Sukses

Harga Kripto Hari Ini 1 Agustus 2022: Bitcoin Kembali Melemah

Liputan6.com, Jakarta - Mengawali Agustus 2022, harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Senin, 1 Agustus 2022. Mayoritas kripto kembali melemah setelah sempat menguat beberapa hari.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (1/8/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 0,39 persen, tetapi masih menguat 2,82 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 23.489 per koin atau setara Rp 347,9 juta (asumsi kurs Rp 14.815 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) kembali menguat pagi ini, setelah sempat melemah kemarin. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 1,23 persen dan 4,50 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.698 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) harus turun ke zona merah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 1,14 persen, tetapi masih menguat 7,53 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 284,52 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) masih melanjutkan penguatan. Dalam satu hari terakhir ADA menguat 0,27 persen dan 0,39 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5246 per koin.

Adapun Solana (SOL) pagi ini harus kembali terkoreksi. Sepanjang satu hari terakhir SOL ambles 2,56 persen, tetapi masih menguat 2,86 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 42,87 per koin.

XRP juga kembali melemah pagi ini. XRP turun 0,27 persen dalam 24 jam terakhir. Namun masih menguat 6,22 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3868 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini kompak menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat keduanya masih berada di level USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,08 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya kembali berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam menguat menjadi USD 1,1 miliar dari sebelumnya di level USD 1 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Investor Respons Positif Kebijakan The Fed, Pasar Kripto Perkasa

Sebelumnya, rapat The Fed  pada 26-27 Juli 2022 menetapkan suku bunga naik, tetapi Produk domestik bruto (PDB) AS turun. Namun, investor kripto merespons positif informasi ini tentang upaya penghilang inflasi dan kemungkinan jalur ekonomi ke depan. 

Hal ini terlihat dari harga berbagai kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan sebagian besar aset digital utama lainnya naik dengan baik selama tiga hari berturut-turut. 

Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan pada hampir USD 23.900 atau sekitar Rp 355,4 juta, naik lebih dari 4 persen selama 24 jam terakhir karena pasar terus menerima langkah-langkah terbaru oleh bank sentral AS untuk memadamkan inflasi dan indikator yang menunjukkan ekonomi melambat tetapi tidak jatuh ke dalam resesi. 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Bitcoin Sempat Sentuh USD 24.000

Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar memecahkan USD 24.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu pada satu titik meskipun PDB jatuh lebih tajam dari yang diharapkan.

Analis pasar senior Amerika, Edward Moya mengatakan risiko selera meningkat kembali setelah kontraksi kedua berturut-turut untuk ekonomi AS. 

"Ini meningkatkan kemungkinan The Fed dapat mengetatkan pada kecepatan yang lebih lembut pada pertemuan kebijakan berikutnya pada September," ujar Moya, dikutip dari CoinDesk, Sabtu, 30 Juli 2022.

Moya juga mencatat kenaikan di pasar ekuitas yang juga naik untuk hari ketiga berturut-turut dengan Nasdaq yang berfokus pada teknologi, S&P 500, yang memiliki komponen teknologi berat, dan Dow Jones Industrial Average semuanya naik lebih dari satu poin persentase. 

Namun, dia juga membuat catatan peringatan, menulis meskipun reli untuk aset berisiko adalah keuntungan bagi kripto, trader tidak perlu terkejut jika saham kembali memudar.

4 dari 4 halaman

Pasar Kripto Lanjutkan Penguatan, Bitcoin Kembali Sentuh Rp 352,6 Juta

Sebelumnya, bitcoin berhasil kembali naik di atas USD 23.000 atau sekitar Rp 341,6 juta pada Sabtu, 30 Juli 2022 setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. 

Bitcoin tepatnya diperdagangkan pada USD 23.740 (Rp 352,6 juta) pada Sabtu, naik sekitar 4,4 persen, menurut data dari CoinMetrics. Koin digital lainnya juga naik. Ethereum sekitar 8,43 persen lebih tinggi di level USD 1.722.

Salah satu pendiri dompet kripto Nexo, Antoni Trenchev mengatakan pertemuan Fed kemarin membuka jendela untuk reli bantuan Bitcoin. 

“Kita sekarang memiliki dua bulan sampai pembuat kebijakan selanjutnya mempertimbangkan kebijakan moneter,” kata Trenchev dikutip dari CNBC, Sabtu, 30 Juli 2022.

Bitcoin sedang mencoba untuk melakukan reli berkelanjutan setelah beberapa upaya gagal bulan ini. Cryptocurrency terbesar di dunia telah diperdagangkan dalam kisaran antara USD 20.000 hingga lebih dari USD 24.000 pada satu titik sejak pertengahan Juni setelah kecelakaan brutal tahun ini menghapus 50 persen dari nilainya.

"24 jam ke depan akan menjadi ujian nyata dari ketahanan Bitcoin yang ditemukan kembali setelah mengabaikan data inflasi AS yang luar biasa bulan ini dan tidak mengernyit ketika Tesla mengumumkan telah menjual sebagian besar kepemilikan BTC (bitcoin)-nya," ujar Trenchev.

Pasar cryptocurrency telah terpukul tahun ini dengan miliaran dolar terhapus karena masalah ekonomi makro telah memakan korban mulai dari investor hingga pelaku industri. 

Dua contoh pelaku industri dengan profil tinggi adalah platform pinjaman kripto Celsius dan hedge fund Three Arrows Capital yang keduanya telah mengajukan kebangkrutan dan juga menjatuhkan banyak investor.