Sukses

Program Rumah Kaca Bantu Siswa Penyandang Disabilitas Belajar Keterampilan Hidup

Liputan6.com, Jakarta Sebuah program rumah kaca membuat siswa menanam dan memelihara tanaman di rumah kaca, termasuk ikut menjual tanamannya. Program ini membantu mengajarkan kemandirian dan keterampilan kerja.

Rumah kaca yang dibangun untuk program Reynolds School District membantu mengajar siswa penyandang disabilitas berwirausaha dan keterampilan hidup lainnya.

Siswa yang berpartisipasi dalam program bisa mendapatkan pengalaman langsung menanam dan merawat tanaman, hingga akhirnya menjualnya ketika musim semi tiba.

"Tujuan kami mengadakan proram ini untuk menciptakan pengalaman kerja langsung bagi para siswa," kata spesialis transisi Christina Bederka, dikutip dari KGW.

Para siswa menerima beberapa tanaman yang disumbangkan dari Fred Meyer dan benih yang disumbangkan dari Parkrose Hardware. Para siswa juga mendapat hibah $1.000 dari Reynolds Education Foundation untuk memperluas program rumah kaca.

 

2 dari 2 halaman

menambah pekerjaan

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengajari siswa cara mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan.

"Mencari pekerjaan bagi penyandang disabilitas bisa menjadi sulit. Sebab masih ada kesalahpahaman jika merekrut penyandang disabilitas akan menambah pekerjaan majikan, atau menambah beban atau merugi. Tetapi siswa kai mampu bekerja di banyak tempat," kata Bederka.

Community Transition Program di dalam Reynolds School District merupakan program berdurasi tiga tahun untuk dewasa muda penyandang disabilitas, tepatnya dari kisaran usia 18-21 tahun.

"Itu memberi saya harapan dalam hidup. Dari sana saya menemukan kalau mungkin saja saya bisa bekerja di taman atau semcamnya. Karena di sana saya belajar menanam tanaman dan merawatnya. Senang memiliki pilihan dan menemukan ternyata ada lebih banyak hal yang bisa Anda lakukan dalam hidup ini," kata Josiah Fleenor, seorang siswa berusia 20 tahun dalam program tersebut.

Bederka mengatakan harapannya untuk bermitra dengan pembibitan lokal atau tukang kebun nantinya untuk memungkinkan siswa menjadi sukarelawan dan belajar lebih banyak keterampilan.

"Pengalamannya bagus. Ini membantu Anda santai dan terbiasa dengan berbagai hal," kata Fleenor.