Sukses

Terdampak Genesis Capital, Pertukaran Kripto Gemini Pangkas 10 Persen Pegawai

Liputan6.com, Jakarta Pertukaran kripto Gemini melaporkan akan kembali mengurangi jumlah pegawai sekitar 10 persen. Ini menjadi putaran ketiga Gemini melakukan PHK kepada pada pegawainya.

Gemini telah terdampak dalam kebangkrutan pemberi pinjaman kripto Genesis Global Capital dan tidak dapat membayar dana kepada pemegang akun fitur Earn Gemini. 

Sebelumnya, pendiri Gemini, Cameron dan Tyler Winklevoss, telah terlibat dalam perang Twitter dengan Digital Currency Group, perusahaan induk Genesis, atas utang sebesar USD 900 juta atau setara Rp 13,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.015 per dolar AS) kepada pelanggan fitur di platform Gemini yaitu Earn. 

“Adalah harapan kami untuk menghindari pengurangan lebih lanjut setelah musim panas ini, namun, kondisi ekonomi makro negatif yang terus-menerus dan penipuan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh pelaku jahat di industri,” kata Cameron dalam pesan internal perusahaan, dikutip dari CoinDesk, Selasa (24/1/2023).

Cameron mengungkapkan pihaknya tidak punya pilihan lain selain merevisi prospek dan kembali mengurangi jumlah karyawan. 

Gemini sebelumnya telah memangkas 10 persen stafnya pada Juni 2022, diikuti oleh lebih banyak PHK pada Juli 2022, menurut TechCrunch. Jumlah karyawan Gemini turun secara keseluruhan dari 1.100 pada awal 2022 menjadi antara 650 dan 700 orang menjelang akhir tahun.

Banyak perusahaan kripto besar, termasuk Coinbase, Crypto.com, Blockchain.com, dan ConsenSys, telah memangkas staf dalam beberapa minggu terakhir di tengah musim dingin kripto yang sedang berlangsung. CoinDesk memperkirakan hampir 27.000 pekerjaan telah hilang di seluruh industri sejak April tahun lalu.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS