Sukses

Ibu Ini Jabarkan Manfaat Terapi Musik untuk Anaknya yang Berkebutuhan Khusus

Liputan6.com, Jakarta Saat ini tersedia berbagai terapi bagi anak berkebutuhan khusus, salah satunya terapi musik. Menurut ibu dari anak dengan hiperaktif ringan, Anik Kurniyawati (41), terapi musik membawa pengaruh baik bagi anaknya, Kairo Jabbar Prasada (11).

Sebelumnya, Anik menjelaskan bahwa sang anak didiagnosis hiperaktif ringan pada saat duduk di bangku PAUD umur 3 tahun, tapi dari sisi kecerdasan ia termasuk kategori cerdas istimewa. Sebetulnya, Kairo sudah sangat aktif sejak usia 1, tapi diagnosis baru ditegakkan setelah pertemuan dengan psikolog dan terapis musik.

Guna membantu perkembangan sang buah hati, Anik memutuskan untuk mengikutsertakannya dalam terapi musik sejak usia 3. Terapi ini dilakukan seminggu sekali hingga Kairo berusia 9.

Alhamdulillah banyak kemajuan sehingga kini Kairo bisa masuk kelas reguler private tapi tetap dalam pengawasan terapisnya,” kata Anik kepada kanal Disabilitas Liputan6.com, ditulis Kamis (22/4/2021).

Dalam terapi musik, ibu asal Solo, Jawa Tengah ini mengarahkan anak tunggalnya tersebut untuk menekuni kelas rhythm therapy dengan memainkan drum dan piano.

Selama 6 tahun banyak kemajuan yang dirasakan. Contohnya, koordinasi tangan dan kaki membaik, sudah bisa lebih tenang, bisa kontak mata dengan lawan bicara, bisa lebih mengekspresikan diri, bisa duduk agak lama, bisa komunikasi dua arah dengan baik.

“Fokus dan konsentrasi juga bisa agak lama, lalu setelah dites Kairo bisa masuk kelas reguler private, di kelas reguler Kairo semakin terasah bakat dan passion-nya di musik,” tambahnya.

2 dari 4 halaman

Musik Tempo Cepat dan Double Pedal

Selama terapi, anak bertubuh gempal ini dilatih dengan musik tempo cepat dan double pedal serta membaca not. Latihan ini dilakukan sebagai terapi otot kaki kiri dan tangan kiri Kairo yang agak lemah sehingga bisa lincah dan kuat.

“Karena kebetulan Kairo juga suka musik rock maka di kelas reguler ia dilatih musik rock. Kairo juga mulai ikut berbagai lomba drum,” katanya.

Pada awal-awal mengikuti lomba, Kairo belum berhasil menjadi juara. Namun, dukungan dan semangat terus ditanamkan oleh keluarga.

“Kami selalu memberi semangat juang kepada Kairo, jangan menyerah, tetap semangat berlatih, kalah bangkit lagi, setiap maju lomba kami selalu bilang kepada Kairo ‘lakukan yang terbaik, tampil tenang, tampil baik, tampik fokus, juara itu bonusnya’ Kairo sudah berani tampil dengan baik.”

Setelah mengikuti berbagai lomba, akhirnya baru-baru ini ada lomba yang diadakan di Surabaya yang bekerjasama dengan sekolah musik Jerman dengan juri dari jerman pula. Dalam ajang ini, Kairo berhasil meraih juara 3.

“Saya pribadi merasa terapi musik membuat anak saya menjadi anak non disabilitas. Kairo jadi punya rasa empati yang baik. Dia jadi tahu tidak semua teman itu seperti dirinya. Ada guru yang berbeda agama dengan dia tapi sangat mengasihinya Kairo jadi punya rasa toleransi.”

“Banyak saksi hidup jika melihat Kairo kecil lalu melihat Kairo sekarang mereka ikut senang dan bersyukur, meskipun Kairo masih punya banyak PR, tapi saya tetap terus berjuang untuknya hingga kelak Kairo bisa mandiri,” tutup Anik.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini