Sukses

Guru di AS Dikritik karena Memaksa Murid Difabel Mengungkapkan Bekas Luka di Sekolah

Liputan6.com, Jakarta Seorang guru mendapat kecaman online setelah ia menegur gaya rambut siswa penyandang disabilitas yang sebenarnya untuk menyembunyikan sisi kiri wajahnya yang terluka.

Dilansir dari Newsweek, postingan Reddit yang berjudul, "Apakah saya salah karena menunjukkan mata saya yang hilang kepada guru baru setelah ia memberitahu saya bahwa poni saya tidak sopan," yang sempat viral tersebut telah mengumpulkan 15.000 suara positif dan 900 komentar sejak dibagikan ke subreddit berjudul "Am I the A**hole." Redditor @Competitive-Dingo-24 membagikan pos tersebut pada 15 Juni, dan sejak itu orang-orang ramai membahasnya. 

Menurut Pew Research Center, ada hampir 7 juta siswa penyandang disabilitas di Amerika Serikat, dan mereka mencakup 14 persen yang terdaftar di sekolah umum. Jumlah tersebut meningkat 11 persen dari tahun ajaran 2000-2001 ke tahun ajaran 2017-2018.

"Saya mengalami kecelakaan ketika saya masih bayi, dan saya kehilangan mata kiri saya. Saya tidak memiliki penutup mata berongga (eye socket) untuk menutupi seolah memiliki mata, sehingga hanya ada kulit normal dan beberapa bekas luka besar di wajah saya. Itupun hasil dari mereka merekonstruksi wajah saya dengan operasi. Sisi kanan dan bagian bawah wajah saya benar-benar normal. Saya memiliki poni samping besar yang menyembunyikan sisi kiri wajah saya sehingga saya tidak menakuti siapa pun dan saya tidak terlihat aneh," jelas OP (orang yang memposting asli atau paling awal).

OP telah bersekolah di sekolah yang sama sejak mereka berusia 5 tahun, dan para guru serta anak-anak tahu tentang situasinya. Baru-baru ini, mereka mendapat guru baru. Ia mulai dengan meminta siswa untuk berkeliling dan memperkenalkan diri.

"Ketika giliran saya, ia secara kasar bertanya kepada saya, 'Apakah orang tuamu tahu Anda datang ke sekolah dengan penampilan seperti ini? Ini sangat tidak sopan, perbaiki ponimu, saya ingin melihat wajahmu!'" cerita OP. Sehingga OP mematuhinya dan menyelipkan poninya kebelakang telinga, memperlihatkan sisi wajahnya tersebut. Namun setelah teman-teman sekelas menertawakan penampilannya, sang guru akhirnya membolehkan menurunkan poninya.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kepala sekolah menegur siswa

Kemudian pada hari yang sama, kepala sekolah OP mendatangi mereka untuk "memarahi" siswa tersebut, memberi tahu OP bahwa dirinya salah telah mengejutkan guru baru itu dan menceramahinya tentang bagaimana seharusnya ia menjelaskan situasi OP.

Tentu kemudian OP merasa heran sampai ia bertanya di online, apakah dirinya melakukan sesuatu yang salah? Karena menurutnya, ia hanya menuruti perintah sang guru. "Apakah saya melakukan sesuatu yang salah? Saya hanya menuruti perintahnya, bukan salah saya jika ia akhirnya tidak ingin melihat wajah saya. Benarkah saya salah?" tulis OP.

Banyak komentar dan kebanyakan sepenuhnya mendukung OP dan menyalahkan sang guru, mengingat keadaannya. Satu komentar menyebutkan "guru itu kasar sekali" dan bahkan ada yang lebih parah mencaci maki sang guru karena membuat OP malu. Bahkan ada juga yang mengomentari sang kepala sekolah juga salah karena menegur keberadaan OP.

"Saya membenci pendidik yang menggunakan posisi otoritas mereka untuk menggertak siswa dan dengan sengaja menghina penampilan seorang siswa di depan teman-temannya seperti yang ia lakukan justru menjadi pem-bully," kata seorang Redditor.

 

3 dari 4 halaman

Guru dianggap salah oleh netizen

Namun ada juga yang tidak memihak atau mereka menempatkan sang guru di posisi yang salah. Ia beralasan bahwa memang benar guru menempatkan OP dalam posisi yang 'mengerikan', namun ada begitu banyak alasan yang masuk akal bahkan jika Anda tidak kehilangan mata, mengapa seseorang ingin bersembunyi di balik poni, tambahnya. 

Ia membenarkan jika OP ingin mengajukan pengaduan jika guru menggertaknya dan menyarankan OP meminta orang tuanya melakukannya jika mereka mau pergi. Sementara ia juga mengomentari sang kepala sekolah, "Sangat tidak sopan bagi kepala sekolah untuk mengatakan penampilanmu 'mengejutkan', apa pun alasannya. Kedua guru itu bertingkah seperti 'sampah'. Saya akan mengajukan keluhan terhadap mereka berdua."

Redditor lain bertanya-tanya bagian mana di dunia yang menyebutkan kalau memiliki poni adalah tidak sopan. Mereka bersikeras bahwa itu tidak masuk akal dan seorang guru tidak boleh mengomentari penampilan Anda. Terutama jika itu sama sekali tidak mengganggu."

 

4 dari 4 halaman

Tanggapan lain netizen

Ada juga yang memiliki pemikiran bahwa sang guru mungkin ingin bertindak tegas, namun malah jadi bumerang. Serta bahwa sang guru seharusnya belajar dari kejadian itu.

"Ia mengajar anak-anak, sungguh, seharusnya ia lebih sensitif terhadap implikasi apa yang bisa terjadi pada kesehatan mental Anda jika anggota kelas lainnya tidak menyadarinya, dan ia justru membuat Anda mengungkapkan bagian diri Anda yang sengaja disembunyikan."

Beberapa orang berpikir OP harus melibatkan orang tua tentang apa yang terjadi dan salah satu pengguna tersebut mengatakan untuk melakukannya karena situasinya tidak baik, serta bahwa gurunya memarahi OP hanya karena ia menutupi wajahnya.

Mereka juga berkomentar merasa bahwa para guru disana dan kepala sekolah harus meminta maaf karena membuat OP merasa perlu melanjutkan menutupi wajahnya. "Guru itu membuat Anda melakukan itu di tempat dengan seluruh kelas menonton (tindakan itu seolah membenarkan OP harus menutupi wajahnya dan membiarkan OP merasa malu dengan kondisinya). Itu tindakan yang sangat tidak dewasa. Sekarang Anda bahkan jadi dalam masalah setelah memenuhi permintaan gurumu. Mereka jelas tidak masuk akal.