Sukses

Cara Pengemudi Tuli Melakukan Pekerjaan Sehari-hari dan Bercengkerama dengan Penumpang

Liputan6.com, Jakarta Setiap hari Steven Chong menghabiskan waktu berjam-jam di jalan. Ia adalah pengemudi mobil daring yang menyandang tuli.

Lima hari seminggu, pria berusia 41 itu bangun pukul 6.30 dan mulai mengemudi setengah jam kemudian. Ia menjemput penumpang hingga pukul 13.00. Kemudian istirahat satu sampai dua jam dan mengemudi lagi hingga pukul 20.00 atau 22.00.

Tiga tahun sudah ia bekerja sebagai pengendara mobil daring. Pria asal Singapura ini adalah salah satu dari sekitar 30 hingga 40 pengemudi penyandang tuli mobil daring di Singapura.

Pada September, perusahaan transportasi daring yang berbasis di Singapura ini menandatangani perjanjian dengan The Singapore Association for the Deaf (SADeaf).

Dilansir dari channelnewsasia.com, tujuan penandatanganan itu untuk mempromosikan kesadaran terhadap penyandang tuli. Serta menjadikan perusahaan transportasi itu lebih inklusif bagi mereka yang tuli.

2 dari 2 halaman

Penyesuaian Kendaraan

Aplikasi yang digunakan perusahaan diatur agar dapat memberitahu penumpang bahwa pengendaranya adalah penyandang tuli. “Mereka disarankan untuk menggunakan fitur obrolan di aplikasi untuk berkomunikasi, dan fungsi panggilan dimatikan untuk mencegah mereka memanggil driver mereka,” ucap pimpinan perusahaan, Yee Wee Tang.

Mobil juga dilengkapi sebuah stiker di bagian dalam yang membantu menginformasikan kepada penumpang bagaimana mereka harus berkomunikasi dengan pengemudi. Ada juga kartu flip yang dapat menunjukkan permintaan umum seperti arah, menyesuaikan suhu, pendingin udara, dan tempat pengantaran.

Chong sebelumnya bekerja sebagai sopir pengiriman, mengangkut peralatan listrik sampai perusahaan itu tutup.

Berbicara kepada CNA di kantor Grab's Tower Guoco, Singapura melalui juru bahasa isyarat, Chong mengatakan dia memilih untuk tetap menjadi pengemudi mobil pribadi. Alasannya, pria paruh baya ini senang mengemudi dan mengunjungi tempat-tempat baru.

Pengalaman berinteraksi dengan penumpang menjadi kesenangan tersendiri. Menggunakan beberapa isyarat umum, penumpang masih dapat mengerti.

Untuk menghindari kelelahan, Chong menghabiskan tidak lebih dari delapan hingga 12 jam sehari untuk mengemudi. Dia juga mengambil libur akhir pekan, menghabiskan hari Sabtu dan Minggu bersama istrinya dan enam burung beo serta Chihuahua peliharaannya.

Loading