Sukses

9 Destinasi Liburan Luar Negeri Ramah Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Dengan pembatasan COVID-19 hampir sepenuhnya hilang, para pelancong mungkin kembali mengagendakan perjalanannya.

Namun sebaiknya setiap destinasi liburan kali ini sudah mencakup kemudahan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, mengingat terdapat sekitar satu miliar penyandang disabilitas di dunia. Dengan demikian, penyandang disabilitas bisa menikmati liburannya sebagaimana non-difabel.

Menurut Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas, transportasi umum harus memastikan bahwa perjalanan dapat diakses oleh penyandang disabilitas sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam masyarakat 'atas dasar kesetaraan dengan orang lain.' Oleh karena itu, transportasi publik harus dapat diakses oleh semua orang.

Namun, terlepas dari kesadaran yang lebih besar tentang kebutuhan akses dalam menghadapi pandemi, situasi bagi pelancong penyandang disabilitas masih tetap menimbulkan kecemasan sebagaimana sebelumnya.

Dengan banyak hambatan, termasuk sikap negatif, kurangnya bantuan dan infrastruktur yang buruk, bepergian sebagai penyandang disabilitas dapat menjadi tantangan. Jika ditambah dengan kesulitan akses layanan dan kekurangan staf, situasi pelancong penyandang disabilitas menjadi semakin suram.

Namun Anda tidak perlu khawatir, karena sebagaimana dikutip dari BigWorldTale, penelitian baru dari pembuat Passenger Assistance, mereka telah membantu dengan menuliskan daftar kota destinasi teratas untuk pelancong dengan kebutuhan aksesibilitas. Daftarnya berdasarkan sistem transportasi terbaik dunia, karena penelitinya terinspirasi oleh 'fully step-free Elizabeth Line.

Passenger Assistance merupakan sebuah aplikasi yang membantu penyandang disabilitas mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Standar aksesibilitas

Jay Shen, pendiri Passenger Assistance, mengatakan bahwa kota-kota besar di Asia telah menetapkan standar aksesibilitas, sementara beberapa kota kecil di Eropa menawarkan aksesibilitas yang baik dalam skala yang lebih sederhana.

Ini karena menurut penelitian, jaringan kereta api yang lebih tua, seperti yang ada di Paris, New York City, London, Glasgow dan Beijing, memiliki peluang terbesar untuk perbaikan, dengan Paris hanya memiliki sembilan dari 303 stasiun dengan akses bebas langkah.

Sayangnya, untuk tujuan yang lebih dekat ke rumah, situasinya tidak begitu positif bagi pelancong dengan kebutuhan akses. Sistem London Underground dan Glasgow's Subway adalah dua sistem dengan peringkat terendah untuk aksesibilitas, dengan persentase total stasiun yang dapat diakses masing-masing sebesar 33,4% dan 13,3%.

"Sementara bus, trem, dan kereta api biasanya menawarkan tingkat aksesibilitas yang wajar, sistem Metro seringkali merupakan cara terbaik untuk menjelajahi kota seperti penduduk setempat," jelas seorang perwakilan dari Passenger Assistance.

"Tapi sayangnya, banyak sistem Metro perkotaan dengan bagian bawah tanah masih perlu banyak perbaikan. Dalam istilah global, kereta bawah tanah London pasti memiliki ruang untuk perbaikan jika ingin menjadi pemimpin dalam aksesibilitas karena hanya sepertiga dari stasiunnya yang memenuhi persyaratan modern untuk aksesibilitas," tambah Jay.

Namun, sembilan kota menduduki puncak daftar tujuan yang dapat diakses, berdasarkan akses step-free 100% ke sistem Metro publik, dengan empat di Asia dan lima di Eropa.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Sembilan kota teratas yang dapat diakses

1. Seoul

Seoul terletak di ibu kota Korea Selatan, dibangun pada tahun 1974 dan memiliki jumlah total 622 stasiun. Akses ke setiap stasiun 100% step-free.

2. Shanghai

Jalur Metro Shanghai, di China, dibangun pada tahun 1993 dan memiliki 345 stasiun tanpa tangga.

3. Osaka

Osaka Metro di Jepang memiliki 133 stasiun bebas langkah di sepanjang jalur pusatnya.

4. Kuala Lumpur

Jalur Rapid KL, ditemukan di Kuala Lumpur Malaysia, menawarkan 104 stasiun dengan akses bebas langkah.

5. Istanbul

Kota terbesar di Turki ini memiliki total 107 stasiun bebas langkah di sepanjang Metro pusatnya, yang dibangun pada tahun 1989.

 

4 dari 4 halaman

6. Oslo

Oslo, pusat ekonomi dan pemerintahan Norwegia, memiliki 101 stasiun tanpa tangga.

7. Wina

Jalur Wina U-Bahn memiliki 98 stasiun bebas langkah.

8. Kopenhagen

Jalur Metro Kopenhagen, yang dibangun baru-baru ini pada tahun 2002, hanya memiliki 39 stasiun tanpa anak tangga.

9. Helsinki

Sebagai ibu kota Finlandia, Helsinki adalah pusat kota yang indah yang menampung 25 stasiun step-free di sepanjang jalur Metro utamanya.