Sukses

Kemenangan Biden Membawa Harapan bagi Penyandang Disabilitas di AS

Liputan6.com, Jakarta Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46 periode 2020-2024 membawa harapan bagi penyandang disabilitas di Amerika Serikat. 

Jika mengingat ke belakang, saat kampanye, Biden sempat mengedepankan rencananya untuk menangani kebutuhan para penyandang disabilitas yang belum pernah dipandang pada masa-masa sebelumnya.

Saat berada di kampung halamannya, Wilmington, Del., Biden bahkan berjanji akan bekerja untuk setiap orang Amerika.

"Kita harus membuat janji negara menjadi nyata bagi semua orang, tidak peduli ras, etnis, keyakinan, identitas, atau disabilitas,” kata Biden, seperti dikutip Disabilityscoop.

Tentunya pernyataan Biden tersebut menuai reaksi positif dari kalangan para aktivis disabilitas di AS. Biden mengungkapkan rencana ke depannya terhadap penyandang disabilitas dan menyerukan kesetaraan yang menyeluruh. Pasalnya selama ini belum ada satupun presiden AS yang mamandang inklusif penyandang disabilitas.

Bahkan Biden berjanji akan mendanai Americans with Disabilities Act, yaitu perundang-undangan yang melawan diskriminasi terhadap individu dengan disabilitas dimanapun ia berada dan ketersediaan akses lapangan kerja bagi difabel. Biden juga berjanji akan menghapus secara bertahap upah yang di bawah rata-rata dan mendukung para penyedia perawatan termasuk pengasuh keluarga.

Terlebih lagi, Biden mengatakan ia akan menunjuk direktur kebijakan disabilitas ke dalam Dewan Kebijakan Domestik di Gedung Putih untuk memastikan isu disabilitas mendapatkan perhatian yang layak.

Dalam rencana terpisah, Biden berjanji jika terpilih akan mengucurkan dana untuk Medicaid (program asuransi bagi keluarga berpenghasilan rendah yang didanai pemerintah), termasuk semua orang dengan disabilitas yang saat ini berada dalam daftar tunggu.

Para advokat mengaku mereka sangat menantikan terlaksananya rencana Biden.

 

2 dari 4 halaman

Rencana ambisius Biden

“Presiden terpilih Biden telah membuat banyak komitmen konkret kepada komunitas disabilitas, termasuk memperkuat dan memperluas layanan berbasis rumah dan komunitas, mengakhiri upah di bawah minimum dan mempromosikan support decision-making (alat untuk mendukung penyandang disabilitas dalam pengambilan keputusan). Kami berharap tim transisi akan terus terlibat dengan organisasi penyandang disabilitas dan secara bertahap memperkuat kemitraan untuk pemerintahan yang akan datang,” kata Julia Bascom, direktur eksekutif Autistic Self Advocacy Network.

Nicole Jorwic, direktur senior kebijakan publik di The Arc, mengatakan dia optimis bahwa kebutuhan penyandang disabilitas akan diperhitungkan dalam setiap rencana bantuan COVID-19 di bawah pemerintahan yang akan datang, hal yang terabaikan selama pandemi ini.

Sementara itu, National Disability Rights Network meminta Biden untuk menunjuk penyandang disabilitas ke dalam tim transisi dan di semua tingkat pemerintahan, termasuk kabinet.

“Kampanye Biden-Harris meletakkan rencana ambisius untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas Amerika, dan ini adalah harapan tulus kami untuk melihat rencana itu dilaksanakan dan diimplementasikan sepenuhnya,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan. “Sudah waktunya bagi pemerintah federal untuk mencerminkan keragaman negara ini, termasuk orang Amerika yang memiliki disabilitas.”

3 dari 4 halaman

Infografis Trump Vs Biden Klaim Kemenangan Pemilu AS 2020

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: