Sukses

Harga Kripto Hari Ini 16 Agustus 2022: Bitcoin dkk Lanjutkan Koreksi

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada perdagangan Selasa, 16 Agustus 2022. Mayoritas kripto kembali melemah setelah kehabisan tenaga untuk melanjutkan reli yang didorong data inflasi AS.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (16/8/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 1,27 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat 0,77 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 24.038 per koin atau setara Rp 355,1 juta (asumsi kurs Rp 14.776 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) masih melemah pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH ambles 2,25 persen, tetapi masih menguat 7,46 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.903 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun tipis 0,07 persen dan 1,73 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 318,69 per koin. 

Kemudian Cardano mengikuti jejak kripto lainnya yang melemah. Dalam satu hari terakhir ADA anjlok 3,09 persen,tetapi masih menguat 3,20 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5524 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga melemah pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL merosot 3,37 persen. Namun masih menguat 3,24 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 43,78 per koin.

Sedangkan XRP pada pagi ini kembali melemah. XRP ambles 1,30 persen dalam 24 jam terakhir dan 1,93 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3737 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya turun sedikit ke level USD 0,9998.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam masih bertahan di level USD 1,1 triliun.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

JPMorgan Ungkap Pasar Kripto Sudah Sentuh Titik Bawah

Sebelumnya, menyusul kenaikan kecil baru-baru ini di pasar cryptocurrency, raksasa perbankan JPMorgan mengungkapkan sektor kripto telah menemukan landasan atau sudah mencapai bawah. 

Dalam sebuah catatan kepada klien pada Senin,8 Agustus 2022, analis JPMorgan Kenneth Worthington, mengaitkan perubahan nasib sektor kripto dengan peningkatan Penggabungan Ethereum (ETH) mendatang yang akan mentransisikan blockchain dari Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS).

Selain itu, analis JPMorgan menyatakan keuntungan pasar telah menghasilkan reklamasi kapitalisasi pasar kripto USD 1 triliun atau sekitar Rp 14.576 triliun sebagian karena berkurangnya dampak dari kehancuran ekosistem Terra (LUNA).

“Tampaknya pasar kripto telah menemukan landasan meskipun volume perdagangan masih tertekan. Apa yang membantu, menurut kami, adalah penularan baru yang lebih terbatas dari runtuhnya Terra/Luna,” ungkap JPMorgan, dikutip dari Finbold, Senin, 15 Agustus 2022.

Namun, JPMorgan berpikir pendorong sebenarnya adalah penggabungan ethereum yang akan terjadi dan data positif setelah peluncuran testnet Sapolia pada awal Juli dan testnet Ropsten pada Juni, yang menunjukkan penggabungan dapat dilakukan pada 2022.

Dampak Harga Bitcoin dan Ethereum di Pasar Kripto

Bank mencatat kemampuan Bitcoin (BTC) dan Ethereum untuk naik 36 persen dan 102 persen sejak posisi terendah Juni adalah indikator lain pasar telah mencapai titik terendah. Secara keseluruhan, Bitcoin telah jatuh lebih dari 60 persen dari tertinggi sepanjang masa hampir USD 68.000 pada November 2021.

Sejak mengumumkan tanggal upgrade penggabungan yang dijadwalkan pada 19 September, Ethereum telah berada pada momentum bullish memimpin pasar dalam keuntungan setelah paruh pertama 2022 yang membawa bencana. 

Akibatnya, pemberi pinjaman mencatat jika penggabungan berhasil, itu akan membantu sentimen umum dalam pasar kripto.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 5 halaman

Pasar Kripto Kembali Melemah Setelah Bitcoin Sentuh Rp 367 Juta

Sebelumnya, Bitcoin sempat berhasil menyentuh harga USD 25.000 atau sekitar Rp 367,1 juta pada akhir pekan waktu Asia sebelum akhirnya kembali ke harga di mana dia bertahan selama berminggu-minggu. 

Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu baru-baru ini diperdagangkan pada sekitar USD 24.400, datar selama 24 jam terakhir dan sedikit lebih rendah dari saat dimulainya akhir pekan. 

