Sukses

Bisa Dicontoh, Universitas di Surabaya Lakukan Pengabdian Masyarakat dengan Pendampingan Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Para penyandang disabilitas memiliki kemampuan usaha yang tak kalah dengan non disabilitas. Mereka membutuhkan kesempatan dan dorongan untuk memulai usaha di bidang yang mereka minati.

Dorongan ini contohnya seperti yang dilakukan Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC), Surabaya. Dalam satu tahun terakhir, beberapa dosen di UKDC melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk pendampingan kepada para penyandang disabilitas.

Pendampingan ini dilakukan dengan menyertai penyandang disabilitas dalam melakukan usaha di bidang furniture. Hasilnya, kemampuan enterpreneur mereka berkembang pesat dan bisa menghasilkan karya sesuai kemampuan masing-masing.

Rektor UKDC Adrian Adirejo mengatakan bahwa dirinya bersyukur serta bangga karena telah mendampingi para penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuannya.

"Kami bersyukur dan bangga karena kami punya karya nyata, di mana kami mendampingi para disabilitas ini dan berkontribusi kepada masyarakat. Penting untuk belajar dari pengalaman agar bisa mendampingi mereka menjadi pengusaha," kata Adrian dalam seminar nasional UKDC Sabtu (29/10/2022) mengutip keterangan pers.

Dalam kesempatan yang sama, Stefan Prabani sebagai salah satu dosen yang melakukan pengabdian masyarakat telah membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki banyak potensi.

Hal ini terlihat dari para penyandang disabilitas yang didampingi yang kemudian disebut Komunitas Bending Triplek. Komunitas ini beranggotakan 5 difabel di Surabaya dan 11 di Semarang. Mereka sukses didampingi untuk menghasilkan karya furniture kursi dan meja.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Sangat Mampu

Menurut Prabani, para penyandang disabilitas di Komunitas Bending Triplek diberi dukungan untuk membuat kursi dan meja dengan cara dan bahan yang disesuaikan dengan kemampuan mereka.

"Kami cari alternatif bagaimana mereka bisa membuat kursi, meja tapi dengan bahan, bentuk yang berbeda, dengan cara yang sangat mudah. Ternyata, mereka sangat bisa, hasilnya pun luar biasa," ucapnya kagum.

Prabani berharap, komunitas ini terus berkembang di daerah-daerah seluruh Indonesia dan terus mendapat dukungan dari pemerintah.

Pengabdian masyarakat merupakan upaya nyata kampus UKDC mendorong para penyandang disabilitas membuktikan kemampuan mereka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, baik, estetis, dan fungsional.

3 dari 4 halaman

Apresiasi dari Mensos

Seminar ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini. Sebagai keynote speaker, ia menyampaikan bahwa pihaknya mendukung dan mengapresiasi upaya UKDC dalam mendampingi para penyandang disabilitas.

"Terima kasih kepada rektor dan seluruh civitas akademika Universitas Katolik Darma Cendika. Sekarang, yang harus kita lakukan adalah memfasilitasi mereka dengan teknologi dan menggali potensi mereka," kata Risma.

Risma juga membagi pengalamannya dalam memberikan dukungan dan penguatan terhadap penyandang disabilitas. Mulai dari memenuhi kebutuhan alat bantu dengan sentuhan inovasi berupa kursi roda elektrik, kursi roda Cerebral Palsy, tongkat adaptif bagi disabilitas netra dan motor roda tiga untuk usaha.

Dalam pengembangan karya inovatif tersebut, Kemensos selalu melibatkan peran penyandang disabilitas.

"Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang No. 8 Tahun 2016 bahwa penyandang disabilitas memiliki hak pekerjaan dan kewirausahaan bekerja di pemerintahan maupun swasta," kata Risma.

4 dari 4 halaman

Contoh Sukses Lainnya

Di hadapan jajaran pimpinan dan civitas akademika UKDC, Mensos juga mengungkapkan pengalamannya menyaksikan penyandang disabilitas yang piawai membatik dengan kaki. Tatkala dilelang, batik tersebut laku dengan harga fantastis, mencapai dua digit.

"Makanya saya yakin, para penyandang disabilitas memiliki kemampuan kognitif di balik keterbatasannya," katanya.

Selain itu, ada juga sosok Gading, remaja asal Kajen, Pekalongan yang terus berkembang usahanya setelah mendapat dukungan motor roda tiga. Risma membagikan kisah sukses Gading, yang dalam waktu kurang dari satu tahun bisa memiliki tabungan lebih dari Rp20 juta.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.