membahas situasi ini dengan bekas negara Republik Soviet lainnya pada Senin ini (14/6).(NHK/MLA)