Sukses

Paus Fransiskus Doakan Atlet Paralimpik Alex Zanardi yang Koma

Liputan6.com, Jakarta Paus Fransiskus menulis surat khusus untuk Alex Zanardi, seorang mantan pebalap Formula 1 (F1) yang kini menjadi atlet paralimpik dan mengalami kecelakaan parah karena mengikuti lomba balap sepeda tangan Obiettivo Tricolore, di Tascona, Italia.

Surat untuk Zanardi dan keluarganya itu pun diterbitkan di halaman depan harian olahraga Gazzetta dello Sport pada hari ini, 24 Juni 2020.

“Alessandro tersayang, kisahmu adalah contoh bagaimana seseorang memulai kembali hidupnya setelah berhenti tak terduga. Melalui olahraga, Anda telah mengajari kami untuk menjalani kehidupan sebagai protagonis, serta mengajarkan pelajaran kemanusiaan melalui disabilitas. Terima kasih telah memberikan kekuatan kepada mereka yang kehilangan itu. Di saat yang menyakitkan ini, saya dberdoa untuk Anda dan keluarga Anda," bunyi surat tersebut, seperti dikutip Federalnewsnetwork.

Zanardi mengalami kecelakaan balap mobil hampir 20 tahun yang lalu. Sejak itu ia kehilangan kedua kakinya. Kini, setelah mengalami kecelekaan sepeda, ia pun mengalami trauma wajah dan tengkorak yang serius, dan dokter telah memperingatkan kemungkinan kerusakan otak dan harus menggunakan ventilatot.

Rumah sakit Siena, tempat dia dirawat mengatakan, dia masih dalam kondisi koma.

Putra Zanardi, Niccolo, sempat mengunggah pesan di akun Instagram-nya. Ia menampilkan foto dirinya memegang tangan ayahnya dan bersumpah untuk tidak pernah melepaskannya.

"Ayo Ayah," tulisnya, "satu perubahan kecil saja hari ini."

 

2 dari 2 halaman

Zanardi dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi

Tak hanya Paus yang mendoakan Zanardi. Kemurahan hatinya baru-baru ini kembali diungkap. Ia ternyata pernha memberikan bantuan untuk dua rumah sakit Lombardy yang kewalahan menangani wabah virus Corona.

Vatikan News mengatakan, Zanardi bahkan menyumbangkan salah satu seragam yang dipakainya ketika ia memenangkan medali emas di Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Zanardi memenangkan empat medali emas dan dua perak di Paralimpiade 2012 dan 2016. Dia juga berkompetisi di Marathon Kota New York dan mencetak rekor Ironman di kelasnya.