Sukses

Harga Kripto Hari Ini 18 Januari 2023: Ethereum Kembali Kurang Bergairah

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Rabu (18/1/2023). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau harus kembali berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu, 18 Januari 2023 pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih menguat 0,58 persen dalam 24 jam terakhir dan 22,15 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 21.309 per koin atau setara Rp 323,4 juta juta (asumsi kurs Rp 15.179 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) harus kembali melemah. ETH turun 0,23 persen dalam sehari terakhir, tetapi masih menguat 18,00 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 23,96 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali menguat setelah sempat terkoreksi kemarin. Dalam 24 jam terakhir BNB naik tipis 0,51 persen dan 8,91 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 4,58 juta per koin. 

Kemudian Cardano, harus kembali berada di zona merah. Dalam satu hari terakhir ADA ambles 0,55 persen, tetapi masih menguat 8,41 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 5.305 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali melemah dalam satu hari terakhir sebesar 2,43 persen. Namun masih menguat 42,26 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 352.476 per koin.

Sedangkan XRP berhasil kembali menguat. XRP naik 0,51 persen dalam 24 jam dan 11,08 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 5.929 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) pada pagi ini kembali terkoreksi. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 0,29 persen, tetapi masih menguat 8,67 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.270 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 994,4 miliar atau setara Rp 15.094 triliun. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kapitalisasi Pasar Kripto Sentuh Rp 15.123 Triliun Berkat Reli Bitcoin

Sebelumnya, Bitcoin dan Ethereum keduanya berhasil melonjak lebih dari 20 persen minggu lalu, membuat nilai kumulatif semua aset digital sekali lagi merebut kembali level kunci USD 1 triliun atau setara Rp 15.123 triliun (asumsi kurs Rp 15.123 per dolar AS). 

Dilansir dari Decrypt, Selasa (17/1/2023), angka ini adalah pertama kalinya pasar kripto yang lebih luas dihargai setinggi ini sejak awal November ketika keruntuhan tiba-tiba dari pertukaran kripto FTX membuat harga kripto serentak melemah.

Memuncak di level USD 1,15 triliun atau setara Rp 17.391 triliun sejak Minggu, 15 Januari 2023, total kapitalisasi pasar saat ini bernilai USD 1,01 triliun atau setara Rp 15.274 triliun, menurut data dari CoinGecko.

Penggerak utama di balik tren kenaikan terbaru terutama adalah harga Bitcoin (BTC) yang mencapai tertinggi dua bulan di level USD 21.446 atau setara Rp 324,3 juta pada Minggu sebelum turun ke USD 20.873 atau setara Rp 315,6 juta.

Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar telah membukukan kenaikan moderat 0,5 persen dalam 24 jam terakhir, dan lonjakan 22,3 persen selama seminggu.

Ethereum , cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengikuti pola yang sama, membukukan kenaikan 20,7 persen selama seminggu. 

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD 400 miliar atau setara Rp 6.049 triliun, Bitcoin saat ini mendominasi hampir 40 persen pangsa pasar, diikuti oleh Ethereum (ETH) dengan 18,3 persen.

3 dari 4 halaman

Tahun Kelinci Air, Bagaimana Prediksi Harga Bitcoin?

Setelah alami tahun yang penuh gejolak pada 2022, investor kripto mencoba mencari tahu kapan bull run bitcoin berikutnya bakal terjadi. Minggu lalu, pada konferensi kripto di St. Moritz, Swiss, banyak pelaku industri yang memprediksi bull run Bitcoin belum terjadi pada 2023.

Namun, para ahli memperkirakan bull run bakal terjadi pada tahun selanjutnya atau dalam hal ini pada 2024 hingga 2025. 

Seorang pemodal ventura dan veteran kripto, Bill Tai mengatakan Bitcoin akan mengalami kerugian meski tidak banyak. 

"Ada kemungkinan Bitcoin semacam itu telah mencapai titik terendah di sini. Bitcoin bisa turun hingga USD 12.000 atau setara Rp 181,7 juta sebelum melompat kembali,” ujar Tai, dikutip dari CNBC, Senin (16/1/2023).

Di sisi lain dalam acara tersebut, chief strategy officer di CoinShares, Meltem Demirors mengatakan bitcoin kemungkinan akan diperdagangkan di ujung bawah antara USD 15.000 atau setara Rp 227,1 juta hingga USD 20.000 atau setara Rp 302,9 juta. 

Adapun untuk ujung atasnya berada di kisaran USD 25.000 atau setara Rp 378,6 juta hingga USD 30.000 atau setara Rp 454,3 juta. 

Dia mengatakan banyak "penjualan paksa" yang terjadi pada 2022 sebagai akibat dari keruntuhan pasar sekarang telah berakhir, tetapi tidak banyak uang baru yang masuk ke bitcoin.

"Saya tidak berpikir ada banyak penjualan paksa yang tersisa, yang optimis. Tapi sekali lagi, menurut saya kenaikannya cukup terbatas, karena kami juga tidak melihat banyak arus masuk baru masuk,” jelas Demirors.

 

4 dari 4 halaman

Siklus Historis Bitcoin

Dalam wawancara, beberapa peserta industri di acara berbicara tentang siklus bitcoin historis, yang terjadi kira-kira setiap empat tahun. Biasanya, bitcoin akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa, kemudian mengalami koreksi besar-besaran. Akan ada tahun yang buruk dan kemudian tahun pemulihan ringan.

Kemudian ada proses "halving" atau disebut Bitcoin Halving Day yang akan terjadi. Ini adalah saat penambang, yang menjalankan mesin khusus untuk memvalidasi transaksi secara efektif di jaringan bitcoin, melihat hadiah mereka untuk menambang dipotong setengahnya. 

Penambang mendapatkan bitcoin sebagai hadiah untuk memvalidasi transaksi. Pengurangan separuh, yang terjadi setiap empat tahun, secara efektif memperlambat pasokan bitcoin ke pasar. Hanya akan ada 21 juta bitcoin yang beredar.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS