Sukses

Harga Kripto Hari Ini 4 Desember 2022: Bitcoin Tergelincir, Ethereum Pimpin Koreksi

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin masih alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Minggu (4/12/2022). Mayoritas harga kripto jajaran teratas lesu.

Berdasarkan data Coinmarketcap, Minggu, 4 Desember 2022, harga kripto jajaran teratas bitcoin (BTC) melemah dalam 24 jam terakhir. Harga bitcoin turun 0,71 persen. Namun, selama sepekan terakhir, harga bitcoin bertambah 2,79 persen. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 16.946,56 atau sekitar Rp 262,41 juta (asumsi kurs Rp 15.485 per dolar AS).

Demikian juga harga ethereum (ETH) berada di zona merah. Harga ethereum anjlok 3,24 persen selama 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga ethereum bertambah 3,66 persen. Kini, harga ethereum berada di posisi USD 1.251,09 atau sekitar Rp 19,40 juta.

Kemudian, harga binance coin (BNB) terpangkas 0,51 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga BNB juga lesu. Harga BNB terpangkas 6,93 persen. Saat ini, harga binance coin di posisi USD 291,28.

Demikian juga harga XRP baik dalam 24 jam dan sepekan terakhir cenderung lesu. Harga XRP susut 1,1 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga XRP merosot 1,74 persen. Kini, harga XRP berada di posisi USD 0,3898.

Sementara itu, harga dogecoin (DOGE) melemah 0,90 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga dogecoin melesat 13,78 persen. Saat ini, koin meme tersebut berada di posisi USD 0,1015.

Di sisi lain, harga cardano (ADA) menguat selama 24 jam dan sepekan terakhir. Harga cardano bertambah 0,66 persen dalam 24 jam.Dalam sepekan terakhir, harga cardano naik 2,47 persen. Kini, harga cardano berada di posisi USD 0,3213.

Harga polygon (matic) melemah 2,78 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga polygon bertambah 8 persen. Saat ini, harga polygon berada di posisi USD 0,9116.

Stablecoin seperti tether (USDT) berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Selama sepakan terakhir, harga USDT naik 0,05 persen. Harga USDT kini berada di posisi USD 1,00.

Harga USD Coin (USDC) naik tipis 0,01 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga USDC justru melemah 0,01 persen. Kini, harga USDC berada di posisi USD 1,00.

Sementara itu, harga Binance USD (BUSD) berada di zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga BUSD melemah tipis 0,01 persen. Saat ini, harga BUSD berada di posisi USD 1,00.

Kapitalisasi pasar global tercatat USD 850,25 miliar, atau turun 1,27 persen dari periode sebelumnya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Menilik Potensi Pergerakan Pasar Kripto di Penghujung 2022

Sebelumnya, sepanjang November 2022, pasar kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung alami penurunan tajam. Belum reda masalah dari Terra Luna dan Three Arrow Capital, pasar kripto di bulan ini harus menghadapi masalah yang lebih besar.

Bursa kripto FTX yang sempat memiliki valuasi senilai USD 32 miliar (Rp 493,6 triliun) harus bangkrut karena krisis likuidasi. Kehancuran FTX ini pun menyebabkan pasar kripto harus menderita dan menyebabkan investor khawatir dan panik.

Lalu, bagaimana dengan proyeksi bulan Desember? Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan akhir tahun ini mungkin bisa menjadi awal dari masa pemulihan, namun harus disikapi dengan kehati-hatian.

"Bulan Desember ini mungkin akan menjadi masa pemulihan dari keterpurukan market yang hancur pada November lalu berkaitan dengan runtuhnya FTX. Selain itu, kita mesti optimis dengan proyeksi kebijakan The Fed yang bakal melunak untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan di bulan ini," kata Afid dalam siaran pers, dikutip Sabtu (3/12/2022).

 

 

3 dari 4 halaman

Prediksi pada Desember 2022

Diketahui, Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan potensi penurunan kenaikan suku bunga untuk Desember 2022. Pertemuan FOMC sendiri akan dilaksanakan pada 13-14 Desember. Melunaknya sikap The Fed bisa menggenjot market kripto dan memberikan harapan kepada investor.

"Bila suku bunga jangka pendek akan meningkat sebesar 50 basis poin ke kisaran target 4,25 hingga 4,50 persen. Bisa membuat nilai Bitcoin sedikit meningkat dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir Desember. Perlu dicatat bahwa pertemuan FOMC sering memicu volatilitas di pasar kripto," jelas Afid.

Dengan volatilitas yang rendah dari imbas FTX serta potensi perlambatan dalam kenaikan suku bunga The Fed, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan akan mengalami bullish pada Desember.

 

 

4 dari 4 halaman

Rawan Profit Taking

Reli Sinterklas dan Rawan Taking Profit

Afid juga berharap akan ada fenomena "Reli Sinterklas." Reli Sinterklas adalah fenomena di mana pasar saham reli pada hari-hari menjelang Natal. Oleh karena itu, investor percaya Desember adalah bulan keberuntungan bagi saham yang juga dapat membantu Bitcoin dan pasar kripto untuk menguat. 

"Investor percaya bahwa reli Sinterklas di pasar saham akan mengalir ke pasar kripto membuat harga Bitcoin melonjak pada bulan Desember," jelas Afid.

Di sisi lain, efek reli Sinterklas diklaim sudah tidak relevan lagi. Pada 2021, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar USD 69.044 pada November, tetapi harganya turun pada Desember. 

Artinya, pasar kripto bernasib baik hingga November 2021, tetapi turun pada bulan Desember tanpa efek reli Sinterklas.

Pasar kripto juga rawan dari aksi taking profit yang masif dilakukan oleh investor pada Desember ini. Biasanya, investor akan lebih membutuhkan uang tunai, daripada berinvestasi di musim liburan akhir tahun.

"Harga kripto di bulan Desember bisa jadi sideways, karena investor sedang dalam mood untuk musim liburan dan biasanya taking profit, sehingga beristirahat pada aktivitas pasar," pungkas Afid.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS