Sukses

Mahasiswa Difabel di Korea University Ciptakan Aplikasi Penyediaan Kursi Roda

Liputan6.com, Jakarta Anggota Center for Students with Disabilities dari Korea University meluncurkan aplikasi yang menyediakan kendaraan yang dilengkapi dengan kursi roda miring atau “slope vans” kepada penyandang disabilitas, baik secara permanen maupun sementara. Tujuannya untuk mobilitas dan kenyamanan mereka yang lebih baik.

Dilansir dari IndiaEducationDiary, layanan mobilitas untuk penyandang disabilitas ini telah dirancang untuk membantu penyandang disabilitas menavigasi kampus dengan nyaman karena akses mereka ke ruang kuliah dan mobilitas di dalam kampus menjadi semakin terbatas karena kombinasi kelas tatap muka dan virtual selama pandemi. Layanan ini atas inisiatif siswa difabel yang tergabung dalam Barrier-Free App for Student with Disabilities Support Project.

Proyek tersebut diadakan untuk mengembangkan aplikasi yang menyediakan layanan, karena perspektif mereka telah memperkuat kegunaannya dengan mempertimbangkan berbagai jenis disabilitas dan telah memungkinkan akses yang memadai untuk penyandang disabilitas penglihatan.

Aplikasi saat ini sedang diuji oleh Project Team dan Smart Campus Team, yang kemudian akan diluncurkan secara resmi pada paruh kedua tahun ini.

Mengutip dari laman Korea University, kampus ini merencanakan dan melaksanakan proyek tim untuk siswa baik dengan maupun tanpa disabilitas sehingga mereka dapat memperluas perspektif mereka dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang disabilitas.

Dalam proyek tersebut, mahasiswa membangun kampus ramah penyandang disabilitas, yang disebut Korea University Barrier Free (KUBF), yang menghilangkan hambatan psikologis dan fisik untuk semua.

 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Prosesnya tidak rumit

“Saya cukup meminta dukungan kendaraan dengan memberi tahu mereka ketika saya membutuhkannya dan mengirim email atau KakaoTalk kepada mereka untuk melakukan perubahan, sehingga seluruh prosesnya tidak terlalu rumit,” kata seorang siswa penyandang disabilitas yang telah menggunakan layanan tersebut, dikutip dari IndiaEducationDiary.

“Bangunan asrama dan sekolah memiliki tangga dan lereng curam yang bisa berbahaya bagi saya untuk berjalan dengan kruk; jadi, saya mungkin telah mengambil cuti selama satu semester jika bukan karena dinas. Saya sangat berterima kasih untuk itu,” tambahnya.

“Ini sangat membantu saya untuk bergerak di sekitar kampus di antara kuliah, karena ada lereng di antara gedung-gedung yang memperlambat saya saat saya bergerak di kursi roda. Dukungan kendaraan untuk penyandnag disabilitas yang paling berperan besar dalam hal ini. Ini praktis memperpendek jarak yang harus saya tempuh dengan cepat dan mudah sehingga saya bisa sampai ke kelas tepat waktu,” kata siswa penyandang disabilitas lainnya. Menurut pengakuannya, kepuasannya ini bahkan mendorongnya untuk merekomendasikan layanan tersebut kepada siswa lain.

 

3 dari 4 halaman

Pelatihan bagi anggota difabel di kampus

Korea University Center for Students with Disabilities juga menawarkan layanan pelatihan bagi anggota difabel di kampus dan menyediakan berbagai dukungan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kuliah dan menggunakan fasilitas kampus. Fasilitasnya berkisar dari program pembantu/sukarelawan, bantuan khusus, kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan masalah disabilitas, program sponsor dan dukungan ekstra untuk mahasiswa pascasarjana penyandang disabilitas.

Inovasi ini membuat anggota Center for Students with Disabilities memperoleh nilai Unggul pada Ujian Educational Welfare for College Students with Disabilities, serta menerima medali dari Minister of Health and Welfare dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas ke-41 tahun 2021.

Terhitung sejak Semester Musim Semi 2022, 224 siswa penyandang disabilitas terdaftar sebagai anggota Center for Students with Disabilities. Adapun yang termasuk disabilitas yang terdaftar tidak terbatas pada disabilitas fisik, melainkan juga lesi otak, gangguan pendengaran, autisme, gangguan bahasa, displasia wajah, epilepsi, gangguan mental, gangguan kardio dan fistula usus. Sekitar 10 dari mereka saat ini menggunakan aplikasi tersebut.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Aplikasi

1. Tujuan Proyek ini adalah untuk mengembangkan aplikasi untuk mendukung siswa penyandang disabilitas.

2. Tak hanya sekedar ide, kegunaan aplikasi ini bertujuan untuk membangun desain praktis dan kerangka kerja strategis.

3. Proyeknya sangat memprioritaskan aksesibilitas sehingga siapa pun dapat memperoleh manfaat dari aplikasi.