Sukses

ISIS Ancam AS: Kami Akan Menenggelamkanmu Dalam Darah

Liputan6.com, Washington DC- Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mendeklarasikan diri sebagai Daulah Islamiyah menyebar ancaman pada Amerika Serikat. Pada Senin kemarin, ISIS mengancam akan menyerang warga AS, 'di manapun' jika Negeri Paman Sam terus melakukan serangan terhadap para militan.

Video ancaman tersebut menyertakan foto sadis penyembelihan seorang warga AS selama pendudukan Amerika Serikat di Irak. Juga foto korban-korban penembak jitu (sniper) dan tank yang diledakkan di Irak.

Sebuah pernyataan dalam Bahasa Inggris disampaikan ISIS di Twitter, menggunakan hashtag #AmessagefromISIStoUS. Bunyinya: "we will drown all of you in blood” -- "Kami akan menenggelamkan kalian semua dalam darah".

Sementara itu, serangan udara AS ke target di Irak Utara membantu pasukan Kurdi merebut kembali sejumlah wilayah dari ISIS -- yang mengultimatum akan segera merangsek ke ibukota Baghdad.

Pesawat-pesawat militer AS sejauh ini telah melancarkan 35 seragan udara terhadap militan ISIS dalam kurun waktu 3 hari. Menghancurkan lebih dari 90 target. Demikian diungkap markas militer AS di Pentagon seperti dimuat situs France24, Selasa (19/8/2014).

"Drone dan pesawat tempur, bomber dan jet penyerang telang 'mengeliminasi' posisi militan dalam pertempuran perebutan sebuah bendungan di wilayah utara Irak.

"Secara keseluruhan, kami menghancurkan 90 target, termasuk berbagai kendaraan, peralatan dan posisi pertempuran," kata juru bicara Pentagon, Laksamana John Kirby. "Pasukan Irak telah mensterilkan bendungan dan akan memperluas area kontrol mereka."

Gerakan ISIS yang membabi buta menimbulkan nestapa bagi kelompok-kelompok minoritas di Irak -- Yazidi maupun pemeluk Kristen yang harus melarikan diri agar nyawa mereka selamat.

Tak seperti kelompok teror lain, seperti Al Qaeda, ISIS  sejauh ini terfokus untuk merebut tanah di Irak dan Suriah demi mencapai tujuannya memproklamirkan kekhalifahan -- ketimbang melakukan serangan spektakuler dengan target Barat.

Sementara itu, seperti dimuat CNN,  Senator dari Partai Republik John McCain, mengkritik serangan udara di Irak diperintahkan oleh Presiden Barack Obama. Terlalu terbatas, kata dia.

 McCain juga menyatakan, ada setidaknya 100 orang Amerika ada di Irak dan Suriah, berjuang untuk ISIS. (Mut)

Loading