Sukses

Selama Ramadhan, 1 Juta Orang di 15 Negara Terima Bantuan dari Kapal Ramadhan

Liputan6.com, Jakarta - Selama Ramadhan 1443 H, Kapal Ramadhan terurs belayar berbagi kebaikan kepada saudara-saudara di dalam dan luar negeri.

Di dalam negeri, kedermawanan tersampaikan lewat program sajian iftar, sahur, paket pangan warga prasejahtera, paket pangan Ramadhan, beras zakat fitrah, santunan tunai zakat fitrah, serta paket pangan untuk dai.

Vice President ACT Dwiko Hari Dastriadi mengatakan Kapal Ramadhan membawa paket pangan dan sajian berbuka atau sahur kepada warga yang ada di tepian negeri dan pelosok yang belum tersentuh bantuan.

"Di Pulau Kalimantan, Sumatra, NTT, Kepulauan Riau Kapal Ramadhan menyusuri sungai dan menyeberangi lautan, berpindah dari satu pulau ke pulau yang lain, dari satu tempat ke tempat yang lain,” ucap Dwiko, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/5/2022).

Selain itu, ada juga paket pangan untuk guru, beras wakaf gratis, bantuan mushaf Alquran, paket pangan lebaran, Humanity Food Truck dan Humanity Food Bus.

Sementara di luar negeri, ACT menyampaikan amanah para dermawan untuk membantu saudara-saudara muslim yang tengah dilanda krisis di negaranya selama Ramadhan. Mulai dari krisis pangan, air bersih, kesehatan, dan kurangnya peralatan peribadatan.

“Aksi yang dilakukan pun beragam, sesuai dengan kebutuhan saudara kita di sana. Mulai dari bantuan logistik, pembangunan Sumur Wakaf, pembagian air bersih melalui Mobile Water Tank, bantuan pangan siap saji untuk sahur dan berbuka, hingga distribusi mushaf Al-Qur’an," lanjutnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bantuan sampai ke negara-negara di benua Afrika

Dwiko menjelaskan, untuk aksi di luar negeri, ada 14 negara yang telah terjangkau bantuan ACT selama Ramadhan. Di antaranya yaitu untuk masyarakat Palestina, pengungsi di Yaman, Suriah, Lebanon, dan Afghanistan. Kemudian juga untuk pengungsi Rohingya di Myanmar dan Bangladesh, pengungsi Uighur di Turki, serta minoritas muslim di Kamboja.

"Palestina menjadi negara dengan jumlah aksi dan penerima manfaat terbanyak. Selama Ramadhan ini, masyarakat di sana telah menghadapi berbagai kesulitan. Dari mulai krisis air bersih dan kemiskinan yang semakin parah, dan ditambah adanya sejumlah serangan yang dilakukan zionis Israel di Yerusalem," kata Dwiko.

Tidak hanya itu, bantuan kemanusiaan juga sampai ke negara-negara di benua Afrika. Di antaranya yaitu Somalia, Mali, Kenya, Ghana, dan Gambia. Untuk masyarakat Afrika, bantuan didominasi distribusi mushaf Alquran.

Sebab, umat muslim di sana sangat kesulitan untuk mendapat Alquran. Selain dilanda kemiskinan, jumlah produksi mushaf di sana juga terbatas. Dengan didistribusikannya ribuan mushaf di Afrika, diharapkan mampu meningkatkan tilawah umat muslim di sana selama Ramadhan, serta secara tidak langsung memajukan peradaban Islam di sana.

"Aksi-aksi ini gencar kami lakukan di Ramadhan agar saudara-saudara muslim negara lain yang tengah menghadapi krisis dapat pula merasakan kebahagiaan Ramadan layaknya mayoritas muslim di Indonesia. Sebab, bulan Ramadhan dan bulan penuh berkah, dan sepatutnya dirayakan dengan ceria oleh seluruh umat di dunia," tambahnya.

Selama Ramadan atau periode 3 April 2022 sampai 7 Mei 2022 kebaikan dari Sahabat Dermawan telah dirasakan oleh 1.064.855 jiwa dari 155.287 KK di 15 negara termasuk Indonesia dengan melibatkan 14.510 relawan dalam implementasi program-program kedermawanan.

Dwiko juga mengajak agar kedermawanan saat Ramadhan diteruskan hingga setelah Ramadhan. Anda bisa menyalurkan kedermawanan terbaik Anda melalui https://indonesiadermawan.id/LebaranMuslimDunia.