Sukses

Pagelaran Jembatan Persahabatan Indonesia-Jepang di Tsukuba

Citizen6, Jepang: Cuaca mendung dan suhu udara yang sudah mulai terasa sejuk, menemani sebuah pagelaran budaya dengan semangat persahabatan yang kental. Persahabatan antara dua bangsa besar, Indonesia dan Jepang, yang secara resmi dirajut pada 1958, setelah Perjanjian Perdamaian Jepang-Republik Indonesia ditandatangani kedua belah pihak.

Adalah Mr. Koike, seorang dokter yang bekerja di kapal kapal Indonesia, mencoba menjadi bagian dari jembatan persahabatan itu dengan mendirikan Merah Putih Kai (MPK) pada 1985. Cita-citanya hanya satu, membantu sebanyak mungkin pelajar dan keluarga Indonesia yang ada di Jepang, sebagai bentuk persahabatan kedua bangsa timur ini.

MPK memiliki beberapa agenda rutin, seperti Malam Cinta Indonesia (MCI), pelepasan mahasiswa Indonesia yang telah studi di Jepang, serta tamasya bareng anggota MPK. “MCI kali ini selain sebagai promosi Indonesia juga sebagai penghormatan untuk Mr. Koike yang  telah meninggal dunia tahun lalu, serta untuk mengenang para korban bencana tsunami yang terjadi baru-baru ini di Sendai dan sekitarnya ,” ujar Radyum Ikono, Ketua Perhimpunan  Pelajar Indonesia (PPI) Ibaraki dalam sambutan singkatnya.

Empat orang anak kecil dengan lincahnya memperagakan tari Gaba-gaba khas Maluku, ditemani oleh empat orang dewasa yang membantu memainkan empat bambu. Tarian Sunda-Bali oleh Eka, seorang perawat indonesia yang sudah tiga tahun berada di Jepang; Serta beberapa lagu yang dibawakan oleh pelajar dan masyarakat Indonesia yang ada di Tsukuba, Ibaraki, menambah semarak MCI ini.

Sementara itu, kolaborasi masyarakat jepang dan para pelajar jepang yang tergabung dalam MPK membawakan Tari Jawa, Tari Bali, Tarian Tradisional Tsugaru Jamisen, Tokimeiki Japanese Drum Jyuku, serta beberapa lagu dengan iringan alat musik angklung.

Malam Cinta Indonesia (MCI), nama yang diberikan oleh Mr Koike, adalah MCI kesekian kalinya digelar setiap tahun, atau paling tidak satu kali dalam dua tahun. Di 2011 ini, MCI berlangsung di Tsukuba Centre Plaza, 2 Oktober 2011. (Pengirim: Lalu Muhamad Jaelani)