Sukses

Juara Dunia Para-Badminton Manasi Joshi, Cinta Bulutangkis Sejak Usia 6 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Terinspirasi oleh pelatih bulutangkis top India Pullela Gopichand, juara bertahan para-badminton dunia, Manasi Joshi bertekad ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para atlet disabilitas di India.

Joshi mulai mengenali bulu tangkis ketika ia baru berusia 6 tahun, saat-saat ia bermain bersama ayahnya yang merupakan pensiunan ilmuwan dari Bhabha Atomic Research Centre. Tentu perjalanan Joshi hingga menjadi juara para badminton melalui jalan panjang. Seperti awalnya ia mulai ikut lomba di sekolah dasar tingkat daerah. Lalu ia pun bukan lulusan sekolah atlet, melainkan ia bekerja sebagai software engineer di Atos India.

Kecintaannya pada bulu tangkis membuatnya kembali memenangkan medali emas di turnamen bulu tangkis intra-perusahaan pada tahun 2011. Bahkan tak lama setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya di tahun yang sama, yang menyebabkan kaki kirinya harus diamputasi, ia pantang menyerah pada bulu tangkis jika alasannya karena kakinya. Setelah pulih, Joshi dengan salah satu kaki prostetiknya berhasil mengalahkan pemain bulu tangkis berbadan sehat di turnamen perusahaan yang sama.

Melihat potensi Joshi, Neeraj George teman Joshi sekaligus pemain para-bulu tangkis menyarankannya untuk bermain bulu tangkis di kancah profesional.

Joshi, yang mulai bermain bulu tangkis profesional pada tahun 2014, telah berlatih di bawah asuhan Gopichand selama dua tahun terakhir. Dia bertekad untuk melakukan bagiannya dalam mengubah persepsi warga India tentang kemampuan yang berbeda.

"Pasca bulu tangkis saya ingin menjadi bagian dari sejarah yang mengubah persepsi tentang penyandang disabilitas di India. Saya ingin menjadikannya lebih baik untuk generasi mendatang," kata Joshi.

Menurut Joshi, ia khususnya akan turut terlibat dalam bidang olahraga karena berdasarkan pengalamannya. "Saya ingin memanfaatkannya secara maksimal untuk mengembangkan dan melatih atlet muda. Saya ingin orang menggunakan pengalaman yang saya peroleh,” tambahnya.

 

2 dari 4 halaman

Menghargai pelatih

Pelatih peraih medali Olimpiade Gopichand telah mengasah keterampilan teknis dan taktis Joshi. Dia yakin bahwa permainan Joshi menjadi semakin baik setelah mulai bekerja dengan Gopichand. Dia selalu menyarankan untuk terus berusaha maksimal dan terus berlatih. Nasihat tersebut merupakan nasihat paling penting yang harus setiap pelatih berikan.

Pelatih Gopi memperhatikan bahkan hal-hal kecil dan Joshi diajari trik teknis terbaik. Joshi menganggap pelatih Gopichand sebagai inspirasi dari karir gemilangnya sebagai pemain dan sekaligus pelatih.

Peraih medali perunggu Asian Games berusia 31 tahun ini merasa para bulu tangkis mengalami pertumbuhan pesat selama beberapa tahun terakhir. Sejak 2015 para badminton (bulu tangkis untuk atlit para atau disabilitas) telah dilaksanakan dan bahkan body badminton kini disukai orang-orang. "Ini adalah olahraga paling favorit kedua di negara kita. Saya melihat orang memilih para badminton sebagai pilihan karir. Saya melihat dalam lima tahun ke depan, semakin banyak orang mengambil para sports. Orang-orang akan mengejarnya hingga level tertinggi," Joshi menyimpulkan

3 dari 4 halaman

Jatuh Bangun Badminton Indonesia di Asian Games

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: