Sukses

Tips Jalin Persahabatan dengan Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta Merasa canggung atau bingung umum dirasakan oleh mereka yang baru pertama kali berinteraksi dengan sahabat atau kerabat penyandang disabilitas. Tapi jangan biarkan rasa canggung itu jadi penghalang terjalinnya persahabatan atau keakraban.

Memahami etiket berinteraksi dengan sahabat difabel akan memudahkan Anda menjalin persahabatan.

Berikut tips bersosialisasi dengan sahabat penyandang disabilitas berdasarkan masing-masing ragamnya yang dilansir dari media sosial resmi Kementerian Sosial RI.

Etiket Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Fisik

Menurut UU No.8 Tahun 2016, penyandang disabilitas fisik adalah individu yang mengalami terganggunya fungsi gerak, antara lain amputasi, lumpuh layuh, paraplegi, cerebral palsy (CP), akibat stroke, akibat kusta, dan orang kecil.

  • Semua cara bentuk pendampingan harus dikomunikasikan dengan penyandang disabilitas fisik atau diinformasikan oleh penyandang disabilitas tersebut
  • Saat berbicara dengan pengguna kursi roda, posisi mata harus sejajar degan mata pengguna kursi roda.
  • Tidak memisahkan alat bantu penyandang disabilitas fisik dari mereka tanpa diketahui oleh mereka
  • Tidak menaruh barang-barnag kita di kursi roda tanpa seizin pengguna kursi roda
  • Tanyakan apakah mereka memerlukan bantuan
2 dari 5 halaman

Etiket Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Intelektual

Menurut UU No.8 Tahun 2016, penyandang disabilitas intelektual adalah mereka yang mengalami gangguan fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, antara lain lambat belajar, disabilitas grahita, dan down syndrome.

  • Percakapan harus dalam cara yang ramah
  • Berbicaralah langsung kepada penyandang disabilitas intelektual, tidak melalui pendamping
  • Perbanyak senyum
3 dari 5 halaman

Etiket Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Mental

Menurut UU No.8 Tahun 2016, penyandang disabilitas mental mengacu pada terganggunya fungsi pikiran, emosi, dan perilaku akibat gangguan fungsi psikologis atau adaya hambatan dalam interaksi sosial.

  • Tanyakan hal apa saja yang prlu diketahui oleh kita sebagai pendamping, seperti istirahat, minum obat, dll
  • Berbicaralah langsung kepada penyandang disabilitas mental, tidak perlu pendamping
  • Gunakan kata-kata yang sederhana
  • Gunakan petunjuk-petunjuk pembantu seperti gambar yang berlaku secara umum
4 dari 5 halaman

Etiket Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Sensorik Netra

 

Menurut UU No.8 Tahun 2016, penyandang disabilitas sensorik netra mengacu pada gangguan fungsi indra penglihatan, sehingga berkomunikasi mengoptimalkan indera pendengaran, peraba, dan penciuman.

  • Salam, sapa, sentuh bagian tangan mereka sambil menyebut nama kita
  • Selalu tanyakan terlebih dahulu apakah mereka membutuhkan bantuan, infokan jika kita ingin meninggalkan mereka
  • Dalam menuntun, biarkan penyandang disabilitas netra yang memegang pendamping, bukan sebaliknya.
  • Tidak memindahkan barang milik penyandang disabilitas netra tanpa sepengetahuan mereka
5 dari 5 halaman

Etiket Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Sensorik Wicara

Menurut UU No.8 Tahun 2016, penyandang disabilitas sensorik wicara mengacu pada gangguan fungsi indera pendengaran dan gangguan bicara sehingga biasanya menggunakan gerakan syarat atau tulisan dalam berkomunikasi.

  • Cara menyapa: Sentuh, Salam, Sapa
  • Berbicaralah dengan kontak mata dan menghadap penyandang disabilitas, tidak mengarahkan wajah kita pada penerjemah
  • Gerakan bibir harus jelas- Menggunakan mimik/gestur/ekspresi bahasa tubuh
  • Menyediakan alat tulis
  • Menghindari menggunakan maskeer dan benda lain yang menutupi atau menghalangi bibir
  • Menyediakan interpreter apabila diperlukan
Loading
Artikel Selanjutnya
Suka Duka Pemuda Difabel Bangun Bisnis Kopi Kito Rato
Artikel Selanjutnya
Kito Rato, Sebar Motivasi Lewat Segelas Kopi