Saat ini investor tetap optimis tentang indikator ekonomi yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah. Bitcoin telah naik selama tiga minggu terakhir untuk berpindah tangan menuju ujung atas kisaran USD 20.000 hingga USD 24.000.

CEO Manajer dana kripto BitBull Capital, Joe DiPasquale mengatakan, harga Bitcoin yang bertahan di atas USD 20.000 menjadi sinyal bullish. 

"Namun, kami belum menyaksikan penembusan di atas USD 25.000, yang dapat membuat BTC bergerak cepat menuju kisaran USD 29.000 hingga USD 30.000,” ujar DiPasquale dikutip dari CoinDesk, Senin (15/8/2022). 

Sebagian besar altcoin lainnya berada di zona merah dalam perdagangan awal pekan ketiga Agustus 2022. Ethereum sebagai kripto terbesar kedua juga mengalami sedikit koreksi dengan turun 1,6 persen dalam 24 jam terakhir.

 

4 dari 5 halaman

Harga Bitcoin Sentuh Rp 366,68 Juta, Level Tertinggi Sejak 13 Juni 2022

Sebelumnya, harga bitcoin melampaui posisi USD 25.000 atau sekitar Rp 366,68 juta (asumsi kurs rupiah 14.667 per dolar AS) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni 2022 pada Minggu, 14 Agustus 2022. Hal ini setelah momentum berlanjut dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih dingin dari perkiraan.Selain itu, harga ethereum juga alami lonjakan.

Harga kripto terbesar naik 2,2 persen pada Minggu, 14 Agustus 2022 ke posisi USD 25.031, level tertinggi sejak 13 Juni 2022. Harga bitcoin naik lima hari berturut-turut yang didorong data indeks harga konsumen Amerika Serikat yang berada di bawah harapan pasar.

Di sisi lain, harga ether menguat dua persen ke posisi USD 2.030,50, setelah melampui USD 2.000 pada Sabtu, 13 Agustus 2022 untuk pertama kalinya sejak 31 Mei 2022 di tengah optimisme tentang penyelesaian peningkatan perangkat lunak blockchain yang dikenal sebagai merge.

"CPI berikutnya akan dirilis hanya dia sebelum merge. Di mana kami mengharapkan banyak momentum pr acara untuk masuk ke pasar. Investor jangka panjang dan menengah harus melihat untuk menggunakan penurunan apa pun sebagai peluang membeli,” ujar Fundstrat digital-asset strategist Sean Farrell dikutip dari yahoo finance, Minggu, (14/8/2022).

Kripto berjuang sepanjang semester I 2022 seiring the Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi tinggi.

Harga bitcoin, ether dan token lainnya turun lebih dari 50 persen. Dengan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah harapan dalam sepekan terakhir, berpotensi membuka jalan bagi tindakan pengetatan yang kurang agresif dari the Fed.

5 dari 5 halaman

Sentimen Lainnya

Aset berisiko seperti indeks Nasdaq 100 telah naik, membantu mendorong kenaikan kripto yang sangat berkorelasi dengan mengukur saham selama berbulan-bulan.

"Di luar peningkatan volume derivatif, kami juga berspekulasi investor crypto native mungkin mengambil risiko lebih besar," ujar Farrell.

Di sisi lain, ada perkembangan positif untuk ether karena merge blockchain ethereum akan terjadi sekitar 15 September 2022. Salah satu pendiri jariangan Vitalik Buterin mengatakan, setelah tahap pengujian akhir yang dikenal sebagai Goerli.

Merge merupakan penggabungan mewakilii transisi dalam cara token eter dicetak dan transaksi divalidasi. Selain itu, beberapa investor memposisikan untuk berpotensi mendapat manfaat dari kemungkinan mempertahankan proof-of-work ether, berdasarkan Genesis Global Trading.

"Ether saat ini didorong oleh fundamental baru, elemen spekulatif serta sentimen makro secara keseluruhan,” ujar Genesis Strategists Noelle Acheson dan Willis Croft.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS