Sukses

Ratusan Remaja se-Nusantara Dikader Jadi Pahlawan Masa Kini

Citizen6, Jakarta: Di tengah krisis kepemimpinan dan makin sulit ditemukannya figur-figur negarawan teladan bangsa, Lazuardi Birru menyelenggarakan Birru Youth Training: Inspiring Future Leader for Peace yang diikuti 358 siswa dan santri dari 34 provinsi di Indonesia. Acara ini diselenggarakan untuk mengkader para calon pemimpin muda Indonesia masa depan agar menjadi pahlawan-pahlawan masa kini yang siap berkontribusi untuk memajukan bangsa.

“Sejujurnya, sangat sulit bagi Lazuardi Birru menemukan tokoh yang tepat, pahlawan masa kini yang dapat menjadi inspirasi bagi kalian semua, 358 calon pemimpin muda Indonesia masa depan. Ada beberapa tokoh yang sempat terlintas, namun dimensi politis kadang-kadang terlihat begitu kental,” kata Dhyah saat menyampaikan orasi yang dibacakan dengan gaya deklamasi pada pembukaan pelatihan di Aula Pandanwangi, Taman Wisata Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/9).

Hal inilah yang mendorong Lazuardi Birru untuk mengumpulkan remaja dari berbagai provinsi yang memiliki latar belakang suku, etnis, dan budaya yang berbeda, berkumpul dalam satu ruangan dan saling menjalin persahabatan. “Ini seperti miniatur Indonesia. Saya berharap pengalaman selama beberapa hari training menjadi pengalaman berharga sebagai bekal hidup kalian nantinya,” ujar Dhyah di depan para peserta yang mengenakan pakaian pahlawan/adat dari masing-masing daerah.

Birru Youth Training tahun ini merupakan yang kelima sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2009. Hingga kini lebih dari 1.500 siswa dan santri dari berbagai daerah di Indonesia telah menerima manfaat dari kegiatan ini. Acara ini terselenggara atas kerjasama Lazuardi Birru dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama, 23 Journey, Ladang Media, dan JPRMI Bandung.

Pembukaan acara ini dilakukan dengan bersama-sama memainkan alat musik Angklung, dipandu oleh para seniman dari Pusat Kebudayaan Musik Tradisional Angklung Saung Udjo. Permainan angklung sangat meriah dan berkesan bagi para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya sangat bangga bisa memainkan alat musik angklung. Walaupun baru memegang angklung, tapi karena dilakukan bersama-sama saya bisa. Artinya kalau bersama kita bisa,” kata Muhamad Nuri, peserta dari Kalimantan Tengah.

Malam pembukaan berlangsung sangat meriah dan penuh gelora kebangsaan. Dengan balutan kostum pakaian perjuangan pahlawan, gelora nasionalisme dan semangat kebangsaan para peserta tampak begitu menggelora. Hal ini mengingatkan semua peseta akan perjuangan pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tanpa memandang agama, suku, ras, maupun budaya.

Dalam acara ini juga akan ditampilkan ragam tarian tradisional seperti Tari Saman, Tari Legong, dan Tari Sajojo. Penampilan tari dari berbagai daerah itu akan membuka wawasan peserta bahwa keragaman yang ada Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa dan bukti keharmonisan masyarakatnya. Bukan hanya musik dan tari tradisional, sebagai bentuk ekspresi anak muda, panitia juga akan menyajikan Musik Anak Bangsa dengan menampikan Tresno Tipe-X feat Orind Band, Gradasi, dan Birru Band.

Di akhir acara, para peserta akan membacakan deklarasi perdamaian sebagai bentuk komitmen mereka untuk mewujudkan kebhinekaan atas dasar toleransi. Usai kegiatan, mereka akan membentuk Komunitas Duta Perdamaian. Para duta perdamaian inilah yang akan membentuk komunitas perdamaian di daerah masing-masing dengan bekal materi yang diterima selama mengikuti pelatihan. (Muhammad Hanief/bnu)

Muhammad Hanief adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, Ramadan atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Saat ini Citizen6 mengadakan program yang kali ini bertema "Tempat Wisata di Kotaku". Ada merchandise eksklusif bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.