Sukses

Harga Kripto Hari Ini 6 Desember 2022: Bitcoin Cs Kembali Loyo

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada perdagangan Selasa (6/12/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali bertengger di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa pagi, 6 Desember 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 0,87 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat tipis 4,54 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 16.962 per koin atau setara Rp 263,2 juta (asumsi kurs Rp 15.520 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga turut melemah pagi ini. ETH turun 1,29 persen, tetapi masih menguat 7,51 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.259 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 1,13 persen dan 1,65 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 288,21 per koin. 

Kemudian Cardano, kembali melemah. Dalam satu hari terakhir ADA melemah 0,87 persen, tetapi masih naik 4,34 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,3169 per koin.

Adapun Solana (SOL) masih bertengger di zona hijau dengan penguatan selama satu hari terakhir sebesar 1,34 persen dan 3,38 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 13,83 per koin.

Sedangkan XRP juga turut melemah. XRP turun 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat tipis 0,02 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3897 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) pada pagi ini kembali melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 2,64 persen, tetapi masih menguat 6,53 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,1011 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam alami penurunan ke level USD 852 miliar dari sebelumnya di level USD 858,3 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bank Sentral Eropa Sebut Bitcoin Makin Tak Relevan

Sebelumnya, Bank Sentral Eropa (ECB) kembali memberikan kritik keras kepada Bitcoin. Kali ini ECB mengatakan mata uang kripto berada di "jalan menuju ketidak relevanan".

Dalam sebuah blogpost berjudul “Bitcoin's last stand,” Direktur Jenderal ECB Ulrich Bindseil dan analis Jurgen Schaff mengatakan, bagi para pendukung bitcoin, stabilisasi harga yang terlihat minggu ini menandakan nafas menuju ke harga tertinggi terbaru. 

Namun, menurut ECB ini adalah napas terakhir yang diinduksi secara artifisial sebelum jalan menuju ketidakrelevanan  dan ini sudah dapat diperkirakan sebelum FTX bangkrut dan mengirim harga bitcoin jauh di bawah USD 16.000. 

Bindseil dan Schaff mengatakan bitcoin tidak sesuai dengan bentuk investasi dan juga tidak cocok sebagai alat pembayaran.

“Desain konseptual dan kekurangan teknologi Bitcoin membuatnya dipertanyakan sebagai alat pembayaran: transaksi Bitcoin nyata tidak praktis, lambat, dan mahal. Bitcoin tidak pernah digunakan secara signifikan untuk transaksi dunia nyata yang sah,” tulis mereka dikutip dari CNBC, Senin (5/12/2022).

Bindseil dan Schaff mengatakan penting untuk tidak salah mengartikan peraturan sebagai tanda persetujuan.

Mereka juga menyampaikan kekhawatiran tentang kredensial lingkungan bitcoin yang buruk. Dasar-dasar teknis cryptocurrency sedemikian rupa sehingga membutuhkan daya komputasi yang sangat besar untuk memverifikasi dan menyetujui transaksi baru. 

 

3 dari 4 halaman

Industri Kripto Sedang Tertekan

Bitcoin berhasil mencapai USD 17.000 (Rp 262,2 juta) pada Rabu, 30 November 2022, menandai tertinggi dua minggu untuk koin digital terbesar di dunia. Namun, ia berjuang untuk mempertahankan level tersebut, turun sedikit ke USD 16.875. 

Wakil presiden pengembangan perusahaan dan internasional di bursa kripto Luno, Vijay Ayyar memperingatkan pemantulan kemungkinan hanya merupakan reli pasar beruang dan tidak akan berkelanjutan.

Pernyataan dari pejabat ECB tepat waktu, dengan industri kripto yang sedang tertekan dari salah satu kegagalan paling dahsyat dalam sejarah baru-baru ini yaitu kejatuhan FTX, pertukaran kripto yang pernah bernilai USD 32 miliar. 

Di sisi lain, pasar kripto sebagian besar turun pada 2022 di tengah suku bunga yang lebih tinggi dari Federal Reserve.

 

4 dari 4 halaman

Investor Ini Sebut Bitcoin Dapat Jatuh ke Harga Rp 157,3 Juta

Sebelumnya, pendiri Mobius Capital Partners, sekaligus investor veteran, Mark Mobius, membagikan prediksi harga bitcoin terbarunya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada Senin, 28 November 2022.

Investor veteran itu mengatakan target berikutnya untuk bitcoin adalah USD 10.000 atau sekitar Rp 157,3 juta. Dia juga mencatat cryptocurrency terlalu berbahaya baginya untuk menginvestasikan uangnya sendiri atau uang kliennya. Mark juga mengomentari industri yang telah dihantam oleh runtuhnya pertukaran kripto FTX.

“Kripto akan tetap ada karena ada beberapa investor yang masih mempercayainya. Sungguh menakjubkan bagaimana harga bitcoin bertahan,” ujar Mark dikutip dari Bitcoin.com, Rabu (30/11/2022). 

Ini bukan pertama kalinya Mark Mobius menyebutkan USD 10.000 sebagai target harga bitcoin. Pada Mei, dia menyarankan investor untuk tidak membeli saat penurunan dan memperingatkan pasar masih memiliki kemungkinan untuk jatuh. 

Pada November tahun lalu, dia mengatakan orang tidak boleh melihat cryptocurrency sebagai sarana untuk berinvestasi tetapi sebagai sarana untuk berspekulasi dan bersenang-senang.

Mark tidak sendirian dalam mengharapkan harga bitcoin turun menjadi USD 10.000. CEO Doubleline Capital Jeffrey Gundlach, alias raja obligasi, mengatakan pada Juni tidak akan terkejut sama sekali jika Bitcoin mencapai USD 10.000. 

Selain itu, ekonom Peter Schiff mengatakan bulan ini bitcoin masih memiliki jalan panjang untuk jatuh. Dia menilai BTC dapat jatuh hingga USD 10.000. Adapun, survei Bloomberg MLIV Pulse menunjukkan mayoritas dari hampir 1.000 investor yang merespons memprediksi harga bitcoin turun menjadi USD 10.000. 

Sementara itu, sebagian orang masih sangat optimis dengan harga BTC. Kapitalis ventura Tim Draper, misalnya, mengatakan awal bulan ini dia memperkirakan harga bitcoin akan mencapai USD 250 ribu (Rp 3,9 miliar) pada pertengahan 2023.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS