Sukses

3 Tips Memperbaiki Hubungan Asmara Setelah Selingkuh Menurut Ahli

Liputan6.com, Jakarta - Perselingkuhan menjadi salah satu penyimpangan terbesar yang dilakukan seseorang dalam sebuah hubungan asmara. Perlakuan ini juga menjadi alasan paling umum mengapa pasangan memutuskan untuk berpisah.

Selingkuh menyebabkan rusaknya kepercayaan dan membuat pasangannya merasa dikhianati. Ini juga dapat merusak ikatan hubungan dengan cara yang sulit untuk diperbaiki. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa hubungan dapat dibangun kembali.

Melansir dari Best Life (15/11/2022), sebuah studi dari Yellow Octopus membuktikan bahwa sekitar 39 persen individu akan mempertimbangkan memaafkan pasangan yang berselingkuh, jika mereka dihujani dengan hadiah mewah.

Sementara itu, 32 persen lainnya mengatakan mereka akan memaafkan pasangan mereka tergantung dengan situasi hubungan mereka saat itu. Untuk 29 persen orang lainnya menyatakan mereka tidak akan memaafkan pasangan yang berselingkuh. Mereka tidak peduli berapa banyak hadiah yang ditawarkan.

Berkaitan dengan studi ini, memberikan hadiah menjadi solusi utama yang menurut orang-orang mampu membantu mereka mendapatkan maaf dari pasangan mereka. Studi tersebut juga mengurutkan jenis-jenis hadiah yang akan diterima, di antaranya adalah mobil, pakaian karya desainer, perhiasan, laptop, dan liburan serta gadget baru yang menempati posisi pertama.

Selain itu, untuk barang-barang yang lebih kecil seperti boneka binatang, permainan papan, dan pakaian dalam, menjadi barang yang tidak mungkin membantu untuk mendapatkan maaf dari pasangannya.

Meskipun permintaan maaf sudah diterima, hadiah tidak menjamin pengampunan tersebut akan berlangsung lama.

Maka, sangat penting untuk melakukan lebih dari sekadar memberikan hadiah. Menurut ahli, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hubungan yang rusak akibat perselingkuhan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. Mengetahui Proses Memaafkan Butuh Waktu

Hal pertama yang perlu dipahami oleh kedua orang dalam hubungan bahwa memaafkan pasangan yang berselingkuh akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Seorang psikoterapis, Teralyn Sell mengatakan hal ini jauh lebih sulit dari apa yang disadari kebanyakan orang dan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipaksakan.

Menurutnya, seorang pasangan yang terluka kemungkinan besar akan mengalami trauma dan terlihat sangat marah. Hal inilah yang membutuhkan banyak toleransi emosional.

Dalam kasus perselingkuhan, pasangan yang berselingkuh memiliki dua peran jika ingin memperbaiki hubungan. Pertama adalah mereka yang telah menyakiti pasangannya dan juga orang yang harus membantu mereka sembuh.

"Mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan Anda dan tidak membela diri adalah langkah pertama menuju penyembuhan," ujar Teralyn Sell.

3 dari 4 halaman

2. Memahami Alasan Terjadinya Perselingkuhan

Langkah selanjutnya menuju penyembuhan adalah memahami alasan perselingkuhan itu terjadi dari awal. Ini akan membantu kedua pihak untuk menciptakan kembali kepercayaan yang lebih bertahan lama.

Perselingkuhan menurut psikoterapis di Aspen Relationship Institute, Lori Ann Kret, merupakan gejala dari masalah yang lebih dalam, baik dalam hubungan atau di dalam diri pasangan yang berselingkuh.

Biasanya ini berasal dari pasangan yang ingin merasakan sesuatu yang berbeda tentang mereka sendiri atau dalam hubungan dengan manusia lain.

Selain itu, Lori Ann Kret menambahkan bahwa pasangan yang diselingkuhi akan merasakan hal ini secara naluriah. Baginya, pasangan yang diselingkuhi perlu mengetahui apa yang mendorong perselingkuhan tersebut dapat terjadi.

Komitmen-komitmen ini perlu dibuat untuk memutus perselingkuhan, lalu menetapkan batasan-batasan baru dan meningkatkan transparansi serta komunikasi.

4 dari 4 halaman

3. Menemui Terapis Hubungan

Terakhir, jika sulit untuk memperbaiki hubungan sendiri, menemui melakukan konsultasi hubungan bisa menjadi salah satu solusinya. Teralyn Sell mengatakan untuk memastikan terapis sudah dilatih secara khusus untuk menangani permasalahan kedua pasangan.

Tidak banyak terapis yang mampu melakukan ini, karena beberapa dari mereka hanya mempelajari permasalahan pasangan tanpa memiliki kemampuan terlatih untuk menanganinya. Akibatnya, mereka malah menerapkan metode terapi individu untuk masing-masing pasangan.

Ketika sudah menjalankan terapi pasangan, terapi secara individu juga dibutuhkan untuk tujuan mengatasi trauma yang dialami setelah menjadi korban perselingkuhan. Sementara pasangan yang berselingkuh perlu memahami cara membantu proses penyembuhannya.

Pada akhirnya, dalam menyelesaikan isu di dalam hubungan, seperti perselingkuhan, dibutuhkan kerja sama antara kedua pasangan. Pasangan harus saling memiliki tekad untuk memperbaiki kualitas hubungan mereka dan meningkatkan peluang agar dimaafkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS