Sukses

Harga Kripto Hari Ini 9 Desember 2022: Bitcoin Cs Kembali Menghijau

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada perdagangan Jumat (9/12/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali bertengger di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat pagi, 9 Desember 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 2,18 persen dalam 24 jam terakhir dan 1,50 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 17.220 per koin atau setara Rp 268,5 juta (asumsi kurs Rp 15.594 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut menguat pagi ini. ETH naik 4,23 persen dan 0,29 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.282 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 1,93 persen, tetapi masih melemah 1,11 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 289,58 per koin. 

Kemudian Cardano, turut menguat. Dalam satu hari terakhir ADA menguat 1,71 persen, tetapi masih melemah 0,19 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,3148 per koin.

Adapun Solana (SOL) masih bertengger di zona hijau dengan penguatan selama satu hari terakhir sebesar 0,91 persen dan 1,12 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 13,67 per koin.

Sedangkan XRP juga turut menghijau. XRP menguat 2,83 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 0,81 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3943 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) pada pagi ini kembali melesat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 3,11 persen,tetapi masih melemah 3,19 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,09862 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam berada di level USD 858,5 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Senator AS Tegaskan Bitcoin Adalah Komoditas Bukan Mata Uang

Sebelumnya, Senator AS John Boozman mengungkapkan, meskipun disebut mata uang kripto, Bitcoin tetap dianggap sebuah komoditas bukan mata uang. Dia menekankan, pertukaran di mana komoditas diperdagangkan, termasuk bitcoin, harus diatur oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

“Bitcoin, meskipun mata uang kripto, itu tetap adalah komoditas. Ini adalah komoditas di mata pengadilan federal dan pendapat ketua Securities and Exchange Commission (SEC). Tidak ada perselisihan tentang ini,” kata Boozman dalam sebuah sidang, dikutip dari Bitcoin.com, Selasa (6/12/2022).

Menyebut keruntuhan FTX mengejutkan, sang senator berkata laporan publik menunjukkan kurangnya manajemen risiko, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan dana pelanggan. 

Senator Boozman melanjutkan untuk berbicara tentang regulasi kripto dan memberdayakan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sebagai pengatur utama pasar spot kripto. 

“CFTC secara konsisten menunjukkan kesediaannya untuk melindungi konsumen melalui tindakan penegakan hukum terhadap aktor jahat,” lanjut Senator Boozman.

Boozman yakin CFTC adalah agensi yang tepat untuk peran regulasi yang diperluas di pasar spot komoditas digital.

Pada Agustus 2022, Boozman dan beberapa senator memperkenalkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Komoditas Digital (DCCPA) untuk memberdayakan CFTC dengan yurisdiksi eksklusif atas pasar spot komoditas digital. 

Dua RUU lainnya telah diperkenalkan di Kongres tahun ini untuk menjadikan regulator derivatif sebagai pengawas utama untuk sektor kripto.

Sementara bitcoin adalah komoditas, Ketua SEC Gary Gensler berulang kali mengatakan sebagian besar token kripto lainnya adalah sekuritas.

 

 

3 dari 4 halaman

Presiden El Salvador Nayib Bukele Digugat Terkait Bitcoin, Ada Apa?

Sebelumnya, sebuah organisasi nirlaba hak asasi manusia, Cristosal mengumumkan telah mengajukan tiga tuntutan hukum yang berbeda pada 17 November 2022 terhadap Presiden El Salvador Nayib Bukele. Organisasi tersebut berusaha mengklarifikasi asal dan informasi transaksi dari dana yang digunakan untuk membeli bitcoin di El Salvador. 

Juru bicara anti korupsi kelompok tersebut, Ruth Lopez menyatakan, salah satu tuntutan hukum berkaitan dengan ilegalitas reformasi yang telah dibuat Bukele terhadap undang-undang terkait pengeluaran ini.

Lopez menuturkan, USD 750 juta (Rp 11,8 triliun) dikelola oleh Bukele sebagai bagian dari kepercayaan bitcoin yang didirikan oleh bank sentral negara dengan cara yang tidak konstitusional. Lopez menyatakan undang-undang yang memungkinkan presiden untuk mengelola dana tersebut tidak berlaku.

Dengan cara yang sama, gugatan kedua berkaitan dengan kurangnya investigasi yang dilakukan oleh Pengadilan Akun Republik, organisasi kontrol, atas biaya yang berasal dari penerapan Undang-Undang Bitcoin, termasuk pembangunan, akuisisi ATM, pemasangan platform, dan aplikasi untuk konversi dan pengelolaan bitcoin.

“Tidak ada kontrol pada platform atas identitas yang membeli dan menjual Bitcoin. Hingga saat ini, semua orang Salvador memiliki praduga tentang cara kerjanya dan berapa banyak yang telah dihabiskan,” ujar Lopez dikutip dari Bitcoin.com, Rabu (30/11/2022).

Tuntutan ketiga akan diajukan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Inter-Amerika dan terkait dengan pencurian identitas yang dihadapi lebih dari 200 warga Salvador saat mengirimkan data mereka ke sistem Dompet kripto negara, Chivo.

 

4 dari 4 halaman

Skeptimisme Bitcoin

Sementara Presiden Nayib Bukele baru-baru ini mengumumkan negara tersebut akan membeli bitcoin setiap hari, menandakan keyakinannya pada mata uang kripto, Lopez yakin penduduk masih skeptis tentang bitcoin. Baginya, pengeluaran tersebut berlebihan dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

“Penduduk Salvador tidak merasa teridentifikasi dengan bitcoin, tetapi juga tidak berguna bagi mereka, karena bukan penduduk yang berinvestasi, karena hampir tidak cukup bagi mereka untuk makan,” jelas Lopez.

Beberapa survei menunjukkan Presiden Bukele sangat populer di negara ini, bitcoin adalah isu yang berbeda. Sebuah survei yang dilakukan oleh Universitas Amerika Tengah Jose Simeon Canas pada Juni mengungkapkan lebih dari 70 persen orang Salvador menganggap bitcoin tidak membawa manfaat bagi mereka.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS