Sukses

Harga Kripto Hari Ini 2 Desember 2022: Bitcoin Cs Kembali Loyo

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada perdagangan Jumat (2/12/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali bertengger di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat, 2 Desember 2022 pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah 1,64 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat 2,17 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 16.973 per koin atau setara Rp 261,1 juta (asumsi kurs Rp 15.389 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga turut melemah pagi ini. ETH turun 1,53 persen, tetapi masih menguat 6,38 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.278 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 2,36 persen dan 2,62 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 292,78 per koin. 

Kemudian Cardano, kembali melemah. Dalam satu hari terakhir ADA turun 1,19 persen, tetapi masih menguat 0,03 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,3157 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali bertengger di zona merah dengan pelemahan selama satu hari terakhir sebesar 2,48 persen dan 7,27 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 13,54 per koin.

Sedangkan XRP juga turut melemah mengikuti deretan kripto lainnya. XRP turun 3,04 persen dalam 24 jam terakhir dan 0,85 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3975 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) pada pagi ini kembali melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE anjlok 6,40 persen, tetapi masih menguat 25,40 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,1019 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam berada di level USD 854,6 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Investor Ini Sebut Bitcoin Dapat Jatuh ke Harga Rp 157,3 Juta

Sebelumnya, Pendiri Mobius Capital Partners, sekaligus investor veteran, Mark Mobius, membagikan prediksi harga bitcoin terbarunya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada Senin, 28 November 2022.

Investor veteran itu mengatakan target berikutnya untuk bitcoin adalah USD 10.000 atau sekitar Rp 157,3 juta. Dia juga mencatat cryptocurrency terlalu berbahaya baginya untuk menginvestasikan uangnya sendiri atau uang kliennya. Mark juga mengomentari industri yang telah dihantam oleh runtuhnya pertukaran kripto FTX.

“Kripto akan tetap ada karena ada beberapa investor yang masih mempercayainya. Sungguh menakjubkan bagaimana harga bitcoin bertahan,” ujar Mark dikutip dari Bitcoin.com, Rabu (30/11/2022). 

Ini bukan pertama kalinya Mark Mobius menyebutkan USD 10.000 sebagai target harga bitcoin. Pada Mei, dia menyarankan investor untuk tidak membeli saat penurunan dan memperingatkan pasar masih memiliki kemungkinan untuk jatuh. 

Pada November tahun lalu, dia mengatakan orang tidak boleh melihat cryptocurrency sebagai sarana untuk berinvestasi tetapi sebagai sarana untuk berspekulasi dan bersenang-senang.

Mark tidak sendirian dalam mengharapkan harga bitcoin turun menjadi USD 10.000. CEO Doubleline Capital Jeffrey Gundlach, alias raja obligasi, mengatakan pada Juni tidak akan terkejut sama sekali jika Bitcoin mencapai USD 10.000. 

Selain itu, ekonom Peter Schiff mengatakan bulan ini bitcoin masih memiliki jalan panjang untuk jatuh. Dia menilai BTC dapat jatuh hingga USD 10.000. Adapun, survei Bloomberg MLIV Pulse menunjukkan mayoritas dari hampir 1.000 investor yang merespons memprediksi harga bitcoin turun menjadi USD 10.000. 

Sementara itu, sebagian orang masih sangat optimis dengan harga BTC. Kapitalis ventura Tim Draper, misalnya, mengatakan awal bulan ini dia memperkirakan harga bitcoin akan mencapai USD 250 ribu (Rp 3,9 miliar) pada pertengahan 2023.

 

3 dari 3 halaman

Terdampak FTX, Perusahaan Kripto BlockFi Ajukan Kebangkrutan

Sebelumnya, perusahaan kripto yang terdampak kasus FTX, BlockFi telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 pada Senin (28/11/2022) di Pengadilan Kebangkrutan Amerika Serikat untuk Distrik New Jersey. 

Dilansir dari CNBC, Selasa (29/11/2022), dalam pengajuan, perusahaan mengindikasikan mereka memiliki lebih dari 100.000 kreditur, dengan kewajiban dan aset mulai dari USD 1 miliar (Rp 15,7 triliun) hingga USD 10 miliar (Rp 157,5 triliun).

Dalam pengarsipan, perusahaan mendaftarkan pinjaman USD 275 juta yang belum terlunasi ke FTX US, perusahaan kripto cabang Amerika Serikat milik Sam Bankman-Fried yang sekarang bangkrut.

Anak perusahaan BlockFi juga ajukan ke kebangkrutan di Bermuda bersamaan dengan pengajuan Amerika. Bermuda, seperti Bahama, telah merangkul kripto sebagai masa depan keuangan. 

Keduanya membentuk kerangka kerja untuk menangani secara khusus aset kripto dan mata uang digital. Baik Bahama, dengan kebangkrutan FTX, dan sekarang Bermuda, dengan BlockFi, menghadapi ujian hukum signifikan pertama dari peraturan kripto mereka.

Pengajuan kebangkrutan BlockFi menunjukkan klien terbesar perusahaan yang diungkapkan memiliki saldo hampir USD 28 juta. BlockFi merupakan perusahaan kripto, yang menawarkan pertukaran perdagangan dan layanan kustodian berbunga untuk cryptocurrency.

Sebelumnya perusahaan ini menjadi salah satu dari banyak perusahaan yang menghadapi masalah likuiditas serius setelah ledakan Three Arrows Capital. 

Menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, BlockFi mulai berbicara dengan para profesional restrukturisasi pada hari-hari setelah pengajuan kebangkrutan FTX.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS