Sukses

Imbas Lockdown COVID-19, Keluarga Disabilitas di India Kian Terpuruk

Liputan6.com, Jakarta Beberapa keluarga disabilitas di Wazirpur, Delhi semakin terhimpit ekonominya sejak India mengambil kebijakan lockdown dalam menekan penyebaran virus COVID-19. Pulinder, 49 tahun yang lumpuh karena serangan epilepsi tak lagi memiliki penghasilan sejak kebijakan lockdown tersebut. Begitu pun dengan istrinya, Asha Devi yang selama dua tahun terakhir menafkahi keluarga.

Ironisnya, baik Pulinder dan Asha memiliki seorang putra yang memiliki penyakit langka yang membuatnya lemah hingga sekarang.

"Dimana saya harus pergi sekarang? Bagaimana saya membeli makanan dan obat-obatan," kata Asha Devi sambil menyeka air matanya, seperti ditulis laman The Hindu.

Asha Devi selama ini bekerja di pabrik baja. Ia mengaku sejak keputusan lockdown, dirinya belum menerima upah. Padahal, ia harus membayar biaya pengobatan suami dan anaknya.

 

 

2 dari 2 halaman

Kesehatan mental jauh lebih penting sekarang

Seorang wanita lain yang juga harus menanggun beban tanggung jawab keluarga adalah Naznin. Suaminya, Sajjaad kehilangan kakinya sejak dua tahun lalu. "Bagaimana saya bisa ikut antre untuk mendapatkan bantuan sementara tidak ada yang menjaga suaminya dan tiga anak kecilnya di rumah," ujarnya sembari mengela napas.

Dampak lockdown memang sangat dirasakan ileh keluarga menengah ke bawah, khususnya mereka yang memiliki status sosial rendah dan juga disabilitas. 

Menurut aktivis hak-hak penyandang disabilitas dengan cerebral palsy, Preeti Singh mengatakan, dukungan untuk melindungi kaum disabilitas memang kurang di sana. Padahal, penyandang disabilitas ini sangat berisiko akan infeksi virus. Belum lagi tidak adanya aksesibilitas di pusat-pusat karantina.

"Perjuangan Asha Devi dan Naznin untuk memberi makan keluarga menunjukkan bahwa ada masalah invisibilitas," kata Singh.

Rahmat Ali, seorang pekerja sosial yang mengelola Vir Abdul Hamid Yuva Club, sebuah LSM, telah membantu beberapa keluarga dengan memberi makanan. Dia mengatakan, “Untuk keluarga seperti Asha dan Naznin, mereka bukan hanya butuh uang, tapi juga kebutuhan obat dan hal lain."