Sukses

Ini Lho 4 Alasan Seseorang Tak Ingin Buru-Buru Menikah

Liputan6.com, Jakarta - Bagi seseorang yang belum menikah di usia yang sudah layak, pasti selalu ditanya tentang kapan akan mulai menikah. Pertanyaan itu kerap kali dilontarkan saat acara keluarga maupun bertemu dengan teman.

Mereka yang menanyakan tentang status pernikahan menganggap bahwa itu adalah hal yang wajar. Sehingga pertanyaan itu selalu muncul dalam suatu perkumpulan sebagai basa-basi.

Faktanya, seseorang yang mendapat pertanyaan seperti itu merasa tersinggung karena status pernikahan adalah hal yang privasi. Tetapi, mereka dengan santainya menjawab dengan lelucon untuk menutupi perasaan tersinggung.

Padahal, tidak semua orang ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan. Banyak dari mereka yang merasa belum pantas menikah karena keadaan finansial maupun mental. Ada juga yang masih trauma dengan orang tuanya, melihat kasus perceraian, maupun dengan pasangan.

Sebenarnya, apa saja alasan seseorang tidak ingin menikah? Berikut ulasannya dari berbagai sumber.

2 dari 6 halaman

1. Tingginya angka perceraian

Begitu banyak pasangan yang sudah menikah lalu berakhir dengan perceraian. Keadaan tersebut membuat sebagian orang yang belum menikah mengalami trauma. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak menikah agar menghindari perceraian.

Di Indonesia, angka perceraian terus mengalami peningkatan sejak tahun 2015. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kasus perceraian per tahun 2015 sebanyak 353.843. Tahun 2018, jumlah tersebut kian meningkat sebesar 408.202. Sementara per Agustus 2020, jumlahnya sebanyak 306.688.

Melihat banyaknya kasus perceraian, tidak menikah adalah pilihan tepat bagi sebagian orang. Hal itu dapat menghindari rumitnya pembagian hak asuh serta harta.

3 dari 6 halaman

2. Trauma Masa Lalu

Memiliki trauma pada masa lalu dapat menjadi alasan kuat mengapa sebagian orang tidak ingin menikah. Mereka yang memiliki trauma melihat kehidupan orang tuanya akan lebih banyak pertimbangan untuk menikah.

Pertimbangan itu seperti bagaimana sifat asli suami setelah menikah, akankah tetap bersama atau bercerai, bagaimana cara mengatasi masalah rumah tangga, dan lain-lain. Mereka menjadi takut menikah karena melihat orang tuanya gagal dalam rumah tangga.

Selain itu, pasangan juga dapat menjadi trauma ketika pacaran. Mungkin mereka pernah memiliki pasangan yang agresif atau pernah diselingkuhi. Faktor tersebut membuat mereka lebih selektfi memilih pasangan, hingga sulit mendapatkan yang sempurna. Pada akhirnya, mereka lebih memilih untuk tidak menikah.

4 dari 6 halaman

3. Lebih Nyaman Sendiri

Banyak yang berpikir bahwa pernikahan adalah jenjang tertinggi dalam suatu hubungan. Pernikahan harus memiliki komitmen yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan. Mengingat hal itu, sebagian orang lebih memilih untuk tidak menikah.

Menurut mereka, pernikahan adalah hubungan yang rumit. Mereka yang tidak ingin menikah merasa bahwa hidup sendiri adalah sebuah kenikmatan dan membuatnya nyaman. Ketika hidup sendiri, seseorang tidak perlu memikirkan orang lain, mengurus anak dan suami, dan menyisihkan uang untuk keperluan rumah tangga.

Tidak menikah membuat seseorang tidak perlu terikat dengan peraturan tertentu, lebih bebas, dan merasa sebagai individu yang independen.

5 dari 6 halaman

4. Fokus dengan Karir

Seseorang mungkin masih memiliki impian yang harus dikejar, seperti karir dan cita-cita. Beberapa orang umumnya lebih berorientasi pada karir. Menurut mereka, menikah sangat membuang-buang waktu dan uang.

Setelah menikah, waktu akan menjadi lebih sedikit untuk dapat fokus berkarir. Sebab dalam hubungan jangka panjang yang berkomitmen, waktu dan perhatian akan teralihkan untuk suami dan anak. Jadi sangat mungkin jika mereka lebih memilih berkarir daripada harus membagi waktu dan perhatiannya pada rumah tangga.

 

Penulis:

Syifa Aulia

UPN Veteran Jakarta

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: